RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Aku adalah putramu


__ADS_3

tes...


setetes bulir bening mengalir dari mata indah wanita itu melihat Tuan Albert,ia yang selalu mati rasa selama beberapa tahun tanpa ada perasaan seperti sekarang.


Ia tersenyum rupanya ia tidak melupakan tuan Albert ,ia menangis dan berlari ke arah tuan Albert namun ia tersandung dan langsung terjatuh membuat Tuan Albert terkejut dan langsung berlari membantunya.


Ia membantu wanita cantik itu,tangis nya hampir pecah saat melihat wajah wanita yang sangat ia cintai itu tak berubah-berubah bahkan semakin terlihat sangat cantik,tak terlihat seperti orang yang tidak waras.


''Yoria!"ucapnya menangis dan memeluk wanita itu,yang di balas oleh wanita bernama Yoria itu.


''kenapa kau tidak datang-datang?aku menunggu mu setiap hari di sini?"ucap nya dengan nada sedih.


''maafkan aku!maafkan aku!" Tuan Albert tak bisa menahan tangisnya.


wanita itu melepaskan pelukan nya,kemudian melepaskan boneka yang sedari tadi di gendong nya dan memperlihatkan nya pada Tuan Albert,''lihat,putra kita selalu menangis setiap malam,ia selalu merindukan mu!kata nya dia tidak mau besar jika tidak melihat mu,hahaha lucu sekali bukan putra kita!"ucap nya dengan bahagia menunjukkan boneka yang ia gendong.


''Bukan hanya putra kita yang merindukan mu,aku juga sangat merindukan mu!setiap saat aku berdiri di depan jendela menunggu mu datang dan menjemput kami!"ucapnya dengan mengerucutkan bibir seperti anak-anak dengan nada di ayun.


''Putra ku,lihat papa mu sudah datang!dia sudah datang menjemput kita,kau akan bertumbuh besar sekarang bukan?"ia berbicara pada Boneka yang di tangan nya dan memegang pipi Boneka itu dengan perlahan dan lembut.


David seketika membeku setelah mengerti dengan situasi di depan nya dan mengetahui siapa sosok perempuan yang sekarang di depan papanya,hatinya bergetar.


''Haha...kenapa kau diam saja!ayo ini gendong putra kita dia sangat merindukan mu!dia selalu berkata pada ku dia tidak mengingin kan nama dari ku tapi dia mau nama dari mu!"ucap wanita itu lagi tersenyum melihat suami nya dengan menyodorkan boneka yang di tangan nya pada tuan Albert.


"Yoria,dia bukan putra kita!"ucap tuan Albert dengan suara serak karna menangis.

__ADS_1


seketika wanita yang didepan nya itu mematung dan tiba-tiba ambruk dan langsung menangis tersedu-sedu,membuat dokter itu tak tahan melihat nya dan berbalik untuk tidak melihat nya,ia juga pernah mengatakan seperti yang di katakan Tuan Albert dan hasilnya Yoria mengamuk dan menghancurkan semua barang yang di ruangan itu bahkan menggila dengan mencelakai tubuhnya sendiri seperti memecahkan kaca dan merobek-robek tangan nya dengan pecahan kaca itu,dan juga memukul-mukulkan kepala nya ke dinding.


"kenapa kau mengatakan seperti yang di kataka kakek!?jelas-jelas dia adalah anak ku yang lahir dari perut ku!"tangis Yoria histeris memeluk boneka itu dengan erat.


"Yoria sadarlah,aku sudah berada di sini aku membawa put.."belum sempat Tuan Albert menyelesaikan ucapan nya,Yoria langsung memotong nya.


"dia adalah putra ku!!putra ku belum meninggal!!dia tidak hilang!selama ini dia ada di sini bersama ku!!kau lah yang sadar ini putra kita!!!!"teriak nya memegang bahu Tuan Albert dan menggoyang-goyang kan nya.


"Putra ku tidak hilang!dia ada bersamaku,jika kau tidak mengakui putra mu sendiri maka kita tidak usah berbicara lagi,aku akan mati saja!"ucapnya dengan mengubah wajah cantik nya menjadi seperti idiot dan berbalik kemudian langsung berlari ke arah dinding karna di ruangan itu memang tak ada kaca.


dengan cepat Tuan Albert mengejarnya,hingga pada saat Yoria akan memukulkan kepalanya ia langsung menariknya kepelukan nya.


"kenapa kau menghentikanku!!aku tidak mau mendengar putra ku tidak ada,putra ku dia ada di sini lihat!"lagi-lagi ia menunjukkan boneka yang di gendong nya setiap saat.


David tidak tahan melihatnya,meski ia tak mengerti karna karna sang papa mengatakan kalau mama nya sudah meninggal tapi melihat pemandangan di depan nya ia yakin itu adalah mama kandung nya.


"Yoria kau tidak boleh seperti ini,putra kita memang masih hidup,dan ini hanya boneka!"jelas Tuan Albert memegang bahu Yoria.


Yoria menangis dengan tersedu-sedu,sebenar nya jika dalam kondisi sadar ia tahu hal itu tapi ia selalu menghilangkan fakta itu,karna saat mengingat itu kenangan buruk kehilangan putranya terasa masih begitu nyata,ia meremas jemarinya kuat dan menangis dengan tersedu-sedu membuat Tuan Albert menarik dalam pelukan nya.


''Putra ku masih hidup!dia tidak pernah meninggal kan ku,dia ada selalu menemani ku!"tangis Yoria di pelukan sang suami,rasanya begitu sangat sakit kehilangan putranya terlebih pada saat itu Putra nya menghilang dan suaminya juga menghilang tentu saja hal itu membuatnya depresi berlebihan dan berubah menjadi seperti sekarang.


Tap...


David berhenti tepat di belakang sang papa yang sekarang duduk membelakanginya dengan memeluk Yoria.

__ADS_1


Yoria seketika terdiam melihat kaki itu dan perlahan tatapan nya semakin naik,hingga ia melihat jelas wajah David,di saat itu juga jantung nya seketika berdetak lambat air mata nya mengalir.


hati seorang ibu pada anak nya tiba-tiba keluar,ia berangsur-angsur melepaskan pelukan Tuan Albert dan berdiri tanpa melepaskan mata nya dari wajah David yang tetap sama.


seketika ruangan itu menjadi hening,Tuan Albert dan dokter tua itu memperhatikan Yoria yang perlahan-lahan mendekati David.


tap...


kaki Yoria berhenti tepat di depan David,ia mendongak melihat pria muda di depan nya ia memiring kan kepala nya memperhatikan setiap sudut wajah David.


David sama sekali tak bergerak meski sekarang hatinya begitu sakit melihat Mama kandung nya seperti itu,inilah wanita yang mengandung nya selama sembilan bulan dan melahir kan nya.


tangan Yoria bergetar dan terangkat untuk menyentuh wajah David,tangan nya begitu bergerak perlahan,sehingga pada saat sudah menyentuh wajah David,David langsung memegang tangan nya dan menangis.


"mama!"lirih nya.


seketika itu juga,bulir bening yang terasa hangat kembali berhasil lolos dari pelupuk matanya,bibir nya bergetar dan menyentuh wajah David jantung nya langsung berdegup.


''Ma..mama ini adalah aku,putra mu!"ucap David menghapus air mata Yoria yang sekarang terus mengalir namun wanita itu tidak bergerak sama sekali namun tatapan nya tak lepas dari wajah David.


''Aku adalah putra mu,aku sudah besar sekarang aku!"ucap David dengan suara bergetar menunggu sang mama memeluk nya.


Kakek tua itu menangis begitu terharu melihat nya,begitupun dengan Tuan Albert.


''Put..putra ku"ucap nya kemudian langsung terisak dan memeluk David dengan tubuh nya yang bergetar,ia menangis dengan berteriak.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2