RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
memanggil dokter paul


__ADS_3

Tuan Albert memakai masker karna di saran kan dokter,sekarang ia melihat Atalia yang terbaring di hospital bed dengan kondisi yang masih tidak sadarkan diri,di lihat nya wajah putri baptis nya itu sangat pucat dan memakai alat bantu oksigen.


ia duduk di kursi sebelah ranjang Atalia,"ini semua salah ayah,ayah yang membuat mu sampai seperti ini,ayah memeras otak mu saat kau masih sangat kecil,memaksa mu menguasi semua hingga imbas menjadi kanker"tutur Tuan Albert merasa paling bersalah dengan penyakit Atalia.


"kau harus bertahan,ingat kau belum bahagia sejak kecil kau belum merasakan kebahagian apapun,kau tidak bisa meninggal kan kami begitu saja,ingat David teman masa kecil mu dan sebentar lagi kalian akan menikah!ayah tahu kau adalah wanita kuat,kau bisa melewati nya kau bisa melawan kanker ini!!ayah percaya pada mu,kau tidak pernah mengecewakan ku,kali ini lagi saja jangan kecewakan ayah nak,setelah itu ayah tidak akan meminta apapun lagi!"tutur Tuan Albert panjang lebar dengan deraian Air mata.


hingga mata Atalia tiba-tiba terbuka dengan perlahan-lahan,membuat Tuan Albert sangat bahagia melihat nya.


pandangan Atalia yang kabur berangsur-angsur menjadi jelas,bibir pucat nya sedikit melengkung.


"Atalia!"lirih Tuan Albert sangat senang melihatnya,air mata nya berlinang.


''apa aku hanya bermimpi kalau David datang menemui ku"gumam Atalia rasa nya ia tidak mempunyai tenaga untuk berbicara,ia hanya mengingat mimpi nya dimana David datang menjenguk nya.


ia menurun kan pandangan nya melihat tangan nya,"dia menggenggam tangan ku"ucap nya dalam hati.


Tuan Albert tahu apa yang di pikir kan Atalia,ia tersenyum kemudian menyeka air mata nya,"kau tidak bermimpi,David benar-benar datang dan baru saja dia masuk tapi kau masih belum sadarkan diri"ucap Tuan Albert membuat Atalia terkejut mendengar nya dan langsung melihat tuan Albert.


"be..benarkah?i..itu artinya dia sudah tahu keadaan ku?"tanya nya dengan wajah panik namun suara yang lemah,Tuan Albert menjawab nya dengan anggukan kepala.


"jadi dia sudah tahu"Atalia benar-benar sangat panik dan takut hingga ia kembali mimisan.


Tuan Albert menjadi khawatir saat melihat Atalia mimisan,"Atalia tenang kan dirimu,jangan panik begitu"ucap tuan Albert mengambil tisu dan melap nya,untung saja darah nya tidak banyak yang keluar.


setelah mimisan nya selesai,Atalia berusaha menenang kan dirinya,ia benar-benar tidak ingin David tahu keadaan nya tapi sekarang pria itu sudah tahu.


"lalu bagaimana?apakah dia sedih,menangis?"tanya Atalia tidak bisa menang kan pikiran nya.


"jangan pikir kan apapun dulu,kau harus ingat kondisi mu,dokter bilang kau sudah memasuki kanker stadium akhir"ucap Tuan Albert yang memang sebelum nya ia tidak tahu hal itu.


"iya"jawab Atalia menetral kan pikiran nya.

__ADS_1


"Ayah aku ingin pulang,aku tidak bisa terus berada di sini!"ucap Atalia tiba-tiba.


"Tidak bisa,kondisi mu sudah semakin parah dokter harus merawat mu dengan intens dan harus dalam pemantauan mereka!"Tuan Albert berbicara dengan tegas.


seketika Atalia terdiam mendengarnya,"harus pemantuan dokter?"tanya nya setelah beberapa detik diam.


"benar"ucap Tuan Albert.


"aku mempunyai dokter pribadi,dia yang selalu memantau kesetahan ku''ucap Atalia berusaha bergerak mencari ponsel nya.


''Atalia jangan banyak bergerak!"tuan Albert panik melihat Atalia yang terlalu banyak gerak.


Atalia melihat ponsel nya ada di atas meja sebelah nya,''Ayah tolong telfon dokter pribadi ku,dia yang tahu kondisi ku!"pinta Atalia melihat ke arah ponsel nya.


''iya baiklah,tapi kau harus diam jangan banyak bergerak!"Tuan Albert meraih ponsel Atalia.


''kontaknya dokter Paul"ucap Atalia.


📞"halo nona!"sapa Paul dari balik telfon.


"Aku berada di rumah sakit xxx,dan harus dalam pemantauan dokter!"ucap Atalia.


📞"rumah sakit?baiklah nona saya akan segera kesana!"ucap nya dengan panik dan terdengar terburu-buru,setelah telfon terputus ia langsung bergegas kerumah sakit yang di katakan Atalia tidak lupa membawa barang-barang yang di butuh kan nya.


"apa kau ingin bertemu dengan David?"tanya Tuan Albert menerima ponsel Atalia yang sudah selesai berbicara.


Atalia yang mendengar nya tiba-tiba menjadi gugup,ia tidak bisa melihat David yang sudah mengetahui penyakit nya.


"ayah akan keluar agar kau bertemu dengan nya!"ucap tuan Albert melihat Atalia hanya diam saja.


ingin sekali Atalia menghentikan nya tapi entah kenapa mulut nya kesusahan untuk berbicara.

__ADS_1


setelah pintu tertutup dan kembali terbuka membuat Atalia langsung mengalihkan pandangan nya,ia memejam kan mata kuat.


"Atalia"panggil pria yang baru saja masuk,membuat Atalia membuka mata nya ia tahu itu bukan suara David,ia kembali memutar kepala nya dan melihat sosok Arkana yang berdiri tidak jauh dari nya.


''maafkan Kakak''ucap Arkana dengan mata berlinang,hingga tiba-tiba ia menangis bersuara.


''kakak tidak mendengar ucapanmu,kakak membuat mu drop!"ucap Arkana terus menangis.


''Ini bukan lah kesalahan siapapun,karna aku sudah lama mengidapnya dan sewaktu-waktu akan seperti ini,jadi aku tidak menyalah kan siapapun!"ucap Atalia dengan nada datar dan dingin,kemudian kembali melempar tatapan nya ke arah lain.


''aku akan mendengarkan ucapanmu,untuk memutuskan hubungan dengan Xia dan aku tidak akan menikah dengan nya!"tutur Arkana dengan bersungguh-sungguh ia sudah memikirkan nya.


"Apa karna keadaan ku sudah seperti ini?"tanya Atalia dengan tersenyum sinis.


''tidak perlu memikirkan ku,kakak tahu usia ku tidak akan panjang lagi jadi tidak perlu memikirkan perasaan ku''tutur Atalia dengan menitikan air mata.


''tidak!!usia mu masih seribu tahun lagi,kau masih bisa panjang umur!!jangan mengatakan itu!"ucap Arkana menangis memegang tangan Atalia.


''hanya kalian berdua lagi keluarga ku,jangan tinggal kan aku!!aku tahu aku adalah kakak yang buruk!"tangis Arkana membuat Atalia ikut menangis.


''aku akan dengan senang hati jika kau memilih kan pasangan untuk ku,asalkan kau sembuh''ucap Arkana dengan sungguh-sungguh.


hingga pintu kembali terbuka membuat Arkana dan Atalia melihat siapa yang masuk dengan bersamaan.


Atalia terkejut melihat David,sontak ia langsung membuang tatapan nya ke arah lain,jantung nya berpacu tidak bisa tenang.


''Kakak akan keluar,ingat kau juga harus menikah dengan David''ucap Arkana menyeka air mata nya dan keluar dari sana melewati David yang masih berdiri di ambang pintu.


saat pintu tertutup Suasana menjadi hening beberapa saat.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2