
"Tuan,anda sedang memikirkan apa,tuan terlihat tidak fokus"tanya Asisten tuan Albert.
"..."Tuan Albert tidak menjawab,ia menghela nafas panjang,mengusap wajah nya gusar.
"jika tuan sedang tidak fokus,tuan boleh istirahat aku akan mengerjakan nya"ucap sang asisten lagi jarang melihat atasan nya begitu tidak fokus dan tampak gusar.
"Atalia dia sakit..."ucap Tuan Albert tidak bisa menyimpan kegelisahan hatinya.
sang asisten mengerutkan keningnya,"sakit apa tuan?"tanya nya penasaran.
"penyakit apa hingga membuat tuan sepert..."belum sempat sang asisten menyelesaikan gumaman nya,ia langsung bungkam mendengar ucapan tuan Albert selanjutnya.
"kanker otak"ucap tuan Albert kembali tersedak sedih.
"kanker otak?"ulang sang asisten dengan tak percaya.
"lalu apakah masih disembuhkan?"tanya sang asisten yang juga tak bisa menerima kenyataan jika Atalia benar-benar mengidap kanker.
"dia mengatakan waktunya tidak banyak lagi!"ucap tuan Albert dengan mata yang sudah sangat merah.
"ba..bagaimana mungkin,itu artinya kanker yang di derita nona sudah sangat parah"sang asisten merasa tak yakin.
"dia mengatakan pada ku untuk tidak memberitau David"Tuan Albert menyeka air matanya yang tak bisa dibendung.
Sang asisten yang terhanyut dalam kesedihan nya tiba-tiba teringat sesuatu,"Aku ingat,adikku pernah mengatakan ada seorang dokter khusus menangani Kanker yang sangat hebat,dia di juluki sebagai Tangan dewa karna bisa menyembuhkan tumor ganas,dan kanker stadium akhir,dan tidak menutup kemungkinan dia bisa menyembuhkan nona"jelas sang asisten dengan tatapan yakin.
Tuan Albert yang mendengar nya langsung mendapat secercah harapan pasalnya dia juga pernah dengar tentang dokter itu,"ya kau benar,segera minta adikmu untuk menghubungi dokter itu"perintah Tuan Albert.
Sang asisten tidak yakin orang seperti adiknya bisa menghubungi dokter itu dan tidak menutup kemungkinan orang sepertinya juga tidak bisa menghubungi dokter tangan dewa itu,lain kata jika Tuan Albert yang menghubungi,tapi ia ingin mencoba nya dulu.
"baiklah tuan saya permisi untuk menghubungi adikku"ucap sang asisten kemudian keluar dari ruangan CEO itu.
...
di ruangan Asisten tuan Albert
__ADS_1
📞"halo kak,tumben kau menghubungi ku ada apa?"tanya seorang wanita di balik telfon.
"apakah kau sibuk?"tanya asisten yang sekarang duduk di kursinya.
📞"tidak,aku sedang tidak mempunyai jadawal operasi sampai satu minggu,jadi sekarang aku sedang bersiap-siap keluar negri untuk liburan"Jawan wanita itu dengan nada bersemangat.
📞_katakanlah kak apa yang ingin kau katakan,aku tidak punya banyak waktu untuk mu,aku harus bersiap-siap"ucap wanita itu lagi terdengar tidak sabar.
"Mmmm...aku ingat kau pernah mengatakan Dokter yang sangat hebat dalam menangani kanker"
📞"....dokter yang mana....ooooh maksud mu Dokter tangan dewa itu?"
"ya benar dia,apa kau mempunyai nomor telfon nya?"tanya sang asisten dengan sangat bersemangat.
📞"sayang sekali aku tidak mempunyai nya,lagi pula apa kau fikir dokter seperti itu akan memberikan nomor ponsel nya kepada orang yang tidak penting sepertiku,kau aneh sekali!"
"lalu apa kau tahu dia tinggal di mana?"
📞"ya mana ku tahu,apa kau fikir dia gila memberitahukan alamat nya kepada siapapun,itu akan merusak privasinya!"
sang asisten menahan geram kepada wanita di balik telfon,dia fikir adiknya itu di saat-saat seperti ini bisa di andalkan ternyata sama saja setiap saat tidak bisa di andalkan di saat-saat penting dan genting.
📞"Kurang tahu,lagipula dengar-dengar dia sudah pensiun tak menerima pasien lagi siapapun itu!!sudah jangan tanya aku lagi aku harus bersiap-siap"
"pergilah sejauh-jauhnya jika perlu tidak perlu kembali lagi!!!"geram sang asisten langsung memutuskan telfon nya karna begitu geram dengan adiknya itu.
"tidak bisa di andalkan sama sekali!"gerutunya,hingga ponsel nya kembali berdering.
''apa lagi!''kesalnya.
📞"aku baru ingat,kalau dokter tangan dewa tinggal di China,sudah itu saja''ucapnya kemudian langsung memutuskan telfon.
sang asisten yang mendengarnya langsung merasa reda,ia merasa ada secerca harapan untuk cepat menemukan sang dokter.
****
__ADS_1
''di China!!aku baru menemukan kabar kalau dokter yang menangani kanker yang di juluki sebagai Dokter tangan dewa itu tinggal di China''ucap Paul pada Gladin dan Zacky melalui telfon
''benarkah!!itu hal bagus aku akan secepatnya mengerahkan orang ku untuk mencarinya.
''aku juga''ucap Zacky.
"kalian harus secepatnya menemukan dokter itu,menurut yang sudah ku analisa tumor yang sudah berukuran besar dan hampir memenuhi otak tidak akan bisa bertahan lama,terlebih tumor yang di miliki nona adalah tumor ganas dan hampir memenuhi otak nona yang artinya kanker otak nona sudah memasuki stadium akhir''
''satu Minggu,keadaan baik nona hanya akan bertahan satu Minggu lagi setelah itu aku tidak bisa memastikan nya,aku percaya pada kalian berdua''ucap Paul terdengar lirih.
''ya''jawab Gladin dan Zacky bersamaan.
****
''Atalia apa kau baik-baik saja?"tanya David khawatir saat melihat Atalia memijat-mijat Dahinya sesekali berdesis.
''akh...ya...ak..aku baik-baik saja"jawab Atalia berusaha tegar di depan David seperti tak kesaktikan sedikitpun.
David yang melihat ekspresi Atalia sama sekali tidak percaya jika kekasih nya itu baik-baik saja!,''kau terlihat pucat jangan berbohong padaku!"ucap David memegang wajah Atalia dan merasakan kalau wajah wanita itu sangat dingin.
''aku benar-benar baik-baik saja,jangan khwatir!"ucap Atalia menepis pelan tangan David,dan berjalan lebih dulu.
"aku hanya merasa sedikit pusing"ucap Atalia sambil berjalan hingga David menarik tangan nya kembali mundur dan masuk ke pelukan David.
"kalau begitu kita pulang saja jika kau merasa tidak baik!kalau tidak kita kerumah sakit!"ucap David membuat Atalia langsung terkejut.
"tidak-tidak,kita kerumah saja!!istirahat saja sudah cukup dan pusing nya pasti akan hilang sendiri!"ucap Atalia dengan jantung yang naik turun.
"...baiklah"ucap David bingung dengan respon berlebihan Atalia yang tampak takut dengan sesuatu tepat nya seperti menyembunyikan sesuatu.
"kenapa dia menatap ku seperti itu,apa dia menyadari sesuatu!!CK aku benar-benar tidak pandai berbohong!!"kesalnya pada diri sendiri.
David mengenggam tangan nya dan menariknya untuk pergi dari sana,"ayo,kita masih mempunyai banyak waktu kemari!"ucap David terus menarik Atalia dengan pelan.
Atalia menatap David dari belakang,rambut pria itu sangat hitam pekat sisi wajah nya tampak begitu putih dan terlihat jelas kalau pria itu sangat tegas,urat wajah dan tulang dagunya nya terlihat jelas dan sempurna,seketika ia melupakan rasa sakitnya melihat kesempurnaan itu.
__ADS_1
***
bersambung....