
Di sisi lain Italiana begitu bersemangat saat keluar dari pesawat di gandeng oleh Pitter,"astaga dia benar-benar tampan sekali dari sisi mana pun!"gumam nya memperhatikan Pitter dari samping.
Pitter tersadar kalau ternyata ia memegang tangan Italia,dengan cepat ia melepaskan nya.
"Maafkan aku"ucap nya dengan menghela nafas.
"Tidak apa-apa,aku malah senang!"balas Italia dengan cepat dan tersenyum lebar saat pitter menatap nya dengan tatapan terkejut.
"Dia benar-benar jujur sekali!"gumam Pitter salut pada Italia.
"Oh ia,aku baru ingat kakak ku juga akan datang hari ini,temani aku ke jalan xxx boleh kan?"mohon Italia pada Pitter.
"Kakak mu?hah..."Pitter menghela nafas berat,ia sangat lelah semalaman naik pesawat dan sekarang wanita di samping nya itu ingin merepotkan nya lagi.
"Boleh ya,aku tidak tahu jalan nya dan aku sangat asing dengan negara ini!"ucap Italia tak mau menyerah.
"Baiklah!"ucap Pitter setelah menghembuskan nafas kasar,dan melangkah kan kaki berjalan ke arah mobil yang sudah terparkir tidak jauh dari tempat mereka sekarang,mobil itu di kirim kan oleh Tuan Albert.
Italia mengikuti langkah pitter sampai masuk ke dalam mobil,sampai Pitter masuk kedalam mobil membuat nya mengerucutkan bibir.
"Benar-benar tidak seperti pria gentelman,dimana-mana pria akan membukakan pintu untuk wanita cantik"cemberut nya kemudian membuka pintu dan masuk kedalam duduk di samping Pitter yang sekarang sudah fokus pada ponselnya.
"Apakah tidak bisa bertemu dengan kakak mu saat di pesta nanti,aku benar-benar sangat lelah dan jalan xxx yang kau katakan itu masih cukup jauh!"ucap Pitter tiba-tiba membuka suara tanpa menoleh ke arah Italia.
"Tapi aku sangat merindukan nya,dia akan datang sangat lama nanti karna dia masih ada pertemuan dengan seseorang!"Italia berbicara dengan nada pelan.
Pitter menghela nafas panjang lagi,"pak,kita ke jalan xxx dulu!"ucapnya pada sang supir.
"Ya baiklah tuan!"jawab sang supir kemudian menarik pedal gas dengan perlahan.
***
__ADS_1
Atalia turun dari dalam pesawat dengan membawa tasnya berfikir kalau David sudah menunggu nya lama untuk pergi ke tempat Tuan Albert.
Tapi bukan nya melihat David ia malah di tunggu oleh seorang supir,"selamat pagi nona!tuan besar menyuruh saya untuk membawa nona kekediaman nya,semua barang nona dan tuan muda sudah diantar dikediaman tuan Albert"jelas sang supir dengan sopan.
"Baiklah terima kasih!"ucap Atalia masuk kedalam mobil yang sudah terbuka,setidak nya ia tidak bertemu dengan David beberapa saat.
"Tapi kemana mereka pergi!"gumam nya bertanya pada diri sendiri,tapi tidak berniat bertanya pada sang supir yang sekarang sudah menyetir dengan fokus.
***
Sedangkah di sisi Tuan Albert dan David,kedua nya sudah berada di lokasi pemakaman.
David duduk di samping makam kakek nya dan nenek nya,mengucapkan terima kasih pada kakek nya itu telah membuat cincin yang indah untuk nya dan juga Atalia,setelah itu menaburkan bunga di atas kedua makam itu.
Setelah itu ia duduk di samping makam yang bertuliskan Jang si ah,"m..ma...mama!"ucapnya,ssetelah mengucap kan nya hatinya terasa sedih.
"Jika aku tidak hilang dulu,apa mungkin mama masih hidup sampai sekarang?"tanyanya pada Tuan Albert yang sekarang juga berjongkok di samping nya.
"Meskipun aku tidak melihat wajahnya dan merasakan kasih sayang nya,aku yakin dia adalah wanita yang baik hati dan wanita yang hebat!"ucap David,setelah mengatakannya ia melihat Tuan Albert yang sekarang tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya dia adalah wanita yang baik,dia wanita yang sangat hebat dan jenius!"ucap Tuan Albert menyeka air mata yang dari sudut matanya.
David tersenyum bangga dan kembali memegang nama sang mama,"Ma aku akan Melamar wanita yang baik hebat dan jenius seperti mu,dia adalah wanita yang sangat ku cintai dan aku akan menjadikan nya menantu mu yang akan mendampingi ku sampai kami tua nanti,mama tenang saja meski pun kami tidak mengenal mu,tapi kami akan selalu mengingat dan mengenang mu!"ucap David dengan sungguh membuat Tuan Albert yang berada di samping nya tak kuasa menahan tangisnya.
"Lihat putra kita begitu tampan,dia juga sangat jenius dan hebat seperti mu!semoga sekarang kau bisa tenang di sana,aku akan men"gumam Tuan Albert dalam hati.
***
"Kak Arkana!!!"teriak Italiana saat melihat Arkana turun dari helikopter,ia berlari dan menghambur kepelukan kakak nya.
Pitter tidak percaya Italia begitu bergeluyut manja pada kakak nya,"meskipun kakak adik yang sangat dekat,sebenar nya kalau sudah saling dewasa harus menjaga jarak sedikit"gumam nya berbicara dalam hati.
__ADS_1
"Kakak aku sangat merindukan mu,aku sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi!"ucap Italiana manja di pelukan sang kakak.
Arkana mendorong Italiana sedikit,ia bisa maklum karna sejak kecil adik nya itu tidak pernah jauh darinya,tapi ia merasa jika Italia terus seperti itu padanya mungkin tidak ada pria yang akan mendekati adiknya itu.
"Ya aku juga sangat merindukan mu,dimana Atalia?"tanya nya kini melepaskan pelukan Italiana.
"Mungkin dia sudah ada di kediaman tuan Albert bersama David!"jawab Italiana tidak senang kakak nya itu melepaskan nya padahal ia begitu merindukan nya.
"Baguslah"ucap Arakana kemudian menoleh ke arah Pitter yang sekarang bersandar di mobil dengan memainkan ponsel.
"Pitter kenapa kalian bisa datang bersama?"tanyanya pada pria asia itu.
"Putri Italia meminta ku untuk menemaninya menemui mu yang mulia!"jawab Pitter dengan sopan,bagaimana pun juga orang itu adalah raja meski ia tidak menyukai adiknya tapi di depan sang raja ia tak boleh berbicara sembarangan dan menunjukkan kalau dia tidak menyukai Italiana.
"Tidak perlu formal begitu,panggil saja aku dengan nama!"ucap Arkana dengan tegas dan nada suara yang serius,aura raja nya semakin lekat.
"Aku merasa tidak enak jika memanggil mu dengan nama!"ucap Pitter dengan jujur.
"Terserah kau saja,maaf sudah merepotkan mu menemani adik ku!"ucap Arkana dengan tulus.
"Sama sekali tidak merasa di repotkan,aku sangat senang bisa membantu putri Italia!"ucap Pitter dengan tersenyum palsu.
Italiana merasa pitter cukup aneh mengatakannya,seperti mengatakan nya tidak tulus.
"Kalau begitu merepotkan mu lagi untuk membawa nya ketempat tuan Albert"ucap Arkana membuat Pitter mengangguk Menyetujuinya.
***
Ataliana terkejut saat melihat David masuk ke kamarnya,tapi yang membuat nya lebih terkejut adalah beberapa pelayan berjejer di belakang nya dengan mendorong beberapa gantungan gaun yang sangat banyak.
bersambung...
__ADS_1
mampir di,"perubahan Raina"sekarang sudah update sampai 8 lho