RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Atalia dalam bahaya


__ADS_3

"*sialan!bagaimana bisa sekarang dia sudah pulih dan berbelanja!"


"tidak bisa,dia tidak boleh hidup!!dia harus mati*"ucap Xia dalam hati dengan sangat tidak terima melihat Atalia yang tampak sudah lebih baik,ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


πŸ“ž"halo"ucap orang di balik telfon.


"wanita itu,wanita bernama Atalia itu dia sudah berkeliaran tampaknya dia sudah lebih baik!"jelasnya .


πŸ“ž"bagaimana bisa?orang yang mengidap kanker stadium akhir tidak akan bisa bertahan hidup lama lagi dan meskipun belum mati palingan dia tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya!kau mungkin saja salah lihat"ucap pria di balik telfon itu dengan nada sinis tidak percaya pada Xia.


"aku tidak mungkin salah lihat,dia adalah Atalia dia bersama pria putra pemilik perusahan Albert!aku tidak berbohong"ucap Xia meyakinkan,membuat pria itu sedikit percaya.


πŸ“ž"sialan,bagaimana bisa"geram pria itu berubah menjadi marah.


"apa aku perlu membunuhnya?"tanya Xia tiba-tiba membuat pria di balik telfon tersenyum merendahkan nya.


πŸ“ž"membunuhnya?apakah kau pikir kau bisa membunuhnya dengan mudah?mimpi saja"sinis pria itu.


Xia tersenyum iblis,


"bagaimana jika aku bisa membunuhnya?"tanya Xia membuat pria di balik telfon terdiam beberapa saat.


πŸ“ž"kau tidak akan bisa melakukannya!"ucap pria itu tidak yakin dengan Xia.


"baiklah,kau tinggal tunggu saja kabar kematiannya!"ucap Xia kemudian memutuskan telfon.


ia menyimpan kembali ponselnya,tatapan nya terlihat sangat jahat dengan senyum smrik tampak menyeramkan,"aku Xia Vin Lin tidak pernah bermain-main dengan ucapan ku!"ucapnya berubah tersenyum miring.


***


malam hari keduanya kembali kerumah sakit


sekarang Atalia duduk di tempat tidurnya,sedangkan David pergi pergi untuk mandi,di kamar mandi yang ada di ruangan itu.


Paul masuk keruangan Atalia ia sangat terkejut saat melihat ada banyak paper bag di ruangan Atalia sekarang.


"ini adalah untuk kalian!"ucap Atalia memberikan dua paper bag yang berisi penuh topi,yang ada di sampingnya memberikan nya pada Paul.


"untuk kami?"tanya Paul sembari melihat isi paper bag itu,dan sangat terkejut saat melihat topi-topi itu hingga sudut bibir nya tertarik ke atas.


"terima kasih nona!"ucap Paul membungkukkan tubuhnya.


"bukan apa-apa"ucap Atalia tersenyum,akhir-akhir ini Atalia memang semakin sering tersenyum.


"aku akan memeriksa keadaan nona dulu"ucap Paul kemudian meletakkan paper bag itu,membuat Atalia mengangguk dan berbaring membiarkan Paul memeriksanya.

__ADS_1


"keadaan nona baik-baik saja"ucap Paul setelah selesai memeriksa Atalia.


"kalau begitu saya akan keluar dulu nona,untuk membagikan topi-topi ini!"ucap Paul kemudian keluar dengan membawa paper bag yang diberikan Atalia.


di saat yang sama David sudah selesai mandi dan tampak segar dengan pakaian santainya,tapi wajahnya tampak tidak begitu senang.


"kenapa kau memberikan topi itu?"tanyanya melihat Atalia dengan cemberut.


"aku rasa mereka juga membutuhkan nya"jawab Atalia dengan santai.


"bukankah mereka bisa membeli sendiri,itu adalah topi couple kita!"David duduk di samping Atalia.


"bukan ini masih banyak"ucap Atalia menghela nafas panjang melihat David dengan tatapan malas.


"sudahlah kita juga masih bisa membeli lebih banyak lagi kapan-kapan!"ucap Atalia,membuat David menghela nafas dan mengangguk.


"sudahlah saatnya kita tidur!"ucap David berbaring di samping Atalia,ia ingin sekali memeluk Atalia tapi ia tahu kalau punggung Atalia masih ada bekas suntikan yang sangat berbekas dan tidak boleh di sentuh.


"apa kau tahu semalam aku bermimpi aku berada di keramaian dengan memakai gaun putih yang sangat indah,tapi pada saat aku memanggil mu kau sama sekali tidak mendengar ku bahkan seperti mengabaikan ku....mmm lebih tepatnya seperti tidak melihat ku!"cerita Atalia mengenai mimpi nya tadi malam,ekspresi wajah nya tampak bingung.


"bagaimana bisa aku mengabaikan mu!mungkin itu bukan aku!"ucap David membuat Atalia menggelengkan kepalanya.


"aku juga tidak tahu,tapi itu memang seperti mu!"ucap Atalia membayangkan kembali mimpi itu dan betapa sedihnya ia saat di abaikan David.


"sudahlah,itu hanya mimpi seumur hidup ku aku tidak akan mengabaikan mu,sekarang ayo tidur!"ucap David kemudian memejam kan matanya.


"aku tidak tahu,tapi sejak dari mall itu aku merasa tidak bisa tenang!"gumam Atalia kemudian menghela nafas dan mencoba memejam kan mata hingga ia benar-benar pergi ke alam mimpi.


***


Setelah mendapat suntikan cairan Atalia kembali tidak sadarkan diri,seperti biasa David terus menemaninya dan sangat tidak tega melihat Atali yang mendapat suntikan begitu lama bahkan hari ini Mereke menambah dosis cairan nya,membuat Atalia akan lebih lama lagi sadar.


"berapa lama dia akan sadar?"tanya David pada Paul.


"setengah jam paling cepat!tapi tidak perlu khawatir!"ucap Paul.


"oh ia mungkin dua hari lagi kita akan melakukan operasi,dan aku butuh tanda tanganmu boleh ikut keruangan ku sebentar aku juga ingin mengatakan sesuatu!"ucap Paul pada David.


"tapi bagaimana dengan Atalia,aku tidak bisa meninggal kan nya sendiri!"David tidak ingin meninggal kan Atalia sendiri.


"Ini sangat penting!"ucap Paul.


"kalau begitu bawa saja kertas yang perlu ku tanda tangani,dan katakan saja apa yang ingin kau katakan!!karna aku tidak akan meninggal kan Atalia sendiri!"David masih berisi keras.


"tidak perlu khawatir,kami akan menjaga Atalia!"ucap Italia yang baru saja datang bersama Arkana membuat Paul menghembuskan nafas lega.

__ADS_1


David menghela nafas panjang dan pada akhirnya setuju,"baiklah jaga Atalia baik-baik!jangan tinggal kan dia sendiri!"peringat David pada Italia dan juga Arkana,kemudian keluar bersama Paul.


***


"kak,Italia sudah semakin membaik kan?itu artinya dia pasti bisa sembuh!"ucap Italia pada Arkana yang duduk di sofa.


"tentu saja,dua hari lagi dia akan operasi setelah itu Atalia akan benar-benar sembuh tanpa ada penyakit kanker lagi!"ucap Arkana membuat Italia sangat senang.


tiba-tiba ponsel Arkana berdering,saat melihat siapa yang menelfon ia mengerutkan dahinya karna itu adalah Xia."kenapa dia menelfon ku?"gumam nya.


"aku akan keluar sebentar!"ucap Arkana pada Italia kemudian meninggal kan ruangan itu.


"Italia,aku sudah menyiapkan tiket jalan-jalan ke wisata alam yang paling indah di dunia,kau tahu dimana lokasinya!itu ada di negara Indonesia di asia!!disana ada banyak pemandangan alam yang sangat indah dan bersih!"ucap Italia dengan bersemangatnya.


***


di sisi lain.


"aku tidak punya waktu untuk bertemu!"ucap Arkana pada Xia yang meminta bertemu.


πŸ“ž"kumohon,hari ini aku akan kembali ke Singapure dan mungkin ini adalah hari terakhir kita bertemu!ku mohon aku ingin bertemu dengan mu untuk terakhir kali nya!"ucap Xia dengan memohon dan memelas.


Arkana diam beberapa saat mendengar ucapan Xia.


πŸ“ž"kumohon,untuk terakhir kalinya saja!"ucap Xia lagi dengan memohon.


"baiklah!dimana?"tanya Arkana setelah berfikir beberapa saat.


πŸ“ž"di cafe tempat kita biasa!"ucap Xia.


"baiklah!"Arkana langsung memutuskan telfon dan segera melangkah kan pergi dari sana.


tidak jauh darinya,terlihat seorang dokter yang tersenyum tampak baru saja selesai berbicara dari telfon.


oh salah dia bukan dokter dia adalah Xia yang mengenakan pakaian dokter berpura-pura menjadi dokter pria,ia berbicara dengan Arkana melalui telfon sambil melihat pria itu dari tempatnya berdiri saat ini,ia tersenyum sinis saat melihat Arkana benar-benar pergi untuk menemuinya


Xia tersenyum smrik kemudian memakai masker nya dan melangkah kan kaki mendekati ruangan tempat Atalia sekarang di rawat.


bersambung...


jangan lupa like..komen..vote..rate...


oh ia ngomong-ngomong,Indonesia memang benar-benar masuk negara paling indah di dunia dengan pemandangan yang murni.


MOHON PERHATIANNYA SEMUA

__ADS_1


LATAR TEMPAT,NAMA TOKOH ALUR CERITA HANYALAH KARANGAN AUTHOR SEMATA,TAK ADA KEJADIAN NYATAπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2