
"tadi Aku berbicara dengan Tuan Albert di ruangan nya"jawab David.
"Oh benarkah,jadi kalian sudah membicarakan nya,apa dia setuju?"Tanya Pitter langsung duduk di samping teman sekaligus bos nya itu.
"Sudah,tapi ia hanya bisa sementara untuk melindungi perusahan Jhon,karna kekuatan nya sangat jauh dari perusahan STARG"jawab David.
"Haish jadi kedepan nya bagaimana,apa setelah perusahan Albert tidak mampu lagi melindungi perusahan Jhon,perusahan itu akan hancur?"tanya Pitter terdengar tak tega.
"Pasti ada cara lain nanti nya"jawab David.
"Sudahlah aku mau tidur,besok kita harus pergi"ucap David,yang di iyakan oleh Pitter.
***
Ke esokan pagi nya Kamar sudah rapi,kedua pria asia itu juga sudah rapi dengan koper masing-masing.
"Aku merasa aku harus segera menikah,membereskan kamar saja sudah membuat punggung ku sakit sekali"ucap Pitter mengeluh.
"Hanya itu saja mengeluh!"sindir David keluar dan menarik koper nya.
Dengan lelah Pitter berusaha mengikuti David dari belakang dengan menarik koper nya.
Baru saja David membuka pintu,ia melihat Asisten Albert tampak membawa satu set pakaian,saat asisten itu lewat di depan nya ia tampak memperhatikan koper milik nya.
"Tuan David,bukan kah Tuan besar meminta anda untuk tinggal beberapa hari lagi?"tanya Asisten itu.
"Akh ia benar,tapi tiba-tiba aku mempunyai urusan yang mendesak jadi harus pergi sekarang.
"Haish,begitu ya"ucap asisten itu.
"Oh ia Saya ingin bertemu dengan tuan Albert untuk berpamitan"ucap David.
"Tuan ada di ruang kerja nya,semalam ia ketiduran di sana jadi sekalian mandi di sana juga karna itu saya mengambil kan pakaian untuk tuan"ucap Asisten itu.
__ADS_1
Pitter yang baru saja berdiri di samping David,ia memperhatikan pakaian itu terlihat ada sebuah kalung di atas pakaian itu.
"Kalian boleh menunggu Tuan besar di bawah"ucap Asisten itu yang akan berlalu pergi.
"Tuan Tunggu dulu"ucap Pitter pada Asisten itu dan dia langsung berhenti dan menoleh kemabali.
David mengerutkan Dahi nya,apa yang akan di lakukan Teman nya itu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya Asisten itu tampak bingung.
Tapi Pitter tak menjawab tapi memperhatikan dari dekat kalung di atas set pakaian itu,membuat Asisten itu bingung kenapa Pitter memperhatikan kalung itu.
"Ini adalah kalung Tuan besar,ini peninggalan orang tua nya yang sudah lama meninggal,dan ini hanya ada satu-satu nya karna itu Tuan selalu memakai nya setiap saat"ucap Asisten itu menjelas kan.
Pitter melihat nya semakin dekat,membuat David semakin bingung sebenarnya apa mau teman nya itu.
"Boleh saya menyentuh nya?"tanya Pitter tiba-tiba,membuat David dan Asisten itu sangat terkejut dan tak percaya dengan permintaan Pitter.
"Akh tentu saja jika tuan ini tertarik"ucap Asisten itu menunjukkan senyum dan membiarkan Pitter memegang nya.
"Eh benarkah?"ucap Asisten itu sangat terkejut.
David melihat kalung itu dari dekat,memang benar kalung itu sangat mirip dengan kalung miliknya bahkan corak,tulisan,bentuknya sama sekali tak ada perbedaan,bahkan yang membuat tak habis fikir adalah potongan Giok itu sangat persis seperti potongan Giok miliknya,bahkan itu seperti sepasang potongan.
"Mungkin hanya kebetulan mirip saja"ucap David tak ingin memikirkan nya,meski ia juga merasa itu terlalu mirip
"Apa mungkin hanya kebetulan saja,bahkan potongan Gioknya saja sama"ucap Pitter lagi-lagi semakin membuat Asisten itu sangat terkejut dan bersemangat.
"Boleh kah saya melihat kalung Tuan?"tanya Asisten itu dengan bersemangat dan antusias.
"Maaf saya jarang memakai kalung itu jadi saya menyimpan nya di rumah"jawab David berkata dengan serius.
"Akh begitu ya"ucap Asisten itu terdengar lemah dan sedih.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi tuan-tuan,tuan akan segera turun"ucap Asisten itu saat Pitter sudah meletakkan kalung itu kembali di atas set pakaian.
''baiklah''ucap David pada Asisten itu.
Asisten itu setelah cukup lama memperhatikan wajah David,ia menarik nafas dan berbalik untuk pergi.
David mengerut kan dahi nya bingung dengan Asisten pribadi Tuan besar Clark itu.
''bukan hanya wajah mereka saja yang mirip,tapi jika memang benar dia mempunyai kalung itu dengan giok yang cople,maka itu akan sangat aneh,karna tidak ada kalung yang sama persis dengan kalung keluarga Tuan Albert ini,karna setiap ukiran di atas giok kalung itu adalah hasil kerja tangan Tetua keluarga tuan Albert,bahkan giok itu hanya ada satu di dunia,kalung seperti ini hanya ada dua,yaitu pada tuan muda kecil dulu nya saat dia bayi dan pada Tuan besar''gumam Asisten itu dengan berfikir keras.
"tapi pada saat Tuan muda Jayn di temukan dulu di usia 7 tahun,ia sama sekali tak memakai kalung itu,dan tuan berfikir kalau itu sudah hilang dan tidak mempermasalah kan nya,tapi jika Tuan David dari keluarga Jhon memiliki kalung itu,hah..itu akan membuat ku semakin penesaran"gumam Asisten itu berhenti berfikir saat sudah berada di depan pintu ruangan bos nya.
"berikan pakaian ku"ucap Albert,kemudian Asisten nya itu menyerah kan nya dengan kedua tangan nya.
"kau boleh keluar sekarang"ucap Albert saat ia akan masuk ke ruang ganti.
"Tuan,Tuan David sudah bersiap untuk pulang,dan mereka juga sudah menunggu di ruang tengah untuk berpamitan dengan tuan"ucap Asisten itu sebelum tuan nya itu masuk ke ruang ganti.
Albert terkejut,"bagaimana bisa bukan kah dia setuju untuk tinggal beberapa hari lagi kemarin?"ucap Albert dengan eskpresi aneh tampak dari wajah nya ada perasaan tidak rela.
"Tuan David mengatakan tiba-tiba ada urusan penting yang medesak"ucap Asiten itu lagi.
"...baiklah tunggu sebentar"ucap Albert kemudian masuk ke ruang ganti.
"seperti nya Tuan besar juga mempunyai perasaan yang sangat akrab dengan Tuan David,hanya saja tidak menyadari nya"gumam asisten itu.
"kenapa semua nya membuat ku jadi bingung,apa perlu aku memberi tahu tuan kalau David mempunyai kalung peninggalan tetua"ucap nya bertanya pada diri sendiri.
"Apa sebaik nya aku melakukan tes DNA saja"ucap nya tiba-tiba terkejut dengan ide yang tiba-tiba muncul itu.
###
like...
__ADS_1
komen...
vote...