
"David,kakek mu menelfon ku tadi kata nya kau harus pulang"ucap Pitter menghampiri David yang berkutat dengan labtob nya.
"Hm,siapkan keberangkatan malam ini"ucap David menutup labtob nya,kemudian berdiri dengan memasukkan tangan nya ke dalam saku,kemudian menoleh jam tangan nya.
"Aku masih harus mengklarifikasi masalah penuduhan tak berdasar itu"ucap David lagi.
"Oh itu,tenang saja aku sudah siap kan nya sekarang sudah ada banyak reporter dari berbagai liputan media yang menunggu,kita bisa berangkat sekarang"ucap Pitter dengan percaya diri.
"Baguslah,Dimana wanita itu?dia juga harus ikut"ucap David,yang membuat pitter menghela nafas panjang.
"Ya aku tau,dia sudah siap bahkan dari tadi sudah menunggu mu di luar,tapi dia tidak tahu kemana kau akan membawa nya pergi"ungkap Pitter menjelaskan.
...
Akhir nya ketiga nya sudah berada di dalam mobil,Atalia sama sekali tidak tahu kemana iya akan di bawa pergi oleh dua pria asia itu.
"Kenapa dia harus berpenampilan seperti itu"gumam David melihat penampilan Atalia yang cantik,namun terlihat begitu polos dan natural karna tidak memakai make up sedikit pun,meski iya masih memakai kaca mata nya,namun kaca mata nya tidak seperti biasa.meski begitu tentu saja mampu membuat siapa pun melihat nya akan jatuh cinta dengan kecantikan natural dan polos itu.
Atalia merasa tatapan David begitu tidak senang,sehingga iya hanya bisa menunjukkan senyum kaku.
David membuang tatapan nya ke arah luar jendela dengan dingin.
Atalia mendegus halus,juga membuang tatapan ke kaca mobil melihat bayangan nya di sana.
Setelah beberapa menit,mobil itu berhenti di depan sebuah gedung Stasion tv di mana sudah banyak reporter dari berbagai liputan media.
Atalia terkejut saat ada begitu banyak orang yang merapat dan berdesak-desakan ke mobil mereka,mereka juga menyiap kan kamera,hingga para bodygard dengan pakaian rapi turun tangan menyuruh para repoter untuk mundur dan memberi jalan untuk Tuan nya.
Pitter lebih dulu turun kemudian membukakan pintu untuk David juga Atalia.mereka berjalan dengan di kelilingi para bodygard demi keamanan juga aksi para reporter yang gila informasi itu.
__ADS_1
"Tuan!!tolong beri sedikit saja sanggahan anda tentang tuduhan putri Zahra!!"
''Nona,apa anda menerima tuduhan itu?atau tuduhan itu memang benar?"
"apa itu hanya kesalah pahaman?"
''Apa nona akan membawa masalah ini kejalur hukum?atau menyelesaikan nya dengan baik dengan keluarga Kerajaan?"
''Kami akan menjawab semua pertanyaan kalian di dalam''jawab Pitter dengan tegas pada para reporter itu,dan mengikuti David juga Atalia.
...
Dengan banyak kamera dari berbagai stasion tv dan liputan media,cahaya-cahaya kamera seperti kilat ke arah Atalia David juga pitter yang duduk di depan para reporter.
''Bagaimana pendapat anda tuan tentang tuduhan Putri Zahra mengenai wanita anda?"tanya seorang reporter.
''mengenai tuduhan itu,tentu saja saya sebagai suami nya tidak terima,pertanyaan saya pada Putri Zahra apa anda mempunyai bukti yang kuat karna tuduhan tanpa dasar yang kuat sama saja dengan fitnah,dan saya yakin di negara ini mempunyai hukum tuduhan palsu,dan hukum pencemaran nama baik"ucap David menatap kamera dengan tatapan tenang.
''meski pun seorang putri kerajaan tentu saja tidak punya hak untuk menuduh sembarangan,dan masih harus terkena sangsi hukum''ucap David lagi.
para reporter yang ada di sana mengangguk setuju dengan pernyataan David,Karna Zahra memang sama sekali belum memberi bukti namun langsung mengatakan nya dengan langsung dan lantang.
''bagaimana jika Putri Zahra mempunyai bukti?"tanya salah seorang reporter lagi.
''tentu saja kami akan menerima bukti nya,dan akan menerima sangsi hukum sesuai hukum negara ini''jawab David dengan tenang.
sedari Tadi David berbicara Atalia sama sekali tak menatap nya,namun sejujur nya iya merasa terharu dengan pembelaan David pada nya,iya bahkan tidak menyngka Pria yang sudah berstatus suami nya itu akan mengklarifikasi tuduhan Itu,rasa yang aneh kembali muncul dalam hati nya,biasa nya iya akan langsung membuang rasa itu,namun entah kenapa iya tak sanggup langsung membuang rasa aneh itu.
''perasaan apa sebenar nya ini?"gumam nya,menatap wajah David yang terus menjawab pertanyan-demi pertanyaan.
__ADS_1
Pitter menyadari tatapan Atalia,yang berbeda dengan biasa nya pada David,"tatapan seperti ini sangat langka dari nya,apa kali ini dia benar-benar tersentuh?"gumam Pitter yang memang tak pernah tak memperhatikan gerak-gerik Atalia saat berada di depan nya ataupun di sekitar nya.
"Saya tunggu bukti dari putri Zahra dan sanggahan anda"ucap David dan berdiri dengan tegap dan menatap pitter.
Pitter mengangguk mengerti kemudian ikut berdiri kemudian menatap salah satu kamera dengan tajam,"Tetapi jika tuduhan nya benar-benar palsu,kami tunggu tindak lanjut dari kerajaan,kami yakin pemimpin kerajaan inggris adalah orang adil untuk memberi sangsi hukum yang ada"ucap Pitter.
"demikian klarifikasi kami tentang tuduhan yang mencemarkan nama baik nona ku"ucap Pitter menekan kalimat terakhir nya.
...
Sang ratu dan juga Zahra yang menonton klarifikasi Itu yang sudah di siarkan dari berbagai liputan media dan akun youtube juga siaran tv,menjadi gelagapan karna mereka memang tidak mempunyai bukti sama sekali.
"mom,bagaimana ini hiks!!"tangis Zahra yang 2 hari ini selalu menangis.
Sang Ratu tersenyum sinis,"tenang saja di balkon kamar tempat kejadian itu sebenar nya ada sebuah cctv asalkan...."ucap sang ratu kemudian menatap tajam Zahra.
"asalkan memang benar dia pelaku nya,dan dia berada di sana"ucap Ratu.
Zahra terkejut,kemudian mengangguk dengan yakin,"Benar mom,aku yakin bahkan saat dia membuka mata nya tiba-tiba dan berubah seperti iblis,aku masih sadar dan melihat dengan jelas!!!,bahkan....bahkan aku melihat dia...di balkon kamar itu tersenyum merendah kan ku!!"tangis Zahra kembali pecah.
Sang ratu kembali iba pada putri nya itu,"tenang saja,mommy pasti akan memberi mu keadilan dan memberikan hukuman yang tak akan pernah di lupakan nya seumur hidup"ucap sang ratu dengan senyum iblis.
"terima kasih mom"ucap Zahra langsung memeluk sang ratu dengan erat.
"kami juga mempunyai bukti,karna di dalam kamar itu kami....kami...sebenar nya...sudah menyiap kam kamera sebelum nya...dan kami...kami juga sudah menonton nya"ucap teman-teman Zahra dengan gugup dan takut.
...
like..komen...vote ya🤗
__ADS_1