RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
perencanaan operasi


__ADS_3

"kenapa kau tidak menatap ku?"tanya David berjalan perlahan mendekati Atalia.


Atalia tidak menjawab apapun,ia masih tidak melihat David,hingga tiba-tiba ia merasakan David memegang tangan nya.


"kenapa kau merahasiakan penyakit mu dari ku?"tanya David,namun tak ada jawaban dari Atalia hanya terdengar isakan tangis.


"kau menyembunyikan nya dari ku karna takut aku sedih?aku lebih sedih setelah mengetahui nya dengan cara ini!kenapa kau begitu tega?"Suara David sedikit meninggi.


Atalia menitikan air mata nya dan membuka selang oksigen yang terpasang di hidung nya.


"lalu apa?apa yang harus ku lakukan?kau ingin aku memberi tahu mu!aku lebih tidak bisa Dav!''isak Atalia menatap David dengan linangan air mata nya.


"kamu fikir aku mau seperti ini!!aku juga gak mau!!!aku menderita!tubuh ku sakit!!hati ku juga sakit!"tangis Atalia membuat David langsung memeluk nya.


"aku juga gak mau kayak gini..aku mau hidup sehat dan hidup bahagia bersama pasangan nya seperti orang-orang!"Ucap Atalia dengan suara yang kecil namun parau.


"aku juga gak mau sakit!"tangis nya memukul-mukul punggung David dengan tangan lemah nya.


David sadar dengan yang di lakukan nya sekarang,ia melepaskan Atalia dan memasang kembali selang oksigen pada Atalia,kemudian menghapus air mata wanita itu,"jangan menangis lagi aku minta maaf,aku yakin kamu pasti bisa melewati nya,kita akan melewati nya bersama oke"ucap David mengusap wajah Atalia yang basah.


"aku akan selalu bersama mu,sebalik nya kamu harus bertahan untuk ku!"ucap David.


tiba-tiba pintu di ketuk membuat David menyuruh orang di luar untuk masuk,dia yang tak lain adalah dokter Paul.


"selamat malam nona tuan!"sapa Paul dengan melirik sedikit ke arah David.


''kamu siapa?"tanya David menatap Paul dengan tatapan mengintimidasi.


"Dia adalah dokter pribadi ku,dia yang akan merawat dan memandu kemoterapi ku"jelas Atalia agar David tidak salah paham.


David sedikit tidak senang kalau dokter pribadi Atalia adalah seorang pria tapi demi kesehatan Atalia ia tidak akan begitu mempermasalahkan nya.


''lagi pula aku jauh lebih tampan darinya!"gumamnya.

__ADS_1


Paul merasa tatapan David pada nya seperti menatap seorang musuh,"sepertinya nona mempunyai pasangan yang posesif"gumam nya menghela nafas berat.


"biarkan saya memeriksa kondisi nona dulu"ucapnya,kemudian memulai pemeriksaan menyeluruh kepala Atalia.


David memperhatikan dengan baik-baik,setiap pergerakan Paul tak lepas dari pandangan nya membuat Paul merasa canggung jadi nya,tapi ia berusaha untuk fokus.


"sudah sampai tahap ini,tidak banyak waktu lagi"gumam Paul sembari memeriksa kepala Atalia fokus dengan sebuah alat pendeteksi.


"Zacky dan Gladin belum juga ada kabar,mereka bahkan tidak mengangkat telfon ku!"gumam nya lagi kemudian melepaskan alat yang terpasang di kepala Atalia.


"Bagaimana?apakah memang semakin memburuk?"tanya Atalia berbicara di balik alat bantu oksigen.


Paul memaksakan senyumnya,ia tidak mungkin mengatakan yang sebenar nya yang akan membuat Atalia merasa putus asa,"nona tenang saja,kita akan melakukan kemoterapi sebelum dokter itu di temukan,yang terpenting nona hanya perlu semangat!"ucapnya.


"Saya yakin dengan dorongan tuan muda David nona pasti bisa bertahan"ucapnya lagi melihat ke arah David,ia kembali ingat dengan keputusan Atalia akan melawan kanker dan ia yakin kalau pria di depan nya itu adalah alasan nya.


"Tuan muda,boleh kah kita berbicara empat mata?"tanya Paul melihat David.


Atalia merasa pernafasan nya sudah baik-baik saja jadi dia melepaskan alat oksigen itu setelah David dan Paul keluar menuju balkon ruangan itu.


"apa yang ingin mereka bicarakan!"gumam nya benar-benar tidak nyaman terus tertidur di atas ranjang,tapi ia tidak bisa melakukan apapun.


***


"Untuk beberapa hari kedepan kita akan melakukan kemoterapi pada nona Atalia sebelum operasi di lakukan,saya harap tuan bisa menemani nya dan menudukungnya!"jelas Paul.


"meskipun kamu tidak mengatakan nya aku juga akan melakukan nya!"Ucap David cepat dan lugas.


"...kondisi nona Atalia sebenar nya sudah sangat parah,ada banyak orang pengidap kanker otak jika sudah dalam fase ini mereka sudah tidak bisa bertahan,dan jika melakukan operasipun itu hanya 45 persen,dan sisanya kita hanya bisa berdoa"Paul menghembuskan nafas pelan setelah mengatakan nya.


David merasa sesuatu menghantam dadanya saat mendengar kemungkinan sembuh Atalia yang sedikit,ia merasa tidak terima namun ia juga tidak bisa menutup telinga akan hal itu,ia berbalik dan kembali masuk menemui Atalia.


"kenapa kau membuka alat oksigen nya?"tanya David panik saat melihat Atalia yang tak memakai tabung oksigen lagi.

__ADS_1


"pernafasan ku sudah baik-baik saja!!tidak perlu memakai nya lagi"Atalia menghentikan tangan David yang akan memasang kembali alat bantu oksigen itu lagi.


David menoleh ke belakang melihat Paul yang juga sudah masuk!,"apakah memang sudah tidak apa-apa lagi?"tanya nya.


Paul melihat kondisi Atalia yang memang tampak sudah bernafas teratur,"tidak ada masalah lagi meskipun melepaskan nya!"ujar nya.


"permisi tuan ini adalah makanan untuk nona ini"ujar seorang suster dengan membawa nampan berisi bubur nasi dan air putih.


"oh iya terimakasih"David menerima nampan itu.


"maaf dokter Paul,tuan Albert dan dokter lain nya sudah menunggu anda di ruang rapat"ucap nya pada Paul.


"akh ia baiklah!"ucap Paul hampir saja ia lupa akan hal itu,sebelum ia keluar ia permisi pada Atalia dan David.


***


di ruang rapat tuan Albert dan Paul bersama dengan dokter-dokter ahli kanker otak lainnya,melakukan rapat untuk melakukan kemoterapi untuk Atalia,juga operasi yang akan di lakukan beberapa hari kedepan, bagaimanapun juga mereka tidak bisa bergantung dan menunggu sampai dokter tangan dewa di temukan,mereka juga harus melakukan persiapan operasi jika seandai nya dokter tangan dewa itu tidak di temukan.


Dan Dokter Paul yang sebagai dokter senior dari mereka semua terpilih menjadi ketua untuk operasi Atalia,meskipun Paul tidak yakin kalau ia bisa menyembuhkan Atalia ia lebih tidak yakin pada dokter-dokter di sana,ia pasti belajar lebih lagi agar bisa berhasil melakukan operasi.


"mohon kerja sama kita semua"ucap Paul membungkuk kan tubuh.


"saya sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada otak pasien,tumor nya sudah hampir mengeuasai otak"ucap Paul sembari membagikan kertas prin kondisi otak Atalia saat ini.


setelah membagikan nya pada dokter-dokter dan juga tuan Albert,Paul kembali ke kursi nya,"Kita perlu mempelajari kanker ataupun tumor ganas yang sekarang di derita pasien,karna saya yakin tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha meskipun sudah dalam fase terakhir tuhan bisa mengubah segala sesuatu!"ucap Paul dengan meyakin kan para dokter yang berada di sana,ia tahu mereka takut operasi akan gagal.


''yang harus kita lakukan lebih dulu yaitu bagaimana kita harus memperlambat pertumbuhan kanker dan memperkecil ukuran tumor!jika kita berhasil melakukan nya sebelum operasi,saya yakin operasi akan berhasil!"tambah Paul lagi meyakinkan rekan-rekan dokter nya untuk pengobatan Atalia.


"ya!"Jawab mereka serentak.


"saya harap kita bisa revisi dan evaluasi kondisi kanker yang di derita!terima kasih"ucap Paul mengakhiri ucapan nya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2