RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
sangat mirip


__ADS_3

''saya minta maaf mengatakan hal itu dulu,itu karna dulu saya tidak tahu apa-apa"ucap David dengan tenang tanpa rasa gugup sedikit pun.


''Saya tahu pada saat itu kamu masih muda,sudahlah mungkin kalian lelah istirahatlah lebih dulu''ucap Albert.


''pelayan!"panggil nya pada pelayan yang tidak jauh dari mereka,sehingga pelayan yang di panggil langsung menghampiri mereka.


''saya tuan''ucap pelayan itu.


''benar bik,antar mereka ke kamar yang sudah di siap kan"ucap Albert.


Pelayan itu cukup terkejut saat melihat wajah David,''eh ini,akh baik lah mari silah kan tuan-tuan''ucap pelayan itu dengan sopan.


''kalau begitu kami permisi tuan''ucap David dan pitter bersamaan mengikuti pelayan itu menaiki tangga.


Asisten yang sejak tadi berada di sana,melihat David dan Pitter sudah menjauh ia langsung menghampiri Tuan nya itu,''Tuan tidakkah dia sangat mirip dengan anda?"tanya nya dengan ekspresi bingung.


''benarkah,aku lupa bagaimana wajah ku kalau kami memang mirip itu berarti aku tampan''ucap pria paruh baya itu dengan narsis nya,tapi sebenar nya hanya bercanda ia suka mempermainkan asisten nya yang terlalu serius itu.


Asisten itu maklum,sebenar nya sudah sering kali Tuan nya bersifat Narsis begitu,''tapi memang benar Tuan saya tidak bercanda ataupun berbohong''ucap asisten itu lagi dengan wajah serius.


''Mungkin memang ada begitu banyak orang yang mirip,lagi pula putra ku sudah ketemu''ucap Albert,yang sebenar nya merasa ada perasaan akrab dan hubungan dengan David saat berada di dekat nya bahkan hanya melihat saja.


Asisten itu langsung terdiam,''benar juga mungkin hanya memang kebetulan mirip saja''gumam nya menghela nafas berat.


baru saja mereka selesai bicara,pintu tib-tiba terbuka keras memperlihatkan seorang pria muda dengan wajah pakaian berantakan dan wajah kusam,melihat itu Tuan Albert langsung menghampri nya.


"Jayn,kenapa tubuh mu terluka lagi?!"tanya dengan sangat khawatir.


"Aku bertengkar dengan seseorang jadi aku pergi minum-minum untuk menghilangkan rasa sakit!"ucap Jayn putra Albert yang berusia 29 tahun itu.


"panggil dokter!!"ucap Albert pada asisten nya itu,sangat jelas dari wajah nya ia sangat khawatir pada putra nya itu,sembari memapah Putra nya itu untuk menuju kamar nya.

__ADS_1


"baik tuan"ucap Asisten itu dengan menghela nafas,tuan muda nya itu sudah sering kali melakukan kekacauan,bertengkar,minum-minuman keras,judi,bahkan Na*koba,bahkan tidak jarang ada banyak wanita yang datang ke rumah itu meminta pertanggung jawaban.


"pelayan bawakan air dan handuk ke kamar Jayn!"ucap Albert,membuat para pelayan itu langsung bergegas.


***


Albert membaringkan putra nya itu di tempat tidur,kemudian mengambil kain basah dari tangan pelayan itu,dan membersihkan tubuh putra nya itu dengan pelan agar tidak menyentuh luka nya itu.


"Kenapa kau bertengkar lagi?"tanya Albert pada Jayn yang mendesis kesakitan itu.


"Itu karna mereka mengolok-ngolok ku mengatakan aku bukan putra mu!"ucap jayn dengan ekspresi kesal tapi ia memaling kan wajah nya ke lain arah,tapi ucapan nya membuat Albert tidak senang.


"kenapa mereka mengatakan begitu,bagaimana mungkin kau bukan lah putra ku!"kesal Albert,saat tangan nya akan membersihkan leher putra nya,tangan nya tiba-tiba di hentikan.


Jayn menatap lekat wajah Albert,"kalau begitu kenapa kau tidak memberikak alih perusahan pada ku,sedangkan teman-teman ku di usia muda sudah di berikan alih perusahan oleh orang tua nya,lalu kenapa aku tidak!!"ucap Jayn dengan menekan setiap ucapan nya.


Albert terkejut mendengar itu,ia bisa melihat dari wajah putra nya itu kalau ada rasa sedih,"maafkan papa,sebenar nya papa merasa kamu belum cukup dewasa untuk mengambil alih penuh perusahan"ucap Albert dengan jujur,tapi membuat Jayn tertawa sinis.


"memang sudah seharus nya"gumam Albert menghela nafas.


"baiklah papa sudah putus kan,bulan depan papa akan memberikan ailh perusahan itu pada mu"ucap Albert setelah menarik nafas panjang dan berfikir.


mendengar itu jayn sangat senang,"benarkah!?"tanya nya dengan antusias.


"benar!"ucap Albert tersenyum lembut pada putra nya itu.


senyum lebar menghiasi wajah Jayn,"terima kasih pa,aku janji akan menjadi lebih dewasa lagi,dan akan memajukan perusahan semampu ku"ucap jayn.


"iya papa percaya pada mu,dan jangan coba-cona mengecewakan papa mu ini,mengerti!"ucap Jayn dengan memicingkan mata nya membuat jayn mengangguk.


"bagus,kalau begitu diam lah dulu biarkan papa membersihkan tubuh mu"ucap Albert,membuat kedua nya tertawa kecil.

__ADS_1


Saat bayi Jayn hilang,namun dengan segala cara akhirnya Albert menemukan putra nya setelah 7 tahun lama nya,bahkan istri nya meninggal kan saat mengetahui kalau putra nya menghilang,membuat nya sangat mencintai putra nya itu,ia menjaga nya seperti telur namun semakin jayn dewasa ia kesulitan menjaga jayn yang entah kenapa tumbuh menjadi liar.


***


di sisi lain


"Dav,aku merasa kalau kau sangat mirip dengan Tuan Albert"ucap Pitter berbaring di tempat tidur di sebelah tempat tidur David.tapi David tak menggubris nya p,ria itu memejam kan mata.


"wajah,postur tubuh kalian sama,tidak kah kau melihat itu?"tanya Pitter tahu kalau David masih bisa mendengar nya.


"oh ia apa dia sudah punya anak?"tanya Pitter lagi,membuat David perlahan membuka mata nya.


"Soal itu aku tidak tahu,tapi seperti nya punya,dan wajah orang asia itu memang mirip-mirip jadi itu hal biasa"jawab David kemudian kembali menutup mata nya.


"Orang Asia kenapa bisa tinggal di swis bahkan membangun perusahan di sini"ucap Pitter lagi.


"ck,kau juga bisa tinggal Rusia dan membangun perusahan di sana dan hidup selama nya juga di sana,diam lah aku mau istiarahat!"decak David dengan sangat kesal pada teman nya itu.


"pft baiklah!"ucap Pitter ingin tertawa melihat teman nya itu yang kesal di buat oleh nya.


***


"Atali kau selalu di rumah dan di kantor,apa kau tidak tinggal bersama suami mu,itu terlihat sangat aneh suami istri tidak tinggal serumah,apa kalian mempunyai masalah serius?atau suami mu selingkuh?"tanya Itali sambil sarapan bersama Atalia.


"Tidak,dia sibuk dengan urusan nya aku juga sibuk dengan urusan ku"jawab Atalia berbicara dengan tenang.


###


like...


komen...

__ADS_1


vote..


__ADS_2