RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Cairan beku


__ADS_3

Jika melakukan operasipun takut nya tidak akan bisa karna kondisi Atalia yang sekarang tidak memungkin kan untuk pengangkatan tumor nya,terlebih itu bukanlah masalah utama nya saat ini namun akan menjadi masalah utama jika sampai otak dan jantung Atalia membeku yang akan membuat seluruh organ dalam Atalia membeku.


jadi mereka hanya bisa mengeluarkan cairan aneh itu dari tubuh Atalia yang sekarang menjadi masalah utama Atalia sekarang yang sudah mengalir entah kemana-mana.


***


David duduk di kursi yang di sediakan di luar ruangan itu,tatapan nya kosong ia meyakin kan dirinya kalau Atalia akan baik-baik saja ia yakin setelah Atalia operasi besok keadaan nya akan baik-baik saja tanpa ada kanker lagi mereka akan bisa menikah dengan tenang dan hidup bahagia,itulah yang ada di pikiran David untuk menghilang kan pikiran yang tidak-tidak.


sedangkan Italia mondar-mandir di depan ruangan itu dengan menutup mulut nya agar tidak mengeluarkan suara tangisnya,ia bahkan tidak ingat untuk menelfon siapa-siapa,pikiran nya kalut sekarangat,''Atali kamu pasti kuat,kamu adalah wanita yang paling hebat dan paling kuat yang pernah ku temui dalam hidup ku,ku mohon berjuanglah!"ucapnya dalam hati dengan terus menangis.


di saat itu juga terlihat beberapa dokter yang terburu-buru masuk kedalam ruangan itu,mereka langsung mengunci pintu otomatis itu.


Tatapan David begitu kosong,bahkan saat para dokter yang baru saja masuk dengan terburu-buru tidak membuat mata nya bergerak,ia berusaha menahan diri agar tidak berfikir macam-macam.


Tuan Albert dan Asisten nya datang dan melihat David dan Arkana yang berada di luar ruangan dengan bersikap aneh, seketika pikiran nya langsung melayang,buru-buru ia menghampiri David yang sekarang duduk di kursi depan ruangan itu.


"David apa yang terjadi?kenapa kalian berada di luar?"tanya Tuan Albert pada David namun tak mendapat jawaban dari putra nya itu,bahkan David tidak menoleh sama sekali pada papanya itu.


Asisten itu bertanya pada Italia,"apakah nona Atalia sedang melakukan operasi?"tanya nya,namun terkejut saat melihat Italia yang menangis.


"ada apa?apa yang terjadi?"tanya tuan Albert menghampiri Atalia yang sekarang masih menangis.


"Atali tadi tiba-tiba kesusahan bernafas tubuh nya menjadi sangat dingin!"jawab Italia menangis dengan sekitar mata yang sangat merah.


"ke..kenapa bisa menjadi seperti itu,bukan kah dia sudah semakin baik hanya operasi lagi dia akan sembuh!"ucap tuan Albert menutup mulut nya dengan tidak percaya.


flasback off


setelah masuk keruangan Atalia,Xia yang sudah menyamar sebagai dokter itu tersenyum senang di balik masker nya,kemudian mencari keberadaan Atalia hingga tatapan nya berhenti saat menemukan keberadaan orang yang di carinya.

__ADS_1


"bagus hanya ada si bodoh itu di sini!"gumamnya dengan seringai jahat kemudian perlahan-lahan melangkah kan kaki mendekati Italia yang duduk di sisi tempat tidur Atalia.


namun ia langsung berhenti saat seseorang tiba-tiba berbicara dari arah belakang nya,''apakah kau dokter spesialis kanker otak untuk nona Atalia juga disini?"tanya orang itu yang menjaga di sana.


Xia sangat terkejut mendengarnya tapi ia berusaha menteralkan pikiran nya dan berbalik melihat dokter yang berdiri di belakangnya sekarang,''akh bukan,aku hanya di suruh dokter Paul untuk memeriksa keadaan nona Atalia!"ucap Xia berusaha,sebenar nya ia sudah mencari tahu kalau David keluar dari ruangan itu bersama dokter bernama Paul,dan ia lebih percaya diri saat mengetahui David tidak menjaga Atalia karna itu akan sangat mudah baginya.


"dokter Paul?bukan nya tadi dia baru saja dari sini kenapa meminta mu memeriksa nya lagi!"ucap dokter itu dengan wajah bingung.


"aku juga tidak tahu,aku hanya mengikuti perintah saja!"ucap Xia yang menyamar sebagai dokter.


"kalau begitu aku akan langsung memeriksa keadaan pasien dulu,dan segera keluar!"Xia berbicara dengan begitu tenang tidak mau berlama-lama di ruangan itu,kemudian berbalik dan kembali melangkah kan kaki nya mendekati Italia dan Atalia.


Tapi Xia sangat geram saat mengetahui kalau dokter yang baru saja berbicara dengannya itu terus mengikutinya.


"kurang ajar,kenapa dokter si**an ini masih mengikuti ku!"gumam nya dengan menahan emosi,tapi masih melangkah kan kakinya.


Italia menoleh ke arah dua dokter yang sekarang berdiri di sisi tempat tidur Atalia.


"Dokter Paul menyuruh dokter ini kembali memeriksa nona Atalia!"jelas dokter yang tadi berbicara dengan Xia.


"oooh!silahkan!"ucap Italia menoleh ke arah dokter yang memakai masker dan kaca mata itu dengan tersenyum,tapi kemudian ia mengerutkan kening nya merasa tidak asing saat melihat mata dokter itu.


"sialan,bagaimana bisa aku menyuntikkan cairan ini jika kedua orang ini masih melihatku!"gumamnya dengan menahan geram dan kesal.


"tidak bisa,aku tidak boleh gagal,jika tidak bisa membunuh nya hari ini aku tidak akan pernah punya kesempatan lagi lain kali!"gumam nya lagi memperhatikan wajah Atalia yang masih tidak sadarkan diri.


''oh ia aku lupa membawa stetoskop ku,boleh aku meminjam milik mu?"tanya Xia membuat dokter itu mengerut kan kening nya heran dan merasa lucu.


''lucu sekali,ingin memeriksa pasien tapi lupa membawa alat yang di butuhkan!"ucap dokter itu menggelengkan kepala dan berjalan pergi keruangan nya untuk mengambil steteskopnya.

__ADS_1


"oh astaga aku sampai lupa,tolong beritahu dokter itu aku ternyata membawanya!"ucap Xia yang menyamar menjadi dokter menunjukkan stetsekopnya.


"Pak dok..."baru saja Italia akan berteriak memanggil dokter itu,Xia langsung menghentikan nya.


"jangan beteriak sebaiknya pergi dan katakan saja,tidak baik untuk kesehatan pasien!"ucap Xia dengan nada lembut.


"oh iya,baiklah!"ucap Italia menatap dokter itu dengan aneh tapi kemudian pergi juga menghampiri dokter yang ternyata sudah masuk keruangan nya.


melihat Xia yang tidak akan berbalik lagi,buru-buru ia mengeluarkan suntik nya dan tersenyum jahat dan dengan kasar membalikkan tubuh Atalia dan langsung mendekatkan jarum suntik nya ke belakang bahu Atalia.


ia terus menekan jarum suntik itu hingga cairan dalam suntik itu habis,setelah habis ia tersenyum iblis kemudian mengambil satu suntik lagi yang juga sudah di isi sebelum ia menyuntikkan nya lagi ia memperhatikan apakah kedua orang itu sudah kembali,melihat mereka belum juga kembali Ia dengan cepat dan mendekatkan jarum suntik nya lagi hingga menembus belakang bahu Atalia hingga cairan itu benar-benar habis.


''mencari masalah dengan ku berarti Sama saja mencari mati!"ucapnya dengan tersenyum iblis.


ia menepuk-nepuk wajah Atalia yang masih belum juga sadar,''setelah ini kau tidak akan pernah membuka mata mu ini lagi,karna cairan beku ini akan membuat seluruh organ dalam tubuh mu menjadi beku dan jalan satu-satu hanya mati membeku!"sinis nya.


"matilah dengan nyaman!karna tidak ada yang bisa lolos dari racun beku ini!"ucap nya,saat melihat wajah Atalia ingin sekali ia mencekik nya dan benar saja,ia langsung mencekik leher Atalia karena geram.


tapi Atalia tak memberi respon apapun meski ia di cekik dengan sangat kuat,untung saja itu cekikan singkat.


setelah Kedua orang itu kembali ia langsung melepaskan tangan nya dan buru-buru memasukkan kedua suntik nya kedalam saku.


"aku sudah memeriksanya dan dia benar-benar sudah baik,dan mungkin sebentar lagi akan pulih,aku akan keluar dan melaporkan nya pada dokter Paul!"ucap Xia pada kedua orang itu membuat Italia dan dokter itu merasa aneh sekaligus heran tapi mereka juga menghela nafas dan membiarkan dokter itu keluar.


"permisi!"ucapnya,saat sudah hampir sampai di pintu ia menoleh ke belakang dan tersenyum devil.


''jika dalam 20 menit tidak ada memeriksa dan mengani nya,maka hari ini adalah hari terakhir mu!"ucapnya dalam hati kemudian keluar dari ruangan itu.


*flasback on.

__ADS_1


bersambung*...


__ADS_2