RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
mimisan


__ADS_3

"maaf aku benar-benar tidak melihat nya tadi!,aku sungguh minta maaf!!"ucap pria itu yang tak lain adalah Arkana.


''seumur hidup ku ini adalah hadiah satu-satunya dari kakak ku tapi sudah pecah''tangisnya dengan menunduk.


Arkana sedikit menunduk melihat wajah wanita itu yang sekarang basah dengan air mata yang terus mengalir.


''aku akan menggantinya!"tawar nya berfikir untuk memberi kompesasi.


Cherly yang mendengar nya langsung mengangkat pandangan nya melihat Arkana dengan tatapan penuh amarah nya,tapi saat mendengar pesawat yang akan membawa nya pergi bersiap-siap untuk berangkat membuat nya langsung tersadar dan menarik kopernya langsung berlari tapi ia kembali berhenti dan berbalik melihat Arkana yang masih di posisi sama.


''Jangan sampai aku bertemu dengan mu lagi,jika tidak aku akan mengoperasi mu sampai mati!!"ancam nya membuat Arkana terkejut mendengar nya bahkan seketika merinding karna wanita itu tampak serius mengatakan nya.


setelah mengatakannya Cherly langsung berbalik dan berlari menarik kopernya.


''yang mulia wanita itu sudah berbicara lancang dengan anda,tidak kah yang mulia ingin memberinya sangsi!!"ucap sang asisten.


''tidak perlu aku sudah menginjak ponselnya itu wajar jika dia marah''ucap Arkana kemudian berbalik kembali melangkah kan kakinya di ikuti sang asisten.


***


David melirik jam tangan nya sudah jam lima sore,ia berjalan ke kamar Atalia memastikan apa kah wanita itu masih tidur.


pada saat ia membuka pintu mata nya langsung membola karna melihat Atalia yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit sedikit tubuhnya.


ia kesusahan bernafas melihat paha putih bersih dan mulus Atalia dengan punggung yang sedikit terlihat dan leher jenjang di tambah rambut basah Atalia yang memberi kesan seksi padanya yang membuat nya kesulitan menelan ludahnya,wajah nya sudah sangat merah dan panas.


Atalia yang belum menyadari kedatangan David merasa handuk nya terlalu longgar jadi dia membuka handuk nya untuk memperbaiki nya kembali.


sontak David langsung mimisan melihat seluruh tubuh Atalia yang tanpa busana barusan,ia menutup mulut nya dan baru sadar kalau ia mimisan.


sedang kan Atalia yang melihat David lebih syok lagi,ia tak tahu harus berteriak atau mengubur dirinya sendiri,bayangan ia membuka handuk barusan terngiang di kepalanya.

__ADS_1


David sadar kalau Atalia sudah mengetahui keberadaan nya,dengan gugup ia tak mampu mengatakan apa-apa lagi,ia terus menutupi hidung nya yang terus mengeluarkan darah dan langsung keluar dari sana menutup pintu dengan keras.


Atalia langsung jatuh lemas ke lantai,''dia melihat ku tadi tanpa handuk''ucap nya dengan nada tak berdaya tak mampu berbicara keras,ia benar-benar ingin mengubur dirinya sekarang juga karna akan terlalu malu untuk bertemu David lagi nanti.


ia ingin menangis tapi tak ada air mata yang keluar,kaki nya bahkan tak mempunyai tenaga untuk berdiri.


sedangkan David yang berada di balik pintu merasa kan juniornya sudah beridiri tegak,jantung nya sangat berdetak cepat bayangan tubuh Atalia terngiang di kepala nya,dua gunung kembar Atalia begitu putih dan...mengingat nya membuat David berdesisi bagaimana pun dia adalah pria normal.


nafas nya memburu tidak teratur dan tidak bisa mengendalikan diri lagi ingin sekali ia masuk ke dalam dan melancar kan hasrat nya yang sudah tak tertahan lagi,tapi ia tidak ingin melanggar janjinya yang akan menyentuh Atalia setelah menikah sehingga ia langsung ke kamar nya untuk segera merendam diri dengan air dingin.


***


hingga saat makan malam tiba semua orang sudah berkumpul untuk makan,Tuan Albert Pitter dan juga Italia bingung melihat Atalia dan David yang tampak sangat aneh,keduanya seperti canggung.


Atalia sama sekali tak berani melihat David ia terus melahap makanan nya begitupun dengan David.


''ada apa dengan kalian berdua?"tanya Tuan Albert membuat Atalia dan David menoleh nya bersamaan dan mengatakan tidak apa-apa kemudian mereka saling menatap kemudian kembali menunduk menghabiskan makanan nya.


''ak..aku sudah selesai makan!aku akan ke kamar ku untuk istirahat!"ucap Atalia setelah makanan di piring nya habis,segera ia berbalik dan meninggal ka meja makan.


''David ada apa dengan kalian berdua?''tanya Tuan Albert lagi merasa kedua nya cukup aneh hari ini.


David tersadar dan menatap tuan Albert kemudian menggelengkan kepala nya,''tidak ada apa-apa pa''jawab nya.


''Aku juga sudah selesai,aku akan ke kamar ku''ucap David padahal makanan nya belum habis.


ketiga orang yang tertinggal menaikkan bahu tidak tahu apa yang terjadi yang pastinya mereka bingung.


***


''bagaimana ini,bagaimana aku akan melihat nya setiap hari!!"ujar Atalia pada diri nya sendiri memejam kan mata kuat hingga saat mendengar gagang pintu di putar sontak mata nya langsung mengarah ke pintu terlihat sosok David berdiri di sana.

__ADS_1


''apa boleh aku masuk?''tanya David membuat Atalia enggan untuk mengangguk kan kepala tapi ia masih mengangguk kan kepalanya membuat David masuk dan melangkah kan kaki ke arah nya yang duduk di sofa.


''mengenai yang tadi...''ucap David setelah duduk di sisi Atalia.


''aku benar-bener tidak senagaja untuk masuk,hanya saja aku...''belum sempat David menyelesaikan ucapan nya Atalia langsung memotong nya.


''tidak perlu mengatakan apa-apa tentang itu!!"ucap nya dalam sekali tarikan nafas.


''boleh kah kau melupakan nya,i...i...itu sangat memalukan bagi ku...maksud ku...bagaimana mungkin wanita akan terima kalau tubuh nya di lihat pria..!!"Atalia tak bisa berbicara dengan baik lagi.


mendengar itu David yang tadinya masih canggung pada Atalia berubah menjadi merasa kalau Atalia sangat menggemaskan.


Atalia menutupi wajah nya yang sangat merah dengan kedua tangan nya merasa sangat malu pada David,''itu sangat memalukan bagi ku,kau sudah melihat seluruh tubuh ku!!"ucap Atalia dengan nada ingin menangis.


''Bukan kah aku hanya melihat nya,aku tidak menyentuh nya''ucap David mencoba membuat Atalia untuk tidak canggung lagi padanya dan tidak merasa malu lagi.


Atalia membuka tangan nya dari wajah nya menatap David dengan tajam.''tetap saja itu memalukan!!"geram nya kesal dengan ucapan David.


''lalu bagaimana,semuanya juga sudah terlanjur apakah kau akan terus merasa malu dan canggung melihat ku?''tanya David.


''kau harus melupakan Nya,tidak boleh tersimpan di otak!harus melupakan nya!!''ucap Atalia dengan eskpresi serius dengan wajah yang masih merah karna malu.


''bagaimana aku akan melupakannya,dan menghilang kan nya dari sini?"tanya David menunjuk otak nya,ia menahan dengan apa yang di katakan Atalia.


bersambung...


like...


komen...


vote...

__ADS_1


rate...


makasih


__ADS_2