
Cherly yang merupakan adik dari asisten tuan Albert,sekarang memang sedang di tugaskan oleh ayahnya yang seorang pemilik rumah sakit tempat nya bekerja ke rumah sakit kerjaan Inggris yang memang sangat terkenal.
dan sialnya,hari ini ia di tugaskan ke kerajaan untuk mengobati Mentri karna dokter kerajaan sebelum nya sedang sakit jadi ia harus menggantikan untuk mengobati Mentri,meski ia bersama dua dokter lainya yang satu tak lain adalah sahabatnya tetap saja ia gugup dan takut jika sampai raja itu mengenalinya.
"Halo yang mulia,kami di tugaskan untuk mengobati Mentri kemari!"ucap sahabat Cherly dengan berbicara propesioanal dan hormat pada raja yang sekarang ada di kamar Mentri dengan beberapa pengawal.
sedangkan Cherly tak berani mengangkat pandangan nya takut raja itu akan mengenal nya dan memasukkan nya kedalam tahanan kerajaan.
"ya silahkan!",ucap Arkana mempersilahkan ketiga dokter itu untuk mengobati Mentri yang sekarang sakit.
Arkana merasa bingung melihat salah satu dokter itu terus menunduk,ia khawatir dokter itu tidak propesional dan penakut untuk menangani pasien tapi itu di rekomendasikan oleh rumah sakit kerjaan.
Tidak ingin mengganggu dokter itu ia keluar bersama dua pengawal sedangkan dua pengawal lagi tetap tinggal di sana bersama seorang Mentri lagi.
"astaga aku lupa membawa infus kemari,Cherly bisa aku minta tolong ambil kan dari mobil ku mohon!"ucap salah satu dokter itu membuat Cherly mengangguk dan keluar dari sana bagaimanapun juga ia memang dokter junior di antara kedua orang itu.
tapi pada saat ia keluar dan berjalan cukup jauh dari kamar itu ia menemukan tiga tangga,ia bingung melihat 3 tangga besar itu karna berfiki mana yang akan membawanya keluar,''bagaimana bisa jadi ada tiga tangga,seingat ku saat kami kemari tadi sepertinya hanya ada satu!",tanya nya pada diri sendiri bingung ia harus menuruni tangga yang mana,berfikir tangga itu semua nya akan berakhir kebawah ia memilih turun tangga yang ada paling pinggir.
tangga itu sangat banyak dan panjang hingga membuat kakinya sangat sakit,saat melihat-lihat ke sekitar nya ia menjadi bingung karena di akhir anak tangga itu langsung dapat sebuah pintu yang sangat besar.
Tidak di sadari sebenar nya ia sudah nyasar,jadi ia terus melangkah kala berfikir itu adalah pintu utama karna begitu besar dan mungkin akan langsung keluar.
''tidak menyangka dalam kerajaan ternyata sebesar ini,bisa-bisa orang yang baru pertama kali kesini akan nyasar untung saja aku sedikit ingat'',gumam nya dengan suara kecil dan memegang gagang pintu besar itu dan mendorong nya.
tapi bukan nya keluar ia malah melihat kamar di balik pintu itu membuat nya sangat terkejut,tapi tiba-tiba ia melihat sesuatu yang membuat nya hampir pingsan.
di dalam sana,Arkana membuka jubahnya,untuk bersiap mandi tapi saat mendengar suara pintu terbuka ia langsung berbalik dan tak kalah terkejut melihat Cherly yang sekarang ada di ambang pintu dengan wajah bodoh nya.
__ADS_1
''kau?!untuk apa kau kemari?"tanya nya tapi Cherly belum juga sadar dari keterkejutan nya,mata nya masih berdiam pada perut otot Arkana yang sangat jelas dan indah.
''Apa ada hal penting?!!"Tanya Arkana mulai tak senang bagaimana mungkin wanita itu asal masuk dan tidak mengetuk pintu dulu.
karna suara Arkana yang memang terdengar lebih keras sehingga membuat Cherly tersadar dan langsung melihat wajah Arkana yang sekarang tampak tidak senang.
tapi pada saat Arkana akan membuka suara lagi,ia dengan cepat memotong dengan setengah berteriak karna takut dan gugup atas kelancangan nya,''Maaf kan saya yang mulia,saya nyasar!saya bersumpah tadi saya ingin keluar mengambil infus yang tertinggal di dalam mobil tapi tidak tahu ada tiga tangga dan berfiki yang paling kiri adalah jalan untuk keluar tapi ternyata malah ke kamar ini!"ucapnya hampir menangis membayangkan raja-raja di dalam dongeng yang begitu kejam dan akan memenjarakan nya.
Arkana mengerti dan ia bisa percaya dengan wanita itu karna memang ada banyak orang yang akan tersesat saat pertama kali masuk kedalam kerjaan itu,tapi wanita itu sudah sangat parah bagaimana bisa nyasar sampai kamarnya.
''Yang mulia mohon jangan menghukum saya!!saya bersumpah tidak berbohong sama sekali!"ucapnya lagi dengan membungkukkan tubuhnya.
Arkana berdecak kesal padahal ia sudah ingin mandi,dengan terpaksa ia mengambil kembali jubah nya dan memakainya kemudian berjalan ke arah Pintu tepat nya berjalan ke arah Cherly.
''Aku bisa salah paham jika kau asal masuk ke kamar ku,ayo ikut aku aka mengantar mu keluar!"ucapnya memijat kepala karna tidak habisa fikir dengan itu.
"Lain kali,jika ingin keluar minta lah pengawal yang berjaga di kamar Mentri!"ujar Arkana dengan suara datar.
''tidak akan ada lain kali,aku tidak akan pernah ikut lagi ke sini,ini sangat menakutkan!",gumam Cherly.
"ya,saya mengerti yang mulia!",ucapnya sembari terus mengikuti langkah Arkana.
***
"ngomong-ngomong aku sepertinya pernah melihat mu di suatu tempat,tapi aku tidak ingat!"ucap Arkana yang sekarang sudah kembali masuk bersama Cherly setelah mengambil kotak infus.
"Akh mana mungkin yang mulia,saya belum pernah bertemu dengan anda itu sangat tidak mungkin!"ucap Cherly cepat membuat Arkana bingung karna respon wanita itu yang terlalu berlebihan.
__ADS_1
tapi tiba-tiba seorang pria paruh baya menghampiri mereka tepatnya menhampiri Arkana,dia yang tak lain adalah asisten Arkana.
"yang mulia,utusan raja dari Belgia sudah datang!"ucap asisten itu kemudian sedikit melirik wanita yang di samping Arkana dan ia sangat terkejut saat mengingat wajah wanita itu.
"kenapa datang lebih awal,bukankah seharusnya datang siang hari?"tanya Arkan pada asisten nya itu.
"saya juga tidak tahu yang mulia!"jawab asisten itu masih menatap Cherly yang sekarang menundukkan kepal.
"apa jangan-jangan dia mengenal ku?"gumam Cherly takut.
"bukankah ini nona yang waktu itu di bandara?yang waktu itu ponselnya di injak oleh yang mulia?"tanya pria itu memastikan tapi ia sangat yakin mengenal jelas wanita itu.
wajah Cherly langsung memucat habislah dia sekarang,Arkana sudah mengingat nya.
"benarkah?apa dia wanita yang di bandara itu?",tanya Arkana menoleh ke arah Cherly yang sekarang dengan pasrah mengangkat kepalanya dan mengangguk dengan senyum paksaan nya.
"pantas saja,aku merasa pernah melihat mu ternyata kau adalah wanita yang ponselnya itu ku injak,aku minta maaf soal itu waktu itu kau tidak menerima permintaan maaf ku,"ucap Arkana baru menyadari itu.
"Akh bukan masalah besar yang mulia,hanya sebuah ponsel saja bisa di beli lagi!"ucap Cherly tersenyum masam.
",kalau kau bukan seorang raja aku pasti akan meminta ganti rugi dan mengatai mu sampai sepuas ku,tapi karna seorang raja aku jadi takut!"gumam nya yang sebenar nya membenci raja itu.
"bukankah waktu itu kau mengatakan itu sangat penting bagi mu,kalau tidak salah kau mengatakan itu adalah pemberian kakak mu!"ucap Arkana membuat Cherly menahan kekesalan nya megingat itu lagi.
"kalau kau tahu itu, kenapa di Bahas lagi!?"gerutunya tidak menyadari kalau itu di ungkapkan dan di dengar oleh kedua orang itu,tapi dengan cepat ia menutup mulutnya yang sembrono.
bersambung...
__ADS_1