RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
EPISODE 85,mendorong


__ADS_3

Baca episode 84 dulu yang di bawah baru episode ini~>EPISODE 84,MENGETAHUI agar nyambung cerita nya,


....


Atalia melangkah kan kaki nya keluar dari perusahan,di luar gerbang sebuah mobil sederhana sudah menunggu nya di sana.


saat sudah masuk ke dalam mobil,iya menyerah kan dua gulungan kertas pada supir di masing-masing kertas sudah tertera nama Atalia dan Talia,,bukan supir tepat nya seorang dokter yang menjadi direktur di rumah sakit milik Atalia.


Dokter itu bertanya dengan sopan dan hormat pada Atalia,''Apa nona ingin tes DNA dengan wanita bernama Talia ini?"tanya dokter itu.


"ia dan aku ingin hasil nya hari ini"ucap Atalia dengan wajah datar dan dingin.


"baiklah nona"ucap dokter itu kemudian menjalan kan mobil meninggal kan gedung perusahan.


Sebenar nya saat ia membantu Talia berdiri tadi,iya menarik beberapa rambut Talia.


...


setengah jam Setelah Atalia sampai di perusahan,akhir nya hasil tes DNA keluar.


entah kenapa jantung Atalia berdebar dengan kencang,''kenapa aku sampai melakukan tes DNA?"gumam nya.


Tangan nya membuka hasil tes DNA itu dengan penuh harapan,"semoga dugaan ku tidak salah!"gumam nya dengan memejam kan mata kemudian membuka hasil tes DNA.


deg.....


jantung nya seperti berhenti berdetak, pelupuk mata nya basah,bahkan ia tak sanggup menopang tubuh nya sehingga menyandarkan tubuh nya ke dinding yang di samping nya,ia mengenggam erat kertas itu.


"ya tuhan!!ternyata selama ini saudara ku juga masih hidup!!"ucap nya dalam hati dengan air mata yang masih di tahan nya.


"Italaliana!!"gumam nya dan langsung berlari di sepanjang koridor rumah sakit,untuk keluar dari rumah sakit itu.


Ia tak peduli dengan tatapan orang-orang pada nya,hingga akhir nya ia keluar dari rumah sakit itu dan masuk ke mobil yang tadi nya di pakai oleh sang dokter.


ia langsung menginjak pedal dan menancap gas dengan tidak sabar nya,"Kenapa aku baru tahu sekarang!"gumam nya semakin menancap gas.


hingga akhir nya kembali ke perusahan itu,dengan cepat menginjak rem dan keluar dari mobil menutup pintu dengan keras.


Ia berlari masuk ke dalam perusahan,entah kenapa ia benar-benar ingin memeluk saudara kembar nya itu sekarang juga.


Ia memasuki Ruangan dirketur perawatan,dan bertanya langsung pada direktur itu karna Biasa nya Talia bekerja bersama nya.

__ADS_1


Mengerti dengan gerakan isyarat Atalia direktur itu menjawab,"Siswa magang itu sudah pulang,tampak nya dia sedang sakit dan ijin pulang,bahkan dia pulang baru saja"ucap direktur itu dengan datar.


"pulang?"gumam Atalia,mengingat taxi yang berhenti di depan gedung itu tadi nya.


...


Talia menangis kesakitan memegang tangan nya yang sekarang memar dan biru,bahkan kulit kepala nya begitu terasa perih dan tampak nya menggumpal.


ia menangis sesegukan,selama ini ia tidak pernah mendapat perlakuan kasar seperti itu,biasa nya ia selalu di perlakukan hormat dan baik di perusahan kakak nya mapun di perusahan intertaiment tempat nya bekerja.


namun tiba-tiba Taxi itu rem mendadak membuat Talia terpental ke depan membuat dahi nya membiru,saat mengangkat kepala nya ia menyadari ada beberapa mobil hitam mengelilingi Taxi itu bahkan sekarang terlihat pria berotot-otot besar keluar dari mobil hitam itu.


mereka mengelilingi taxi itu dan berteriak mengatakan untuk membuka pintu mobil,Supir Taxi itu tersenyum kemudian turun dengan santai,Atalia terkejut saat Supir Taxi itu membukkan pintu untuk nya dan menarik nya paksa keluar.


"lepas kan aku!!!lepaskan aku!!!!tolong!!!tolong!!!!"teriak nya dengan membrontak,tapi orang-orang itu tidak peduli mereka hanya diam dan terus menarik tangan Talia untuk masuk ke dalam mobil mereka.


"Lepas kan aku!!!!"teriak Talia membrontak namun tetap saja oran-orang itu memasukkan nya ke dalam mobil.


"maju!!"ucap salah seorang pria berbadan besar itu setelah Mereka semua masuk.


Tapi belum sempat mobil itu melaju,tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi mengarah pada mereka,membuat semua yang ada di dalam mobil itu terkejut.


namun mobil itu langsung rem mendadak membuat bagian belakang nya sedikit terangkat,membuat itu terlihat keren.


Dari mobil itu terlihat seorang wanita keluar dengan kaca mata bulat nya,namun meski begitu tatapan tajam nya tak bisa tertutupi.


baru saja orang-orang itu lepas dari keterkejutan nya,Wanita cupu itu tiba-tiba menembak kaca depan mobil mereka,membuat mereka sangat terkejut.


Talia sangat terkejut saat melihat siapa wanita yang menembak itu,ia bahkan tak bisa berkata-kata melihat wanita itu.


Pria-pria besar itu keluar dengan di lengkapi senjata,membuat Talia khawatir wanita itu akan tewas.


namun di luar dugaan nya,Wanita itu begitu hebat menendang dan memukul pria-pria berotot itu tanpa ampun,bahkan menembak mereka.


"Pergilah ke neraka!!"ucap Atalia dengan menembak satu orang yang tersisa,namun belum sempat ia menembak Talia tiba-tiba berteriak.


"awas!!!!!"teriak nya dengan cepat turun dari mobil dan memeluk Atalia membuat nya terkena pukulan kayu dari seseorang pria berbadan besar yang tiba-tiba bangun dan berniat memukul Atalia tadi nya.


Atalia terkejut dan langsung berbalik melihat wanita itu masih sadar kan diri,tampak nya kayu itu tidak terlalu besar.


"Are you ok?"tanya nya pada Atalia dengan wajah khawatir dan panik.

__ADS_1


"kau..."belum sempat Talia menjawab Tiba-tiba seseorang menodorong Atalia dari samping,membuat wanita itu lengah dan terjatuh ke bebatuan di belakang nya,batu-batu itu menghantam lutut dan siku Atalia.


Talia terkejut melihat siapa yang mendorong Atalia,"kakak!!!"teriak nya,tapi pria itu langsung memeluk nya tanpa memperhatikan wanita yang baru saja di dorong nya itu.


"Kau tidak apa-apa?"tanya pria itu dengan wajah panik,memeriksa Talia dari ujung kaki sampai kepala.


"kak aku tidak apa-apa,hanya terkan kayu kecil saja"ucap Talia menghentikan kakak nya yang khawatir berlebihan.


"Apa kata mu?terkena kayu!!?"tanya pria itu dengan tatapan tajam,tapi melihat wajah sang adik yang pucat pria itu menjadi panik.


"maafkan kakak,kakak datang terlambat menolong mu!"ucap Pria itu yang tak lain adalah Arkana.


pemandangan itu sontak membuat Atalia yang duduk di bebatuan,di mana lutut nya berdarah bahkan siku nya juga berdarah karna terkena batu.


Mata nya berlinang air mata,melihat bagaimana pria itu memperhatikan Talia begitu khawatir dan panik,bahkan sangat takut terjadi pada wanita itu.


hati Atalia tiba-tiba sakit,air mata nya berlinang jatuh, rasa sesak di dada nya membuat nya kesusahan bernafas bahkan dengan kondisi nya yang menyedih kan saat ini.


"Kakak aku benar-benar tidak apa-apa,kau jangan khawatir"ucap Talia tersenyum agar kakak nya itu tidak begitu panik lagi.


"tidak bisa,kau harus cepat ke rumah sakit kalau tidak mungkin akan semakin parah!!"ucap Arkana dengan wajah khawatir menarik tangan Talia.


"kak,jangan berlebihan!!"ucap talia melepas kan tangan Arkana,dan langsung berjongkok membantu Atalia berdiri.


"Lihat karna ulah kakak!!dialah yang menyelamat kan ku tapi kakak malah melukai nya!"ucap Talia memarahi Arkana,memperlihatkan lutut Atalia yang mengeluarkan banyak darah,bahkan siku nya juga.


Arkana langsung terdiam saat melihat wajah wanita itu.


Atalia juga melihat wajah Arkana,seketika bulir bening menetes di wajah nya,rasa sesak menghantam nya lagi.


"biarkan kami mengantar mu kerumah sakit"ucap Talia,membuat Atalia tersadar dan memaling kan mata nya,kemudian melepas kan tangan Talia dari bahu nya.


kemudian membuat gerakan,i'am ok,begitu saja Atalia berjalan dengan pincang menuju mobil nya,entah kenapa rasa sesak sakit menghantam diri nya.


###


like...


komen...


vote...

__ADS_1


__ADS_2