RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Perkara Gizi


__ADS_3

Yoria menyuruh Cherly untuk mengantarkan sarapan pada Arkana yang sekarang berada di ruang pribadinya karna sedari tadi pagi belum ada makan apa-apa.


"kenapa harus aku Tante!,lagipula aku juga belum makan",tolak Cherly dengan halus.


''sayang tidak apa-apa, dia adalah calon suamimu kau tidak kasihan sejak tadi pagi dia terus bekerja sampai lupa makan,kalian makan bersama saja lihat Tante membuat kan dua porsi makanan dalam satu piring!",ucap Yoria menunjukkan nampan di tangan nya pada Cherly.


Cherly terkejut mendengarnya,"aku akan mengantar kan nya,tidak perlu makan bersama Tante!",buru-buru Cherly menerima nya dan pergerakan dari sana.


"huft,apa yang akan ku katakan?bagaimana jika ada para menterinya disana,bagaimana mereka akan melihat ku?",gumam nya dengan sangat gugup.


setelah sampai di depan pintu ruangan Arkana yang tidak sepenuh nya tertutup,jantung nya semakin tak bisa di kontrol bahkan akan melompat keluar terlebih saat mendengar ada suara beberapa orang di dalam sana.


"oh ya tuhan bagaimana ini,mereka sepertinya masih bekerja tidak mungkin aku mengganggu mereka!",gumam nya dengan tangan yang gemetaran.


ia menggigit bibirnya dengan kesal,"akh ya sudahlah nanti saja dia makan!",gumam nya berbalik akan pergi sampai terdengar suara seseorang dari belakang nya.l


"Nona,sedang apa anda di sini?",tanya seorang pria dari belakang dia tak lain adalah asisten Arkana.


",akh gawat!", gerutu Cherly dalam hati, dengan terpaksa kembali berbalik memperlihatkan senyum terbaiknya.


"maaf sudah mengganggu,tadi saya hanya di suruh tante Yoria buat nganterin makanan ini untuk yang mulia,karna...Mak...maksud ku karna melihat kalian yang tampak masih sibuk jadi aku memutuskan untuk memberinya nanti saja!",jelas Cherly.


''oh ya sudah masuk saja,mereka juga sudah ah selesai!,saya permisi dulu nona",ucap asisten itu, kemudian berlalu pergi karna ia memang ada tugas diberi Arkana.


"Iya terima kasih!",balas Cherly,kemudian melirik ke dalam mereka memang sudah berdiri tampak nya juga mau keluar.


"Ayo Cherly,jangan gugup!",ia menarik nafas dalam-dalam dan melangkah kan kaki masuk kedalam.

__ADS_1


melihat Cherly masuk Arkana cukup terkejut melihat kedatangan Cherly dengan membawa nampan berisi makanan.


"kalau begitu kami akan keluar yang mulia!", ucap ketiga Mentri itu setelah melihat Cherly masuk,mereka berlalu pergi meninggalkan kedua sejoli itu.


"maaf sudah mengganggu,aku hanya mengantarkan makanan di suruh tante,katanya kamu belum makan apa-apa sejak tadi pagi!",Cherly berbicara dengan gugup kemudian meletakkan nampan itu di atas meja.


"aku meletakkan di sini,permisi!",ucapnya langsung berbalik setelah meletakkan nampan itu,tapi ia membulatkan matanya dengan jantung yang berdebar saat Arkana menahan tangan nya.


"a..apakah ada yang di butuhkan lagi?",tanya nya tanpa menoleh ke belakang.


"Boleh temani aku makan sebentar",ucap Arkana membuat Cherly terkejut dengan jantung yang berpacu semakin cepat,tapi tidak ada pilihan lain ia berbalik menghadap Arkana.


"ten...tentu saja boleh!",ucapnya memaksakan senyumnya,kemudian Arkana menarik tangan nya untuk duduk di sofa dengan satu tangan lagi membawa nampan.


Jantung Cherly berdebar saat duduk sangat dekat dengan Arkana,seperti posisi mereka sekarang yang duduk di satu sofa dengan berhadapan dan sangat dekat.''ya ampun kenapa melihat dengan jarak sedekat ini,dia ternyata benar-benar sangat tampan sekali juga sangat berwibawa!,pasti para putri bangsawan di luar sana mengincarnya!",gumam nya memperhatikan wajah tampan Arkana.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu apa ada sesuatu di wajahku?",tanya Arkana menyadari wanita di depan nya itu terus melihat nya.


Arkana mengerutkan keningnya dengan tersenyum tipis, kemudian melambaikan tangan nya di depan wajah Cherly barulah Cherly sadar dan langsung merasa malu.


"Kau baik-baik saja?",tanya nya dengan sengaja.


"aku baik-baik saja!",jawab Cherly ketus dengan wajah yang merona melihat ke arah lain.


"apa kau sudah makan?",tanya Arkana dengan menahan tawanya melihat betapa menggemaskan wanita di depan nya itu saat malu.


"a..aku sudah makan,aku hanya mengantarkan makanan ini untuk mu!", Ucap Cherly buru-buru tapi baru saja ia mengatakan nya sesuatu berbunyi dari bagian perutnya,sontak hal itu membuatnya membulatkan mata.

__ADS_1


"pffft!!",hampir saja Arkana kelepasan tawanya,untung saja ia masih bisa menahan nya agar wanita di depannya itu tidak merasa malu dan canggung.


"jangan berbohong, jelas-jelas kau belum makan dan sepertinya kau juga lapar sampai perut mu bunyi tuh!",ucapnya menahan tawa.


"tidak perut ku berbunyi bukan karna lapar tapi janjin di dalam yang bersuara!",buru-buru Cherly menjelaskannya.


"hmm benarkah?apa janin yang masih berusia beberapa hari bisa bersuara?",tanya Arkana menyipitkan matanya curiga.


pada saat Cherly akan mengelak lagi,Arkana langsung memotong ucapan nya,"jangan banyak bicara lagi,buka mulut mu aku sekarang!".


Cherly terdiam saat Arkana mencoba menyuapinya,dengan enggan ia membuka mulutnya membuat Arkana tersenyum dan memasukkan sendok yang sudah berisi makanan.


"Kenapa kau bisa sampai lapar begini,apa kau ingin janin di dalam perutmu kekurangan gizi?",omel Arkana.


"tidak. bagaimana bisa kau menuduh ku seperti itu,tadi aku hanya ada hal penting dan melewatkan waktu makan siang!",protes Cherly tidak terima Arkana mengatai nya dengan janin yang kurang Gizi,ia memalingkan wajah nya yang cemberut saat Arkana mencoba menyuapi nya lagi.


"Aku minta maaf,aku tidak bermaksud seperti itu",Arkana buru-buru minta maaf entah kenapa ia tiba-tiba takut jika membuat Cherly marah.


"Kau mengatakan kalau aku ingin janin ini kekurangan Gizi seolah aku tidak menginginkan nya!",ucap Cheryl dengan suara lirih dan ekspresi yang menahan tangis.


Arkana terkejut ternyata Cherly sampai ingin menangis seperti itu sepertinya ia benar-benar tersinggung,ia meletakkan nampan itu di atas meja,dan memegang kedua bahu Cherly.


"aku minta maaf,jangan menangis!",ucapnya saat setetes bulir bening menetes dari mata Cherly.


"meskipun aku tidak menyukai mu,tapi bukan berarti aku tidak menginginkan janin ini!",ucap Cheryl dengan ekspresi merengut dan menundukkan wajah nya.


tiba-tiba Arkana menjadi merasa bersalah dengan perkataan nya barusan,ia menarik Cherly kedalam pelukan nya dan mengusap-usap punggung nya dengan lembut.

__ADS_1


"aku tidak bermaksud seperti itu,bisakah kau memaafkan ku,aku tidak akan mengatakan nya lagi lain kali",ucapnya.


bersambung..


__ADS_2