
Di dalam ruang rapat yang luas berjajar kursi-kursi di satu meja yang panjang,ada sekitar 50 orang duduk disana berbincang-bincang sembari menunggu kedatangan Jayn.
hingga saat pintu terbuka lebar terlihat Jayn dengan setelan jas hitam rapi,rambut yang tersisir rapi dan dengan sepatu mengkilap,ditambah dengan tubuhnya yang cukup tinggi hingga memberi kesan elegan dan berwibawa.
50 orang yang sebagai direktur ataupun pemegan saham berdiri untuk menyambut kedatangan Jayn yang ditemani oleh sahabat nya Ricom yang juga berpakaian jas rapi,dan berjalan di belakang Jayn.
Jayn duduk di kursi khusus CEO dengan sahabat nya yang akan menjadi asisten pribadinya,"terima kasih atas kedatangan kalian semua di sini"ucapnya dengan sopan dan dengan wajah bersemangat juga cerah.
beberapa direktur dan beberapa pemegang saham sebenarnya kurang suka dan kurang yakin jika Jayn yang memimpin perusahan,semua orang tahu apa yang di lakukan Jayn selama ini yang sering melakukan keributan dan kekacauan untuk Tuan Albert bahkan pada saat Jayn bekerja sama sekali tidak konsisten dan sangat pemalas terlebih tidak hebat dan jenius dalam berbisnis ataupun dalam bidang apapun,sangat jauh berbeda dengan Tuan Albert ayahnya.
"bagaimana mungkin kami tidak datang ini adalah hari yang sangat penting"ucap salah satu pemegang saham.
"benar,kami hadir karna menghormati Tuan Albert dan sangat khawatir dengan kondisinya sekarang,kau benar-benar membawa Tuan Albert bersama mu kan?"tanya seorang pemegan saham lainnya.
Jayn memasang wajah sedih,"aku tidak tega melihat kondisi Ayahku,dan itu sangat menyakit kan bagi ku sebagai putra satu-satu nya!"ucap Jayn dengan menyeka mata nya yang merah.
"kami turut prihatin atas kondisi Tuan Albert,padahal dia adalah seorang pembisnis yang hebat tapi sekarang sudah tidak bisa melakukan apapun lagi!"ucap direktur umum.
"membahas orang tua itu benar-benar membuat ku bosan"gumam Jayn memasang wajah kesal di balik wajahnya yang tampak di permukaan saat ini sedang sedih.
"ini sudah hampir jam 12,apakah Tuan Albert akan datang di akhir rapat atau akan datang sebentar lagi Tuan Jayn?"tanya direktur umum lagi melihat ke arah pintu kemudian menatap Jayn.
"Tunggu sebentar lagi seharunya ayah ku akan sampai sebentar lagi!"ucap Jayn melihat arlojinya tampak tidak sabar.
"baiklah ini juga belum jam 12 kita bisa menunggu kedatangan Tuan Albert"ucap seorang pemegang saham lain.
__ADS_1
"benar,lagi pula Tuan Albert pasti sagat ingin melihat putra nya,kita juga bisa menunda waktu menunggu nya"ucap seseorang lagi.
Tapi setelah waktu berlau 25 menit,dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 12.55 tapi Tuan Albert belum juga muncul membuat Jayn kesal dan tidak senang,"sialan apakah rumah sakit begitu jauh sampai-sampai menjemput orang tua lumpuh itu butuh waktu yang begitu lama!"ucapnya berdecak dalam hati.
Ricom membisikkan sesuatu ditelinga Jayn,membuat Jayn mengangguk.
"maaf semuanya atas keterlambatan papa saya,mungkin jalan sedang macet jadi lebih baik kita lakukan saja,saya takut kalian juga sangat sibuk dan mempunyai jadwal lain"ucap Jayn setelah Ricom selesai berbisik.
"sebenar nya tidak masalah jika menunggu Tuan Albert beberapa menit lagi"ucap direktur umum yang di setujui oleh beberapa lainnya tapi juga ada beberapa yang tidak setuju karna seperti yang di katakan Jayn jadwal mereka sibuk.
"Saya juga sebenarnya ingin papa berada di sini dan menyaksikan keinginan nya untuk saya menjadi penerusnya,tapi baru saja asisten saya mendapat pesan dari dokter kalau ayah saya akan datang satu jam lagi karna tiba-tiba ada halangan yang tidak bisa di selesaikan secepatnya"tutur Jayn dengan kalimat yang tampak sedih.
50 orang itu mengangguk-angguk paham dan setuju melakukan acara pelantikan Jayn menjadi Pengganti Tuan Albert.
kemudian direktur umum berdiri dan membuka buku Agenda,tapi sebelum itu ia membuat kata sambutan,"terima kasih atas kedatangan rekan-rekan saya yang berada sini,kita tahu kondisi Tuan Abert saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan,jadi Kita sebagai rekan sekaligus bawahan Tuan Albert kita harus membantu mengajari Jayn putra nya untuk memimpin perusahan ini kedepannya agar menjadi seperti keinginan Tuan Albert"ucap direktur umum tersebut.
"baiklah sebelum nya tuan Jayn saya akan membaca kan syarat-syarat dan ketentuan untuk menjadi CEO yang baik dan benar terlebih dulu,sebelum ke intinya"tutur direktur itu membuat Jayn mengangguk paham.
Direktur umum tersebut membuka buku Agendanya,pada saat ia akan mulai berbicara lagi tiba-tiba saja pintu terbuka dengan lebar dan kuat membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu menoleh ke arah pintu dengan bersamaan.
dan betapa tertegun nya mereka melihat pria paruh baya yang tampan tinggi dan gagah juga elegan itu di balut dengan setelan jas rapi,tubuh nya bahkan tampak tak sedikitpun cideranya.
''Tuan Albert''ucap ke 50 orang itu serentak dengan suara kecil seperti bergumam bahkan mereka berdiri dengan perlahan saking terkejutnya.
Bahkan Jayn sendiri hampir tidak percaya dan merasa seperti mimpi melihat Tuan Alebrt yang ia tahu sudah lumpuh seumur hidup,sekarang berdiri di ambang pintu dengan tubuh yang sehat dan bugar juga aura nya yang tegas dan tatapan tajam-nya membuat Jayn sekarang kesusahan menahan berat badan nya.
__ADS_1
''bukan kah dia sudah lumpuh untuk seumur hidup''gumam Ricom teman Jayn yang sedari tadi setia berdiri di belakang Jayn.
"A..a..a..ayah"ucap Jayn kesusahan untuk berbicara sekarang bahkan wajah nya pucat pasih seperti orang yang tak punya darah.
"Bukan kah tuan Albert di kabarkan lumpuh seumur hidup karna tulang-tulang nya hancur akibat jatuh pada saat bugue jumping itu!"bisik-bisik Orang-orang di ruangan itu dengan sangat tidak percaya,karna beberapa terakhir ini berita tv dan youtobe selalu membicarakan pembisinis jenius yang jatuh pada saat melakukan bugee jumping dan di fonis akan lumpuh seumur hidup dan juga bisu untuk selamanya.
"mungkinkah berita itu palsu?"
"tapi bagaimaba mungkin?kenapa berita seperti itu perlu di palsu kan!"ucap orang-orang itu lagi masih berdiam diri di tempat menatap Tuan Albert yang sekarang berdiri di ambang pintu dengan memasukkan tangan ke saku dan menatap ke arah Jayn dengan tatapan datar terkesan tegas.
Jayn kesusahan menelan salvia nya,kini ia berubah keringat dingin terlebih mendapati tatapan Albert yang sedari tadi terus melihat ke arah nya bahkan tanpa berkedip sedikitpun.
bersambung....
jangan lupa like...
komen...
vote...
komen...
rate...
terima kasih banyak semuanya🙏🙏
__ADS_1
ntar kita lanjut lagi😊
hari ini cuma up 1,besok up 3 ya✌🙏