
setelah menyelesaikan semua urusan dan pekerjaan nya sekarang David melajukan mobilnya menuju perusahaan STARG perusahan Atalia,ia merasa kalau Atalia marah padanya sejak tadi malam setelah memutuskan panggilan telfon, sekeras dan seberapa kalipun ia menelfon tapi Atalia sama sekali tidak mengangkat nya, jadi ia khawatir kalau Atalia akan semakin marah jika di biarkan lebih lama lagi.
sesampainya di perusahaan STARG ia memasukkan mobilnya kedalam gerbang perusahaan itu.
Italia yang kebetulan dari luar melihat sosok David Turun dari mobil,"apakah David kemari untuk menemui Atali?", Gumamnya sembari berjalan mendekati David yang tampak sedang menelfon.
"David sedang apa kau di sini?", tanyanya setelah tepat berada di belakang David.
David berbalik melihat nya dan tampak senang,"kebetulan sekali,aku ingin bertemu dengan Atalia tapi dia sama sekali tidak mengangkat telfon ku, bisakah kau menelfon nya dan menyuruhnya untuk keluar",ucap David dengan serius.
Italia menaikkan sebelah alisnya ia bertanya-tanya apakah Atalia dan David sedang bertengkar karna semalam ponsel Atalia terus berdering dan ia lihat kalau itu panggilan dari David Tapi Atalia sama sekali tidak mengangkat nya.
"mmm apakah kalian bertengkar?", tanyanya.
David berfikir sejenak apakah kami bertengkar?tapi sepertinya tidak Gumam nya,"tidak kami sama sekali tidak bertengkar", jawabnya dengan serius.
"ya sudahlah begini saja,jam segini Atali sedang beristirahat di ruangan nya sebelum makan siang,kau pergi temui saja dia",ucapnya.
"baiklah kalau begitu antar aku ke ruangan nya!",ucap David membuat Italia tertegun.
"aku saja tidak tahu dimana ruangan nya", ucapnya dengan ekspresi kebingungan dan memang benar adanya, membuat David tidak percaya bagaimana bisa Italia tidak tahu dimana ruangan Atalia.
"jangan melihat ku seperti orang bodoh,aku memang belum pernah keruangan nya jadi aku tidak tahu,aku akan meminta seseorang untuk membawamu ke ruang Atali ayo ikut aku!",ucapnya membuat David menarik nafas panjang dan mengikuti Italia.
...
"Dia yang akan membawamu keruangan Atalia", ucap Italia menunjukkan robot yang berada tepat di depannya.
__ADS_1
David awalnya tidak percaya dan menolak karna ia kurang yakin,tapi Italia memaksanya dan meyakinkan nya sehingga mau tidak mau ia harus berjalan bersama robot satpam itu.
saat memasuki perusahan itu David kagum di buat nya,itu adalah pertama kalinya ia masuk kedalam perusahaan bernama STARG itu,di dalam perusahaan itu semuanya sudah menggunakan alat canggih manusia hanya perlu berkerja dengan otak di sana sedang yang melakukan kebersihan/OB, resepsionis,satpam dan ada beberapa pekerjaan lagi yang di lakukan oleh para robot jenius.
"kemari tuan kemari tuan saya akan mengantar anda keruangan nona saya!",ucap robot itu dengan sopan mempersilahkan nya untuk masuk kedalam Lift.
"aku benar-benar tidak tahu apakah sebenarnya aku pantas bersanding dengan mu!",gumam nya memikirkan bagaimana Atalia yang begitu hebat dalam segala hal seperti dalam bisnis dunia mafia.
"kau bisa melindungi dirimu sendiri aku khawatir kalau aku tidak akan mempunyai kesempatan untuk melindungi mu,secara kau mempunyai segalanya mempunyai banyak pengawal bayangan dan bawahan yang setia!", Gumamnya dengan tersenyum sinis untuk dirinya sendiri.
hingga membuat lift itu terbuka robot itu juga mempersilahkan nya keluar lebih dulu, setelah itu mereka berjalan lagi dan berhenti di depan sebuah pintu yang cukup besar.
Robot itu tampak mengeluarkan kartu untuk membuka pintu itu kemudian menempelkan kartu itu tempat tertentu sehingga pintu itu terbuka dengan otomatis.
Atalia tidak memalingkan tatapan nya untuk melihat ke arah pintu yang terbuka karna ia tahu kalau itu adalah asisten nya yang seperti biasa membawakannya berkas yang perlu di tandatangani.
"letakkan saja di sana aku akan menandatangani nya nanti!",ucap Atalia membalik-balikkan dokumentasi yang sekarang ia baca.
"tapi aku tidak membawa berkas",ucap David membuat Atalia terkejut kemudian mengangkat pandangan nya melihat ke arah pria yang baru saja berbicara,"David?",ucapnya dengan terkejut.
"apa kau terkejut melihat ku berada di sini?", ucapnya dengan senyum membanggakan diri.
"aku tahu kau pasti senang melihat ku di sini karna aku tahu kau pasti merindukan ku setelah dua hari tidak bertemu!",ucapnya dengan bangga.
Atalia merubah ekspresi terkejut nya menjadi tegas,"kenapa kau berada di perusahaan ku?siapa yang mengijinkan mu masuk tanpa seijin ku?", tanyanya dengan nada tegas membuat David tertegun.
"tapi aku merindukan mu apakah perlu ijin?",tanya David berjalan mendekati Atalia yang sekarang duduk di kursi kebesaran nya,ia kemudian memutar kursi itu hingga menghadap nya, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Atalia yang semakin mundur.
__ADS_1
"apa yang kau Lakukan,jangan macam-macam atau aku akan memukulmu!",ancam nya menghindari kontak mata dengan David.
"benarkah?aku ingin merasakan bagaimana pukulan mu",ucap David dengan senyum kecil.
"David hentikan jangan selalu berbuat seenak mu saja!!aku sedang marah padamu!",ucapnya menahan dada David.
"benarkah?apa aku membuat mu marah dan karna itu kau tidak mengangkat telfon ku sama sekali?",tanyanya dengan wajah serius.
"benar jadi aku juga tidak mau bertemu dengan mu!",ucapnya kesal.
"kesalahan apa yang sudah ku lakukan?aku minta maaf jangan marah padaku ku mohon", ucapnya cepat dan jongkok di depan Atalia memegang Telinga nya dengan wajah yang merasa bersalah meskipun ia tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia lakukan.
"aku tahu,aku pasti terlalu sibuk dengan pekerjaan ku sampai lupa menelfon mu",ucap David setelah menebak-nebak apa yang sudah ia lakukan sampai membuat kekasih dingin nya itu marah padanya.
"maafkan aku,aku janji tidak akan melakukan nya lagi sesibuk apapun aku aku tidak akan mengabaikan mu!",ucapnya dengan sungguh-sungguh dan mata berbinar pada Atalia berharap Atalia memaafkan nya.
"haish ya sudahlah lagipula ia memang benar-benar sibuk dengan pekerjaan nya!", gumam Atalia menarik nafas panjang.
"ya baiklah, tapi sekarang aku sibuk dan tidak punya waktu untuk yang lain",ucapnya.
"Hanya sebentar saja biarkan aku di sini sebentar saja,dua hari terakhir ini aku sangat lelah!",ucapnya dengan suara manja memeluk pinggang Atalia dan juga menyenderkan kepalanya di paha Atalia.
"istriku, apakah kau mau mengusap-usap rambut ku", ucapnya mengangkat kepalanya melihat wajah Atalia dengan penuh harap.
Atalia memang tidak bisa menolak jika David menggunakan wajah imutnya pada akhirnya ia benar-benar mengusap rambut hitam David yang halus yang seperti nya tidak menggunakan minyak rambut seperti biasa nya.
Bersambung....
__ADS_1