RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Atalia meninggal?


__ADS_3

Semetara di dalam ruangan,Atalia sedang berjuang melawan rasa dingin dalam tubuhnya yang hampir membekukan nya dengan bantuan dokter-doktet yang melakukan segala cara untuk nya.


mereka menyedot cairan beku dari tubuh Atalia yang sudah mengalir kemana-mana,Paul kembali memeriksa apakah cairan itu benar-benar sudah keluar semua sebelum kembali di jahit kembali.


"dok...!"dokter yang melihat monitor ICU terkejut melihat gelombang-gelombang di monitor itu semua bergerak lurus.


Paul berusaha tenang melihat detak jantung dan nafas Atalia yang semakin pelan melalui monitor ICU itu,ia kembali mengambil alat pemacu jantung dan meletakkan nya di dada Atalia membuat dada Atalia kembali naik.


hingga beberapa kali,akhir nya detak jantung Atalia kembali berdetak terihat dari monitor,hingga aliran darah kembali normal,jantung nya mulai terpompa dan perlahan-lahan seperti biasa.


ternyata Xia menyuntikan nya sekitar 20 menit lalu sehingga belum terlambat,untung saja David mengetahuinya cepat jika tidak nyawa Atalia mungkin tidak akan tertolong lagi.


Paul bernafas lega melihat gelombang di monitor ICU kembali normal,dan pernapasan Atalia di bawah selang oksigen juga kembali teratur.


baru saja mereka lega,tiba-tiba Atalia yang masih belum sadarkan diri,tiba-tiba kejang dan membuat mereka semua terkejut.


"berikan suntik penenang!!"suruh Paul dengan suara tegasnya,sembari memegang lengan Atalia yang terus kejang-kejang,dan beberapa dokter yang memegang kedua kaki dan sebelah lengan Atalia,karna kejang Atalia yang begitu kencang.


Paul menerima suntik penenang dan langsung mengarahkan nya pada bahu Atalia,hingga jarum suntik itu benar-benar menembus kulit putih pucat nya,di saat itu juga Atalia kembali tenang namun Paul melihat ada noda darah di bagian bahu Atalia,ia mengerutkan dahinya karna darah itu tampak kering,berfikir kalau bekas suntikan dari punggung Atalia mengeluarkan darah membuat nya perlahan membalikkan badan Atalia,namun bekas suntikkan di punggung nya tak ada tanda-tanda darah yang keluar.


para dokter itu bingung dengan tindakan Paul.


Paul semakin bingung melihat itu,jika bukan dari punggung nya lalu dari mana noda darah itu,ia kembali menyibak kain lengan Atalia mencari dari mana sebenar nya noda darah itu.


"ada apa dok?"tanya salah seorang dokter yang berdiri di sisinya.

__ADS_1


Paul tidak menjawab sama sekali,saat melihat bahu Atalia ternyata noda darah bukan hanya itu saja entah dorongan dari mana ia membalikkan sedikit bahu Atalia dan memperhatikkan bagin bahu itu dengn seksama,mata nya menyipit saat melihat ada dua benjolan kencil seperti bekas gigitan nyamuk namun di tengah-tengah nya merah,namun Paul yang sebagai dokter tahu kalau itu bukan lah bekas gigitan nyamuk melainkan bekas suntikan.


melihat Paul yang membungkuk dan terdiam memperhatikan belakang bahu Atalia,mereka menjadi bingung apa yang sebenar nya terjadi.


"siapa yang berjaga hari ini?"tanya Paul menutup kembali bahu Atalia dan menatap dokter itu satu persatu dengan tajam dan penuh selidik.


"kami dok!"ucap dokteer yang memang berjaga hari ini di ruangan itu.


"kalian menyuntik nya?"tanya Paul dengan tatapan tajam nya membuat kedua dokter itu sangat terkejut dan langsung menggelengkan kepala bersamaan.


"tidak ada dok,kami sama sekali tidak ada meyuntiknya!"jawab mereka cepat membela diri.


"katakan dengan jujur!ada dua bekas suntikan di belakang punggung nya dan aku yakin itu adalah sumber cairan beku itu!!"Suara Paul sedikit meninggi tapi ia masih menahan emosinya,karna cairan itu hampir saja nyawa Atalia tak tertolong bahkan sekarang kondisinya kembali kritis.


"jika bukan kalian!!lalu siapa yang menyuntiknya di bagian punggung!!aku ingat dengan jelas tak ada menyuntik di bagian mana pun selain pungung!!"suara Paul tercekat karna mengontrol dirinya agar tidak terpancing emosi.


"kami tidak ada...tapi.."ucapan dokter namun langsung di potong.


"dokter dia mimisan!"ucap dokter yang berada di samping tempat tidur Atalia,Paul langsung menoleh dan melihat Atalia yang sekarang mengeluarkan darah dari hidung namun warna darah nya begitu merah gelap hampir terlihat seperti darah berwarna hitam.


dada Atalia kembali sesak dan kembali kesusahan bernafas lehernya seperti tercekat,bahkan tiba-tiba darah keluar dari mulutnya dengan warna yang sama seperti yang keluar dari hidung Atalia.


namun ia tiba-tiba membuka matanya,"a..a..aku ingin bertemu dengan David!"ucapnya dengan suara yang tercekat dan darah yang terus keluar dari mulutnya namun dengan cepat pula dokter yan disisi nya melapnya.


"to..to..tolong...aku ingin bertemu dengan nya!"ucap Atalia memegang sprei temptnya menahan kesakitan di kepalanya yang hampir meledak-ledak,dan dengan jari kakinya yang ditekuk kuat.

__ADS_1


"biarkan aku menyembuhkan mu dulu nona kemudin bertemu dengan David!"ucap Paul dengan suara bergetar,tapi di gelengkan Atalia dengan senyum nya.


"ti..tidak lagi...su..sudah cukup..terima..kasih..ak..aku hanya ingin bertemu dengan Dav..David!"ucap nya dengan kesusahan.


sedangkan David yang berada di luar masih bertahan diam,ia tak mengeluarkan air mata sedikitpun ia masih yakin kalau Atalia sedang di tangani dan akan sembuh.


"tolong sembuhkan dia!!Jangan megambilnya dari ku!"ucapnya berdoa.


hingga tiba-tiba pintu terbuka membuat mereka semua yang duduk di depan ruangan itu langsung berdiri tak terkecuali David.


"dia sudah sembuh?"tanya David memegang bahu dokter yang keluar,namun tak ada jawaban sama sekali membuat darah David seperti berdesir terlebih melihat ekspresi dokter itu.


sedangkan yang lainnya juga menunggu jawaban dokter itu.


"pasien ingin bertemu dengan Tuan Davidn"ucapnya membuat David langsung masuk melewati dokter itu,menghampiri Atalia yang sekarang di tengah-tengah dokter itu.


ia sangat senang melihat Atalia yang sudah membuka matanya,tapi tatapan nya teralihkan pada monitor ICU yang terus bersuara saat melihat gelombang-gelombang itu perlahan-lahan bergerak lurus membuat jantung David rasanya lepas dari tempat nya,ia kembali melihat Atalia yang sekarang tersenyum tapi ia sangat terkejut saat melihat darah keluar dari mulut Atalia dan hidung nya.


ia seketika ambruk di sisi tempat tidur Atalia, memegang lengan Atalia dengan bergetar air mata nya mengalir saat melihat senyum Atalia yang seperti orang kuat.


"apa yang terjadi?"tanya David menatap Paul dan rekan-rekan nya,namun mereka semua menunduk.


"apa artinya kalian menunduk!!"bentak David menggenggam tangan Atalia.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2