
"terima kasih sudah membawanya kembali!"ucap Atalia dengan nada datarnya kemudian berbalik untuk ikut masuk ke dalam.
''tunggu!"tahan Pitter membuat Atalia berhenti dan berbalik ke arah Pitter.
''itu,David dia sekarang sepertinya sedang tidak bisa di kendalikan,maksud ku dia tidak mau istirahat dari tadi pagi bahkan tidak mau makan sedikit pun dia terus bekerja tak henti-hentinya bahkan sekarangpun sepertinya dia berniat untuk lembur,maka itu aku cukup kasihan pada nya''tutur Pitter sangat canggung dan gugup berbicara dengan Atalia yang sangat bersikap dingin dan datar itu.
Atalia yang mendengar itu terdiam entah apa yang sedang ia pikirkan.
''aku,ku pikir jika tidak keberatan tolong nona Atalia meminta David untuk makan dan istirahat kurasa dia pasti akan mendengarkan mu,karn aku sangat khawatir jika begitu dia bisa sakit''tambah Pitter lagi dengan nada memohon pada Atalia yang masih diam.
''ya,aku tahu kau boleh pergi''ucap Atalia dengan dingin kemudian langsung berbalik dan berjalan masuk ke dalam meninggalkan Pitter yang sekarang merasa lega.
''aku yakin David pasti akan mendengarkan nya''gumam Pitter kemudian masuk kedalam mobil nya.
***
sedangkan di dalam rumah Atalia menghampiri Italia yang sudah masuk kedalam kamarnya,ia memutar gagang pintu dan membuka nya,pada saat ia masuk terlihat Italia sudah berbaring di kasur nya tanpa membersihkan diri.
"mandilah dulu,jika tidak mandi kau tidak akan nyenak tidur malam ini!"ucap Atalia mengingatkan Italia,tapi Italia masih berbaring dan menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut.
Atalia mendegus ia mengerti perasaan saudaranya itu sekarang,"maafkan aku,aku janji aku akan menjelaskan pada karyawan di kantor bahwa kau masuk dengan usaha mu sendiri tanpa bantuan ku sedikit pun!"ucap Atalia dengan nada memohon pada Italia,ia merasa sangat sedih karna Italia mengabaikan nya begitu.
Italia membuka selimut yang menutupi kepalanya,"tidak perlu melakukan itu!"ucap nya kemudian duduk.
"kau jangan mengabaikan ku begitu,kau tahu aku sangat sedih!"ucap Atalia berubah menjadi dengan wajah kasihan sedih seperti bocah usia 5 tahun dengan menyatukan tangan nya memohon pada Italia,sebenarnya dengan ekspresi sekarang sudah menurun kan derajatnya sebagai mafia tapi ia tidak peduli demi meminta maaf pada saudaranya itu.
"ya,tapi kau harus berjanji tidak akan ikut campur lagi dengan urusan ku di perusahan,aku bisa mengatasi orang-orang itu"ucap Italia dengan ekspresi seriusnya,Atalia merasa lega dan tersenyum sembari menangguk-ngaguk kan kepalanya.
"satu lagi,besok kau harus mengatakan pada mereka bahwa kita bukan lah saudara!"ucap Italia dengan mengerucut kan bibirnya,tapi permintaan itu membuat Atalia sedikit tidak setuju tapi itu adalah permintaa Italia.
"ya baiklah!"ucap Atalia menghela nafas panjang.
"satu lagi,bisakah kau membiarkan ku untuk tidak perlu di ikuti oleh anak buah mu itu!aku merasa cukup tidak nyaman dan tidak bisa bebas!"ucap Italia sekarang dengan wajah memohon-mohon dan senyum bak anak kecil.
"tidak bisa!"bantah Atalia tegas dan lantang,bahkan Italia sampai terkejut dengan jawaban cepat Atalia.
"kenapa!?"tanya Italia.
__ADS_1
"kalau permintaan itu aku sama sekali tidak bisa menyetujuinya!! seseorang sedang berkeliaran di luar dan dia ingin balas dendam padaku!,karna dia tidak bisa menyentuh ku aku khawatir dia akan menarget kan mu"jelas Atalia singkat berharap saudara nya itu bisa mengerti.
"aku juga akan menambah beberapa orang untuk menjaga mu 24 jam!"ucap Atalia dengan nada tegas dan tak boleh di bantah.
Italia yang mendengar penjelasan Atalia menghela nafas panjang,ia merasa kasihan pada saudara nya itu karna tidak bisa tenang selalu saja ada masalah dan musuh,"sebenarnya aku bisa menjaga diri ku sendiri,sebaiknya kau yang harus hati-hati jangan sampai mereka menyentuh mu,aku tidak ingin kau kenapa-napa!"ucap Italia mendekat ke arah Atalia kemudian memeluk nya.
"terima kasih,tidak perlu menghawatirkan ku mereka bukan lah apa-apanya untuk ku!"ucap Atalia membalas pelukan Italia dengan sangat erat.
Atalia melepaskan pelukan nya dan menatap Italia lekat,"kau harus mandi agar bisa beristirahat dengan nyenyak malam ini!"ucap Atalia.
"aku sangat malas mandi aku sudah sangat mengantuk sekali!"ucap Italia.
"tidak bisa kau harus mandi setelah itu turun ke bawah,aku akan meminta pelayan membuatkan mu sup!"ucap Atalia kemudian bangkit dan keluar dari kamar itu meninggal kan Italia yang mendegus kesal.
***
setelah meminta pelayan membuatkan sup untuk Italia,Atalia mengambil ponsel nya dan menghubungi David.
baru saja ia menghubungi,David langsung mengangkat nya.
''lalu kenapa kau juga belum tidur?"tanya balik Atalia.
📞"itu...itu karna aku masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan malam ini juga''jawab David mendengar suara dingin dan datar Atalia dari balik telfon.
''apa benar kau sedikitpun tidak istirahat dan makan seharian ini?''tanya Atalia lagi.
David mengerti sekarang,Pitter pasti sudah memberitahu Atalia.
📞''maafkan aku,aku terlalu fokus bekerja hingga lupa istirahat dan makan"ucap David menghela nafas,ia tidak bisa berbohong lagi pada Atalia.
''Jika kau ingin mati dengan cepat sebaiknya jangan datang dan hubungi aku lagi,hubungan kita tidak perlu di perpanjang lagi!"nada Atalia begitu tegas dan serius,setelah mengatakan itu langsung memutuskan telfon.
Italia yang sedari tadi sudah turun mendengar Atalia yang berbicara begitu tajam dan dingin pada orang di balik telfon dan ia yakin itu adalah David,''dia berbicara begitu kasar dan dingin,apakah tidak takut David akan ilfil dan marah padanya,dan pada akhir nya akan setuju putus!"gumam Italia.
Atalia yang melihat Italia berdiri diam di sana langsung menghampirinya,''ayo makanlah,sup nya sudah di buat!''ajaknya dengan wajah hangat seperti orang yang tidak marah barusan.
Italia menganggukkan kepala kemudian mengikuti Atalia berjalan menuju meja makan.
__ADS_1
***
di sisi lain
Pitter yang baru sampai di apertemen nya,sangat terkejut melihat David ada di dalam rumahnya bahkan aura disekitarnya sangat dingin dan sangat mencengkam.
''David kau membuat ku terkejut saja,kenapa kau tiba-tiba berada di rumah ku?"tanya Pitter dengan jantung yang masih tidak tenang karna terkejut dan takut dengan aura David sekarang.
''siapa yang meminta mu mengadu pada Atalia?''tanya David menatap Pitter dengan tatapan tajam bak ujung pisau.
''I..i..itu karna aku khawatir pada mu,aku takut kau jatuh sakit jika seharian tidak makan dan istirahat,kau tidak mendengar kan ku karna itu aku meminta bantuan nya''jelas Pitter kesusahan berbicara.
"kau tahu dia sangat marah padaku!bahkan hubungan kami jadi taruhan nya!"ucap David dengan nada dingin.
''benarkah?...aku akan mengadu lagi jika kau melakukan hal yang sama seperti hari ini!"tutur Pitter cepat dan berani,yang langsung mendapat tatapan tajam dari David.
''kau berani!!"geram David.
''tidak-tidak!"jawab Pitter cepat dengan keberanian yang tiba-tiba menciut.
David memijat dahinya dan menghela nafas,ia sangat khawatir dan takut karna Atalia yang sekarang sedang marah padanya,terlebih tidak mau mengangkat telfon nya.
*****
bersambung....
jangan lupa
like...
komen...
vote...
dan share...
terima kasih banyak
__ADS_1