
Atalia menarik nakas dan menemukan ada beberapa dokumen didalam,ia menarik satu persatu dokumen itu dan sekilas membacanya,pada saat ia menarik dokoumen lainnya tiba-tiba sebuah kartu terjatuh dari dalam dokumen itu.
ketika ia mengambilnya ia menyipitkan matanya,melihat kalau itu adalah kartu hotel bintang 5,dan dalam kartu itu tertulis kamar no 11 lantai 2,"siapa yang ia temui di sini?"tanya nya pada diri sendiri.
"nona!!lihat ini,kalau tidak salah Ini adalah perhiasan milik Yang mulia ratu Fifie dulu dan dia mempunyai nya bahkan menyimpan nya!"ucap Gladin menghampiri Atalia dan menunjukkan kalung berlian yang di pahat oleh keluarga kerajaan Inggris,dimana itu akan di berikan pada calon ratu selanjutnya.
Atalia sangat terkejut,"kakak sudah memberikan kalung ini padanya!!sepertinya kakak sudah sangat yakin menjadikan nya sebagai ratu masa depan!"geram nya mengambil kalung itu dari Gladin,ia mengatup kan gigi.
"apa yang sudah di lakukan wanita itu sampai membuat Yang mulia Arkana sangat menyukainya!!apa mungkin mereka melakukan pelet?"tebak Gladin yang langsung mendapat tatapan sekilas dari Atalia.
"tidak menyangka seorang putri begitu tidak sopan sampai menggeledah kamar orang!!"ucap seseorang tiba-tiba membuka pintu.
Atalia dan Gladin menoleh bersamaan dan langsung tertegun melihat Seorang wanita sudah berdiri di ambang pintu dia yang tak lain adalah Xia dan kakaknya Arkana.
"kak Arkana!"ucap Atalia dengan sangat terkejut.
Arkana menatap Atalia dengan tatapan tak percaya terlebih melihat kalung yang ia berikan pada Xia sekarang ada di tangan Atalia.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini Atalia?''tanya Arkana benar-benar tidak habis fikir.
"Aku benar-benar tidak menyangka,yang mulia putri melakukan hal seperti ini!!saya tahu saya tidak sebanding dengan keluarga kerajaan!saya hanya rakyat biasa yang tidak pantas untuk di hormati privasinya!!"ucap Xia dengan nada sedih dan menangis mengatakan nya.
Atalia menunjukkan wajah sinis dan tajam pada Xia,benar-benar salut pada wanita itu yang sangat pandai bersandiwara.
''Atalia,kakak sangat kecewa pada mu!!,meskipun dia rakyat biasa tidak bisakah kau menghargai sedikit pilihan kakak!jika tidak memandang nya bisakah memandang kakak sedikit!kakak tahu kerajaan kembali berkat mu!dan semua musuh-musuh kerajaan juga di bereskan oleh mu,dan aku sadar kalau kamu mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari ku... ''
''yang mulia Arkana hentikan!!"ucap Gladin lantang memotong ucapan Arkana.
Atalia sangat tertegun mendengar ucapan kakaknya,ia sama sekali tidak menginginkan hal-hal kerajaan yang ia rebut di bahas oleh kakaknya.
__ADS_1
''Apakah yang mulia tidak bisa bertanya lebih dulu,kenapa putri Atalia melakukan ini!!dan apakah yang mulia pikir status ratu itu hal sepele!!segala sesuatu tentang ratu masa depan harus jelas di selidiki tidak boleh sembarangan,sebelum menikahinya apakah yang mulia raja tidak menyelidiki nya sama sekali!..."
"Gladin hentikan!"ucap Atalia tiba-tiba kepala nya sangat sakit pandangan nya mulai buram-buram.
''hiks...yang mulia yang dia katakan memang benar!!segala nya harus di selidiki tentang saya!!meskipun merusak privasi saya!! lagi pula ini adalah apertemen milik kerajaan itu artinya ini juga apertemen milik Tuan putri Atalia!!saya bisa menerima nya yang mulia!"ucap Xia dengan air mata yang terus menetes.
''baiklah,kau bisa melanjutkan penyelidikan mu!!dan untuk kalung itu kau bisa membawanya kembali"ucap Arkana kemudian memapah Xia keluar dari sana meninggal kan Gladin dan Atalia yang masih mematung.
"nona!"Gladin sangat terkejut saat Atalia akan jatuh,ia menahan tubuh nonanya yang tak bisa seimbang.
''apakah kepala anda sakit lagi?"tanya Gladin dengan sangat khawatir.
''bawa aku kembali,aku tidak membawa pil itu sama sekali!"ucap nya dengan nada lemah,memegang kepalanya yang sangat sakit tulang-tulang kepalanya serasa di tarik-tarik.
''Baiklah nona!"ucap Gladin mempobong Atalia.
***
''aku tahu,aku bisa mengerti tapi dia menggeledah kamar ku,dan itu sudah merusak privasiku,meskipun aku marah juga tidak bisa dia adalah seorang putri!"ucap Xia tak menatap Arkana.
Arkana menghela nafas dan menoleh ke arah lain,ia melihat Atalia dan Pria yang tadi bersamanya menuruni tangga.
''Apakah kalian sudah selesai menggeledah kamar ku?"tanya Xia langsung berdiri saat melihat Atalia.
Atalia dan Gladin tak mendengarkan nya,mereka menuruni tangga dengan santai tanpa menoleh ke arah Kedua orang itu.
saat sudah sampai di tangga terakhir Atalia sedikit melirik Arkana yang hanya diam saja,dan langsung berlalu pergi,sedangkan Gladin melirik Xia dengan tatapan aneh kemudian langsung mengikuti Atalia yang sudah berlalu lebih dulu.
Pitter merasa ada sesuatu yang aneh dengan Atalia,''apa aku hanya salah lihat,Atalia terlihat pucat dan lemah!"ucapnya dalam hati,mengingat kembali wajah Atalia yang melihat nya dengan sekilas.
__ADS_1
"aku akan ke kamar ku untuk membereskan nya!"ucap Xia dengan menunduk dan langsung berlalu pergi.
Arkana menoleh ke Arah Atalia yang sudah akan keluar,ia merasa bersalah sudah mengatakan hal yang seharusnya tidak ia katakan,ia terbawa emosi tadi karna terkejut sekaligus tidak percaya adiknya itu menyusup ke apertemen yang ia beri di tempati Xia, bahkan memegang kalung berlian yang ia berikan pada Xia.
***
"nona tampaknya kesehatan anda semakin menurun,sebelum nya sangat jarang kambuh!"ucap Gladin sangat khawatir dan takut.
"katakan pada Paul datang ke Swiss besok!"ucap Atalia.
"dokter Paul mengatakan pada saya kemarin kalau dia ada di Swiss,apakah nona ingin menemui nya hari ini?"tanya Gladin fokus menyetir meski ia sangat khawatir pada nona nya.
"iya!"jawab Atalia singkat.
Dokter Paul adalah dokter pribadi Atalia yang sangat terkenal dan hebat melayani banyak orang-orang yang kanker apapun,sebelum Atalia menemukan nya dan menjadikan dokter Paul sebagai dokter pribadi nya 5 tahun yang lalu.
***
"Ekhem!!"dehem Pitter yang sekarang sudah berdiri di samping meja Italia.
Italia masih tidak memperhatikan ia terus berbincang pada aktor tampan di depan nya,ia sangat antusias pada pria itu.
"tuan putri, seseorang sepertinya menunggu anda!"ucap pria itu membuat Italia menoleh dan melihat Pitter yang memasang wajah datar dan dingin.
"sejak kapan kau ada di sini?apakah kita akan pulang?"tanya Italia dengan wajah cemberut.
"kakak mu sudah pulang,nona Atalia dan David juga sudah pulang,dan Kakak mu meminta ku untuk membawa mu pulang,tapi jika kamu masih ingin di sini aku akan kemali lebih dulu"ucap Pitter dengan dingin dan berbalik akan pergi.
"baiklah,aku akan pulang dengan nya"ucap Italia dengan semangat membuat Pitter tertegun dan kembali berbalik.
__ADS_1
bersambung....