
"Maaf kami tidak membuat penyambutan yang baik yang mulia!",ucap wali kota itu merasa tidak enak.
''bukan masalah besar,lagipula Kamilah yang datang tidak memberitahu lebih dulu!",Arkana berbicara pada walikota namun tatapan nya teralih pada Cherly yang sekarang berdiri di samping kedua wanita.
Atalia datang dari belakang bersama Zen,tatapan nya berhenti pada wanita cantik yang sekarang menatap kakaknya dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan,dan ia bisa yakin kalau dia adalah wanita yang bernama Cherly itu.
Sang mama yang melihat Atalia sangat kagum,pasalnya ia sebagai seorang wanita sekaligus sebagai seorang ibu sangat menyukai wanita seperti Atalia,saat pertama kali melihatnya di layar tv dengan terlihat sangat berwibawa anggun berani dan tegas juga sangat cantik,pada saat itu Atalia memang mencuri perhatian semua orang yang melihat nya terkesan dengannya.
Atalia tersadar wanita paruh baya yang disamping Cherly itu memperhatikan nya bahkan tersenyum lebar padanya,ia menundukkan sedikit kepalanya dan membalas senyum itu membuat sang mama semakin terpesona.
"Dia adalah ibu saya nona!",ucap Zen memperkenalkan,membuat Atalia mengangguk-anggukan kepalanya dengan terus melangkah masuk kedalam rumah mengikuti kakak nya dan juga rombongannya.
Cherly menunduk saat Atalia melewatinya begitupun dengan kakak iparnya,sebenarnya Cherly khawatir jika Atalia menganggap nya sebagai seorang wanita yang sangat menginginkan kakaknya karna seorang raja.
Atalia berhenti dan berbalik membuat Zen ikut berhenti dan melihat Atalia yang berjalan ke arah adiknya.
Cherly yang menunduk Masih tidak menyadari Atalia yang sekarang berdiri tepat di depan nya,sampai sang mama menepuk pundaknya,saat ia mengangkat kepala ia tertegun.
"Ayo kakak ipar!",ajak Atalia berubah tersenyum hangat dan menggandeng tangan Cherly masuk membuat sang mama Zen dan juga istrinya terkejut dengan ucapan Atalia mereka bertiga saling bertatapan tidak mengerti kemudian mengikuti Atali dan Cherly yang berjalan bergandengan tangan.
"Apa mereka memang datang untuk melamar ku!?",gumam Cherly bertanya-tanya sesekali melirik wajah Atalia.
__ADS_1
***
hingga semuanya sudah duduk di ruang tamu,yang memang sangat luas dan sofa yang berjajar banyak,karna sering kali mereka menjamu tamu yang berjumlah banyak.
Arkana Atalia dan Italia duduk di sofa yang sama dan di sofa sisi mereka para mentri dan kedua pengetua,sedangkan wali kota sekeluarga duduk berhadapan dengan mereka dengan perasaan bingung dan bertanya-tanya.
"Tuan dan nona sebenar nya kedatangan kami kemari,berniat untuk melamar putri anda untuk yang mulia kami raja Arkana!",jelas pengetua itu mengungkapkan niat mereka.
sontak hal itu membuat wali kota sangat terkejut,bagaimana mungkin seorang raja berniat menikahi putrinya,dalam pikiran nya tak pernah terlintas kalau akan mempunyai hubungan dekat dengan sebuah kerajaan,namun sekarang bukan saja hubungan tetapi putrinya di lamar oleh seorang Raja.
bukan hanya ia saja yang terkejut,istri dan anak-anaknya juga terkejut termasuk Cherly yang tertegun ternyata Arkana benar-benar ingin menikahinya.
"Kami mempunyai beberapa hadiah lamaran yang tidak seberapa mohon tuan dan nona menerimanya ya,",ucap asisten Arkana kemudian menepukkan tangan nya dua kali hingga tak lama kemudian beberapa pria muncul berbaris dengan rapi,setiap orang membawa barang-barang di tangan mereka.
Cherly merasa jantung nya berdebar saat mendengar Arkana berbicara tanpa rasa ragu dan sangat bersungguh-sungguh,matanya tak lepas dari wajah Arkana saat pria itu Berbicara.
walikota gelagapan mendengar itu,Ia seperti tidak percaya mendengar nya dan merasa salah dengar.
"Kami tahu ini sangat mendadak dan membuat kalian semua terkejut!",lanjut pengetua lagi membuat walikota itu menarik nafas panjang kemudian menatap putrinya.
"Saya menyerahkan semuanya pada putri saya,biar dia yang memutuskan!",ucap walikota itu, kemudian semua tatapan tertuju pada Cherly.
__ADS_1
Sang mama mengusap-usap bahu Cherly agar bisa tenang dan memutuskan dengan baik,Cherly merasa tidak nyaman bagaimana tidak semua orang di ruangan itu tertuju padanya,ia sangat gugup hingga tatapan nya berhenti pada Arkana membuat mata Mereke bertemu.
"Dia adalah pria bejat itu tapi dia bertanggung jawab apakah dia pilihan yang baik?,haruskah aku menerima atau menolaknya!",gumam nya dengan sangat bingung.
"Aku hanyalah wanita biasa apa pantas untuk seorang raja sepertinya,atau apakah dia hanya ingin menjadikan ku selirnya!",gumam nya benar-benar takut bagaimanapun juga menjadi seorang ratu bukanlah hal yang mudah terlebih dirinya yang tidak anggun dan berkharisma kuat seperti kedua Putri yang di samping Arkana,terlebih Atalia yang begitu menonjol aura dan kharismanya.
"apakah dia akan menolak?",gumam Arkana saat Cherly memalingkan tatapan nya.
keadaan ruangan itu sangat sunyi,tak ada yang berbicara sama sekali mereka menanti jawaban Cherly termasuk papanya dan mamanya.
"aku tidak tahu ini hal baik atau hal buruk putri ku di lamar oleh seorang raja!",gumam sang papa menatap Cherly dengan tatapan teduh menunggu jawaban putrinya itu.
Cherly memejamkan matanya kuat,siapa dia yang menolak Raja yang sudah datang kerumahnya mungkin ia akan di katakan wanita jual mahal jika menolak,meskipun Arkana yang bersalah tapi dirinya tetap akan salah di mata orang-orang terlebih pria itu adalah orang yang merebut kesucian nya,ia menarik nafas dalam-dalam tidak peduli apa yang akan Arkana lakukan padanya setidaknya ia masih di hargai.
Ia membuka matanya dan menghembuskan nafas pelan kemudian mengangguk,"ya aku setuju!",ucapnya membuat ketegangan dan keheningan ruangan itu berubah menjadi menjadi helaan nafas lega dan bahagia.
Arkana menghembuskan nafas lega dan tersenyum kearah Cherly yang langsung melihatnya setelah selesai berbicara,Entah kenapa Arkana senang mendengarnya, sebenarnya meskipun Cherly menolak ia sama sekali tidak rugi tetapi Cherly sendiri yang rugi.
"selamat kak,ngomong-ngomong kakak ipar cantik juga dan terlihat lucu-lucu gitu!",bisik Itali menggoda kakaknya membuat Arkana tersenyum tipis.
Zen bernafas lega,ia melihat istrinya dan keduanya tersenyum,begitupun dengan wali kota dan istrinya mereka tidak tahu mimpi apa semalam hingga raja Arkana dari Inggris melamar putri mereka, bahkan mereka sampai lupa pertemuan dengan keluarga yang sebelumnya akan di jodohkan dengan Cherly.
__ADS_1
kemudian kepala koki mereka datang dan berbisik pada Zen,setelah itu Zen membisikkan pada papanya apa yang di bisikkan oleh kepala koki tadi.
Bersambung.....