RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
ketakutan David


__ADS_3

Pitter tak bisa cepat mencerna ucapan David,di pikiran nya sedang sangat kacau dan bertanya-tanya untuk apa dokter ahli kanker otak,apakah David mengidap kanker otak!?memikirkan itu seketika konsentarinya terganggu tapi dengan cepat ia melakukan sesuai perintah David menelfon pihak rumah sakit xxx yang memang merupakan rumah sakit terbesar,termahal dan paling terjamin di Swis yang merupakan salah satu rumah sakit milik Tuan Albert.


ia meminta pihak rumah sakit melakukan sesuai instruksi David,pihak rumah sakit xxx yang sudah tahu nama David dengan cepat menelfon dokter ahli kanker otak terbaik di rumah sakit itu untuk segera datang kerumah sakit.


namun sang dokter yang masih sibuk dengan urusan pribadi nya menolak,tapi saat mendengar kalau David Albert yang meminta nya dengan cepat dokter itu memutuskan panggilan telfon dan segera bergegas kerumah sakit.


setelah itu Pitter menelfon Tuan Albert.


"selamat malam pak,saya Pitter asisten pribadi David,David meminta saya untuk memberitahu tuan Albert untuk segera kerumah sakit xxx!"ujar Pitter pada asisten pribadi tuan Albert.


📞"apakah tuan muda sakit?"tanya asisten tuan Albert dari balik telfon dengan nada khwatir.


''saya tidak tahu jelas pak dia tidak mengatakan nya dengan jelas,tapi dia meminta pihak rumah sakit untuk segera menyiap kan dokter ahli kanker otak!dan dia mengatakan nya dengan sangat panik"jelas Pitter singkat membuat asisten tuan Albert yang di balik telfon terkejut.


Sang asisten sudah mengerti mungkin yang di maksud David sebenar nya adalah Atalia,''itu artinya Tuan muda sudah mengetahui penyakit nona Atalia yang sebenar nya!"gumam nya memutuskan panggilan dan segera berlari ke ruangan peryemuan tuan Albert yang sekarang bertemu dengan beberapa kilen penting,tapi ia yakin kalau tuan Albert akan menunda segala nya jika mendengar kabar yang akan ia sampaikan.


ia mengetuk pintu kemudian masuk dengan wajah yang panik dan buru-buru,membuat tuan Albert memicingkan tatapan nya tak biasa asisten nya seperti itu.


sang asisten berdiri di samping tuan Albert menunduk ke telinga tuan Albert berbisik membuat beberapa klien yang ada di sana bertanya-tanya ada apa.


''tuan,baru saja asisten pribadi tuan muda mengatakan kalau tuan David memanggil dokter ahli kanker otak dengan terburu-buru''bisik sang asisten.


Tuan Albert langsung menebak kalau dokter itu pasti untuk Atalia,''tunggu aku di luar''ucap Tuan Albert pada asisten nya,membuat asisten itu mengangguk dan langsung keluar.


''maaf saya tiba-tiba ada urusan mendadak,pertemuan hari ini kita batal kan saya harus segera pergi''ucap Tuan Albert dengan nada tegas.


''ya tidak masalah,kami masih bisa menunggu sampai besok''ucap salah satu klien itu.

__ADS_1


''kalau begitu saya pergi dulu''Tuan Albert langsung melangkah kan kaki dengan lebar karna terburu-buru dan meninggal kan ruangan itu.


***


"di rumah sakit mana?"tanya Tuan Albert berjalan di koridor perusahan berjalan menuju lift dengan asisten pribadi nya yang setia mengikuti nya dari belakang.


"di rumah sakit Xxx tuan,saya curiga kalau dokter itu di siap kan untuk nona Atalia"asisten itu berjalan cepat mengikuti langkah tuan Albert yang juga cepat dan lebar.


para karyawan yang berlalu lalang langsung membungkuk hormat pada tuan Albert dengan menyapa.


"aku fikir juga seperti itu"ucap Tuan Albert yang sekarang sangat khawatir dan tidak sabar bertemu dengan Atalia,jantung nya tidak berpacu teratur karna begitu khawatir.


***


David berlari menggendong Atalia dari mobil dan membaring kan nya di bed hospital yang sudah di siap kan di depan rumah sakit,sudah ada lima suster dan tiga dokter di sana menunggu mereka.


David melepaskan pegangan nya pada bed itu membiarkan Atalia di bawa masuk ke dalam,ingin sekali ia masuk menemani Atalia melewati rasa sakit nya,saat suster menutup pintu seketika darah nya berdesir takut terjadi apa-apa dengan Atalia.


Arkana berlari ke arah nya dengan nafas ngos-ngosan,''dimana Atalia?"tanya nya pada David yang terus mondar mandir di depan pintu ruangan Atalia.


''Dia ada di dalam"jawab David singkat masih tak berhenti mondar mandir,ia tak bisa tenang,begitupun dengan Arkana,Arkana jatuh ke kursi yang di sediakan di sana ia menjambak rambut nya dengan frustasi tampak seperti orang kecanduan karna rambut nya yang berantakan dan mata yang sangat merah dan wajah nya yang Kusam dengan air mata yang mengering,ia kembali menangis mengingat ucapan dokter yang mengatakan kalau adik nya itu sudah mengidap kanker stadium akhir.


di saat itu Pitter bersama tuan Albert dan asisten nya juga datang tampak berjalan cepat.


''David dimana Atalia?"tanya Tuan Albert langsung pada David yang tak bisa berhenti.


''dia ada di dalam,dokter sedang memeriksa nya!"ucap David masih tidak berhenti,air mata yang di tahan di pelupuk mata nya mengalir membuat Tuan Albert tak tega melihat nya ia bisa merasakan apa yang di rasakan putra nya itu saat ini.

__ADS_1


Tuan Albert menepuk pundak David,"Atalia adalah wanita kuat,dia pasti sembuh"


David melihat ke arah lain dengan menangis,''Atalia mengidap kanker otak pa...dan sudah memasuki stadium akhir!"ucap nya terdengar terisak.


Pitter yang mendengar nya sangat terkejut,ia tak pecaya mendengar nya,''nona Atali ternyata mengidap kanker!"gumam nya sangat tidak yakin.


"ternyata dia menyembunyikan penyakit nya dari ku pa"ucap nya melihat tuan Albert,yang sekarang juga berkaca-kaca.


"aku baru mengetahui nya setelah sudah tahap ini,aku benar-benar bukan pasangan yang baik untuk nya pa!!"dada nya terasa sesak dengan sesegukan.


"bukan,dia sengaja menyembunyikan nya darimu"ujar tuan Albert.


"papa sudah tahu ini sejak lama?"tanya nya terkejut menatap papa nya dengan lekat,tuan Albert mengangguk menahan tangis nya.


David langsung memegang kedua bahu tuan Albert,"lalu kenapa papa tidak memberi tahu ku?"tanya nya dengan dada sesak.


"dia tidak ingin memberi tahu mu karna tidak ingin membuat mu sedih,dia mengatakan kalau dia ingin membuat mu bahagia di hari-hari terakhir nya!! Atalia memohon pada papa agar tidak memberi tahu mu!"ucap Tuan Albert kini tak bisa menahan air mata nya,dan langsung terjatuh duduk di samping Arkana karna kaki nya yang tak mempunyai tenaga.


Arkana juga menjadi semakin menangis,ternyata Atalia menyembunyikan penyakit nya dan yakin kalau diri nya sudah tidak bisa bertahan.


Pitter menutup mulut tak percaya kalau Atalia sudah yakin kalau dia akan pergi,tak terasa mata nya juga berkaca-kaca dan merah tak terkecuali asisten tuan Albert.


David menahan tangis nya agar tidak bersuara,tangan nya terkepal kuat urat-urat tangan nya terlihat jelas dan langsung meninju dinding.


"tidak mungkin!!"ucap nya menangis.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2