
David berjalan membuka pintu dengan perasaan kesal, ingin sekali ia menghancurkan orang yang berada di balik pintu karna sudah mengganggu nya.
"selamat pagi tuan maaf menganggu waktu tuan sebentar,tuan besar menghubungi saya karna ponsel tuan tidak boleh di hubungi!", ucap pramugara itu menyerahkan ponsel miliknya pada David dengan perasaan takut dan merinding merasakan aura tuan nya itu yang sangat menakutkan seperti ingin memakan orang.
David mengambil ponsel dari tangan pramugara itu seperti merampas dengan tatapan yang tajam bak burung elang membuat pramugara itu semakin ketakutan.
"halo pa",ucapnya menyapa pria yang berada di balik telfon.
"David papa tidak mengganggu kalian kan?",tanya Tuan Albert.
"tidak,tidak sama sekali pa!",ucap David dengan nada aneh bahkan membuat tuan Albert yang mendengar nya merasakan nada suara David tidak senang dan ia merasa sudah menghubungi David di waktu yang tidak tepat.
"sebenarnya papa ingin memberitahu mu dua Minggu lagi para klien papa dan direktur-direktur perusahaan ingin bertemu dengan mu sebagai ganti CEO perusahaan kita sebelum rapat besar dan papa putuskan untuk membuat pertemuan kalian di restoran xxxx,tapi kalau kau tidak bisa datang juga tidak masalah papa akan mengundurkan waktu pertemuan nya!",ucap Tuan Albert tidak enak mengatakan nya pada David dan ia semakin merasakan aura David yang mencekam keluar dari ponsel itu.
"iya pa,tidak perlu di undur waktunya aku akan kembali menghadiri pertemuan itu!",ucap David menghela nafas panjang dan mengusap-usap rambut nya.
"baiklah kalau begitu papa tidak akan mengganggu lagi,kalian nikmati lah bulan madu kalian dan bawa kabar baik setelah kalian kembali!",ucap Tuan Albert menggoda David kemudian langsung memutuskan telfon nya sebelum David membalas ucapan nya.
David memberikan kembali ponsel itu kepada pramugara itu tanpa melihat nya dan langsung masuk ke kamar nya itu menutup pintu dengan keras membuat pramugara itu sangat terkejut.
"bagaiman bisa papa mengatur pertemuan untuk ku padahal bulan madu saja belum di mulai",decak David dalam hati kesal dengan papanya.
tapi mood Nya kembali saat melihat Atalia yang selalu memberikan nya ketenangan dan rasa damai saat melihat wajah cantik wanita yang kini sudah menjadi istri nya itu.
Atalia tersenyum"mm...mungkin sebaiknya kita melakukan nya setelah kita sampai saja a.. atau lain kali saja,rasanya di atas pesawat agak aneh!",ucap Atalia dengan berbicara Canggung.
__ADS_1
David berjalan mendekati Atalia tanpa sepatah katapun, membuat Atalia semakin gugup dan takut terlebih melihat tatapan David yang seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya,ia berjalan mundur saat David semakin berjalan mendekati nya.
karena terus mundur dan tidak menyadari tempat tidur di belakang nya membuat nya seketika terjatuh di atas tempat tidur itu.
saat ia akan bangkit David dengan cepat berada di atas tubuh nya dan mengunci nya hingga ia tidak bisa bergerak, senyum David yang menyeringai membuat Atalia merasa ngeri.
Atalia menelan saliva nya dengan bulu tubuh nya yang berdiri saat David memasukkan tangan nya kedalam pakaiannya.
"boleh kan?",ucap David berbicara dengan jarak yang sangat dekat dengan wajah Atalia yang sudah panas dan merah, bahkan ia bisa merasakan deru nafas David yang Panas dan suara yang berat.
"A...a..aku takut!",ucap Atalia dengan polosnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"jangan takut aku akan melakukan nya dengan perlahan!",ucap David terus memasukkan tangan nya ke punggung Atalia membuka pengait bra Atalia yang sempat tertunda dan menarik nya dengan mudah dan membuang nya dengan sembarangan.
Jantung Atalia tak bisa terkontrol lagi nafasnya juga tidak teratur lagi dan tubuh nya terasa panas saat David mengusap-usap perut ratanya dengan sangat lembut.
dengan pasrah Atalia menjawabnya dengan anggukan kepala,lagipula bagaimana lagi caranya ia menolak David yang sudah sah menjadi suami nya dan ia tahu itu adalah hak nya.
...
pagi hari Atalia membuka matanya dengan berat, seluruh tubuh nya terasa remuk.
ia berdesis kesakitan saat menggerakkan kakinya,"sakit sekali", desisnya kemudian memijat keningnya dan terkejut saat merasakan sesuatu yang aneh dengan tubuh nya.
"kenapa rasanya Aku tidak menggunakan pakaian!",ucapnya dengan heran kemudian dengan perlahan ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
__ADS_1
ia langsung membulat kan matanya saat melihat tubuh nya yang benar saja tidak memakai busana apapun bahkan sehelai benang pun tak ada, hingga saat mengingat kejadian semalam membuat nya terkejut,"aku melakukan hal itu semalam", ucapnya dengan syok dan dengan wajah yang tiba-tiba memerah karena malu mengingat kejadian semalam sehingga membuat tubuhnya menjadi seperti sekarang ini.
ia memejam kan matanya kuat dan langsung masuk kedalam Selimut menutupi sampai ke kepala nya, entah kenapa kepalanya rasanya berdenging mengingat bagaimana mereka melakukan nya semalam bahkan ia mengingat bagaimana ia menikmati nya di bawah tubuh David yang berotot sempurna, bahkan ia mengingat bagaimana tangan nya yang menyentuh perut David yang seperti roti sobek.
"kenapa aku harus melakukan nya semalam!",geram nya pada diri sendiri.
"bagaimana aku harus menghadapi nya nanti!", ucapnya dengan sangat malu bingung harus bagaimana berhadapan dengan David.
David keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya sehingga memperlihatkan perut kotak-kotak nya yang sempurna, pandangan nya langsung mengarah pada Atalia yang masih setia berbaring di atas tempat tidur, bayangan semalam kembali terngiang sehingga membuat sudut bibirnya melengkung padahal ia baru saja mandi dengan air dingin tapi sekarang tubuh nya kembali gerah.
Ia tersenyum smrik dan melangkah kan kakinya mendekati tempat tidur dimana Atalia tampaknya masih tertidur tapi ia yakin Atalia sudah bangun namun berpura-pura tidur.
"selangka ku sangat sakit!", lirih nya hampir menangis, namun ia merasa kan seseorang seperti nya naik ke atas tempat tidur kemudian dengan perlahan ia membuka selimut yang menutupi wajahnya dan lagi-lagi matanya membulat melihat David yang berada di atas tubuh nya.
"selamat pagi istri ku!",ucapnya membuat wajah Atalia langsung merona dan secara spontan ia langsung menutupi wajah nya.
"kenapa kau menutup wajah mu?",tanya David dengan tertawa kecil.
"kenapa kau tiba-tiba berada di atas ku!!", Ucap nya tanpa membuka wajah nya, dengan jantung yang berdebar sangat kencang dan merasa malu.
"Kenapa?apa tidak bisa!",ucap David tersenyum kemudian satu tangan nya memegang selimut yang berada di atas dada Atalia dan dengan perlahan menurunkan nya tapi dengan sigap Atalia langsung menahan nya dan menarik selimut sampai menutup setengah wajah nya dan hanya menunjukkan matanya saja.
"pffft kenapa,lagipula aku sudah melihat semua nya semalam bahkan aku menyentuh semuanya tanpa seinci pun terlewatkan!",ucap David tersenyum menyeringai menatap mata Atalia yang membuat wajah Atalia panas.
"turun dari atas tubuh ku aku ingin mandi!!",ucapnya malu ingin menghindari David.
__ADS_1
bersambung....