RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
topi


__ADS_3

"bagaimana keadaan saudara saya dok?apa dia baik-baik saja?"tanya Italia setelah dokter Paul selesai memeriksa Atalia.


Paul melihat Atalia,seolah bertanya apakah bisa di beri tahu,Atalia memberikan jawaban dengan menggeleng kan kepala nya membuat Paul menghela nafas.


"nona Atalia baik-baik saja,hanya efek kelelahan saja tidak perlu khawatir''jawab Paul tampak seperti bukan orang berbohong.


Italia mengerutkan dahinya,''....apa dokter yakin,tubuh nya sangat dingin dan juga sangat pucat bahkan tadi dia memegang kepala nya karna kesakitan!"timpal Italia merasa tak yakin dengan ucapan sang dokter.


''ya itu efek samping dari kelelahan tidak perlu di anggap serius!"ucap Dokter Paul lagi dengan nada dingin kemudian membereskan tas medis nya untuk segera pergi.


Italia mendegus dengan memaling kan tatapan nya ke lantai,mata nya langsung memicing saat melihat ada beberapa tisu di lantai dengan berdarah.


"Atalia darah apa ini?"tanya nya setelah mengambil tisu dan memperlihatkan nya pada Atalia dan dokter Paul.


"itu tadi tangan David yang terluka dan aku membersihkan nya dengan tisu itu,aku lupa membuang nya tadi!"Jawab Atalia,kemudian melirik ke bawah kaki nya ada begitu banyak rambut dengan sigap ia menutupi nya dengan kaki agar Italia tidak melihat nya,Dokter Paul melihat nya dan langsung melihat ke arah Italia.


''boleh ambil kan saya air minum"ucap nya pada Italia dengan sopan.


''..akh boleh,tunggu sebentar!"ucap Italia segera keluar dari kamar.


Atalia duduk dengan bantuan Paul,


''aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu!"ucap Atalia memegang rambut nya dan menarik dengan pelan kemudian semua yang di tarik benar-benar lepas dari kulit kepala Atalia.


Paul tidak terkejut melihat nya karna ia tahu itu memang akan terjadi pada penderita kanker otak,karna terjadinya kerusakan sel-sel yang membantu rambut untuk tumbuh dan bertahan.


"dan tadi juga,mimisan ku lebih banyak dari tadi pagi!"ucap Atalia.


''Itu memang efek penyakit kanker nona begitu pun dengan mimisan itu juga efek nya,jika nanti anda menjalani kemoterapi akan mengakibatkan kebotakan,''jelas Paul.


Atalia tertawa mendegus,ia pernah melihat orang yang mengidap kanker dan gambut nya di cukur sampai botak.


''aku sudah menyiapkan ini untuk nona''ucap Paul mengambil topi rajut untuk Atalia.


''kerontokan rambut nona,akan sangat terlihat bekas nya,jadi saya memberikan topi ini untuk menutupi nya''ucap Paul memberikan topi rajut tersebut ke tangan Atalia.


bibir pucat Atalia melengkung,memang benar dia membutuhkan itu,''terima kasih''ucap nya menerima topi itu.

__ADS_1


''bagaimana,apakah mereka sudah menemukan dokter itu?"tanya Atalia sembari memakai topi itu.


Paul yang mendengar nya tertegun tapi juga sedih karna sampai sekarang Gladin dan Zacky tidak ada kabar.''belum nona,tapi saya yakin kalau mereka pasti akan menemukan nya!"ucap Paul.


''aku sudah memutuskan untuk bertahan,melawan kanker ini''ucap Atalia membuat Paul senang mendengar nya.


''ya,kami akan berusaha menemukan dokter itu secepatnya nona!"ucap Paul memberi semangat pada nona nya.


Atalia tersenyum karna orang-orang di sekitar nya begitu memperdulikan nya,tapi pada saat itu darah kembali mengalir dari hidung nya bersamaan dengan itu pandangan nya buram-buram tapi bukan akan pingsan,Paul langsung mengambil tisu dan memberikan nya pada Atalia.


"terima kasih!"ucap Atalia membersihkan darah yang keluar dari hidung nya,melihat di sekitar nya begitu buram.


"apa pandangan buram juga efek kanker otak?"tanya Atalia pada Paul,yang di anggukan oleh pria itu.


"benar nona,bukan hanya itu saya akan menjelaskan ciri-ciri kanker yang sering terjadi pada pengidap"Paul menjeda ucapannya.


"biasa nya Sakit kepala berkepanjangan dan semakin lama semakin parah,Sering kejang,Beberapa bagian tubuh mati rasa,Mual dan muntah,Hilang ingatan atau gampang lupa,Otot lemas,Gangguan komunikasi atau jadi susah bicara, suasana hati jadi memburuk''jelas Paul panjang lebar.


"namun semua itu tidak selalu terjadi,setiap orang berbeda-beda mengalami nya''jelas Paul lagi,membuat Atalia mengangguk.


''jadi besok nona akan melakukan kemoterapi karna sudah setuju melawan kanker!"ucap Paul sudah memegang tas nya.


''kalau begitu saya permisi dulu nona''ucap Paul dengan sopan kemudian berbalik pergi,di saat itu Italia muncul dengan nampan berisi air putih dan cemilan.


''eh,dokter mau kemana bukan kah meminta saya untuk mengambil air?''tahan Italia.


''maafkan saya,tiba tiba ada urusan jadi saya harus segera pergi,permisi''ucap Paul melanjutkan kembali langkah nya lewat dari samping Italia.


Italia meletakkan nampan di nakas samping tempat tidur Atalia.''apakah kau sudah merasa baikan sekarang?"tanya Italia duduk di samping Atalia.


Atalia tersenyum dan mengangguk,''aku memang tidak apa-apa jangan khawatir''ucap Atalia.


''baguslah,nanti malam apakah kamu bisa bertemu dengan kakak?"tanya Italia.


''...tentu saja''jawab Atalia.


''eh tunggu kenapa tiba-tiba kamu memakai topi,tadi kamu belum memakai topi kayak nya''Italia Baru Sadar kalau Atalia memakai topi.

__ADS_1


''aku hanya merasa kedinginan jadi memakai topi''jawab Atalia Santai.


''oh begitu!"Italia menganggukkan kepala nya mengerti.


***


malam hari,David baru kembali ke rumah ia langsung menaiki tangga untuk menemui Atalia entah kenapa ia selalu merasakan rindu pada kekasih nya itu.


tapi pada saat ia sudah menaiki tangga,tuan Albert terlihat menuruni tangga.


''Atalia pergi bersama Italia''ucap tuan Albert seolah mengerti kalau putra nya itu sedang mencari Atalia.


David yang mendengarnya langsung menghentikan langkah nya,''pergi?pergi kemana?"tanya David dengan memiringkan kepala nya.


''mereka ada makan malam saudara,kamu jangan mengganggu mereka?"ucap Tuan Albert melewati David dan menepuk pundak nya.


''dimana pa?"tanya David berbalik menuruni tangga mengikuti sang papa yang juga menuruni tangga.


''papa sudah bilang jangan ganggu mereka,lagi pula papa tidak tahu di mana mereka makan malam''ucap tuan Albert yang memang benar ada nya dia tidak tahu.


''papa masih ada urusan di perusahan jadi papa juga harus pergi,baik-baik di rumah''ucap Tuan Albert berbalik melihat David kemudian kembali berbalik untuk pergi.


"ya baiklah''jawab David dengan suara kecil.


***


di tempat lain,restoran bintang tujuh di Swedia.


Arkana heran melihat Atalia yang memakai topi begitupun dengan Xia.


''Atalia kenapa kamu memakai topi?"tanya Arkana setelah beberapa saat di pendam pertantanyaan itu.


''di luar dingin,jadi aku memakai topi!"Jawab Atalia membuat Arkana mengangguk paham,berbeda dengan Xia yang merasa itu tidak jujur.


''Atalia...tentang yang waktu itu kakak minta maaf,kakak benar-benar tidak ingin mengatakan nya,


aku sudah membuat mu sakit hati,aku benar-benar tidak sengaja mengatakan'',Arkana dengan rasa bersalah.

__ADS_1


Atalia tersenyum kecut,jujur saja ia merasa sakit hati dengan ucapan Arakan waktu itu,''kakak tidak ingin mengucap kan nya dan juga tidak sengaja,berarti kakak selama ini memendam itu dalam hati tentang hal itu?"Atalia melihat Arkana dengan manik mata biru nya yang indah tapi terlihat tegas dan tajam.


bersambung...


__ADS_2