RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
bertemu Atalia


__ADS_3

beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan itu,membuat David langsung berjalan ke depan nya dengan tidak sabaran,begitupun dengan tuan Albert dan Arkana mereka langsung berdiri dan menatap dokter dengan lekat.


"bagaimana kondisi nya?"tanya David.


"pasien sudah dalam tahap kanker stadium akhir,dan kondisi nya sudah sangat memprihatin,jika melakukan kemoterapi juga takut nya sudah terlambat dan kan kami juga takut jika di operasi pun..."dokter itu tidak melanjut kan ucapan nya,ia terlihat tidak enak dan merasa sedih mengatakan nya,jujur saja saat mengetahui kalau orang yang dia periksa itu sudah sampai stadium akhir membuat nya cukup tak percaya karna masih bisa bertahan di kondisi seperti itu kebanyakan orang yang sudah sampai tahap itu tidak bisa bertahan.


"apa maksud mu!!!jika di operasi apa?!!!!"David terpancing emosi mendengar ucapan dokter ia menarik kerah dokter itu dengan mata yang menyala-nyala marah.


"David hentikan"tuan Albert langsung melerai David yang tidak terima dengan ucapan dokter itu,ia menarik David.


"David tenang lah pasti ada cara untuk menyembuh kan Atalia!"Tuan Albert terus menenangkan David,membuat David melepaskan tangan nya amarah nya sedikit reda saat mendengar ucapan Tuan Albert.


"lalu bagaimana kondisi nya saat ini?"tanya Tuan Albert pada dokter setelah melihat David sudah sedikit tenang.


"untuk saat ini kondisinya masih bisa di kontrol,dan sebentar lagi mungkin sudah sadar,tapi tubuh nya akan sangat lemah jadi pasien harus dalam pemantuan kami"ucap dokter itu takut menyinggung orang-orang di depan nya.


"aku ingin bertemu dengan nya!"ucap David dengan nada datar.


"tentu saja,tapi kami saran kan satu-satu orang yang masuk karna kami takut akan mengganggu pasien"jelas dokter itu,baru saja dokter itu selesai mengatakan nya David langsung menerobos masuk.


Arkana juga benar-benar ingin masuk melihat kondisi Atalia sekarang,tapi ia menahan diri karna David sudah lebih dulu masuk.


sedangkan asisten tuan Albert mengambil ponselnya dan menghubungi orang-orang yang ia suruh untuk mencari dokter tangan dewa,tapi hasil nya nihil mereka belum menemukan keberadaan Dokter itu.


***


David masuk kedalam ruangan itu dan menutup pintu terlihat dua dokter dan tiga orang suster di dalam sana dengan memakai masker,setelah melihat David mereka keluar menyisakan seorang dokter wanita dan suster.

__ADS_1


Atalia di pasang infus dan alat oksigen juga pendeteksi jantung yang terus berbunyi,ia di beri masker oleh suster sebelum mendekat pada Atalia yang terbaring di atas bed.


ia tak bisa menahan sakit dan tangis nya melihat kondisi Atalia sekarang yang sagat pucat seperti kehabisan darah dengan tangan yang sangat dingin,"kenapa?kenapa kau menyembunyikan penyakit mu dari ku?"tanya nya dengan menitikan air mata,tak kuasa menahan nya.


"aku tidak akan bisa hidup tanpa mu!kita sudah berjanji akan hidup sampai menua bersama,kau tidak boleh meninggal kan ku begitu saja!"ucap David mencium tangan Atalia yang tidak di infus dengan air matanya yang mengalir mengenai tangan Atalia tapi ia langsung menghapus nya.


"aku yakin kau pasti sembuh,kau tidak akan pernah ingkar janji aku tahu itu!"ucap David lagi mengecup tangan Atalia lama,tapi mata wanita itu sama sekali tak bergerak ia seperti tak merasakan apa-apa,wajah nya terus datar dan pucat,bibir nya yang biasa merah kali ini sangat pucat tak berwarna di pegang nya bibir itu.


"bangun lah,aku ingin berbicara dengan mu!"tutur David dengan suara berbisik,tapi setelah satu menit menunggu Atalia belum juga sadar.


"kenapa dia belum juga sadar?"tanya David pada dokter yang berdiri tidak jauh di belakang nya.


"mungkin sebentar lagi"jawab dokter itu.


di saat itu juga jari-jari Atalia yang di genggam David bergerak,hal itu membuat David langsung deg-degan tatapan nya tak lepas dari mata Atalia menangi kelopak mata itu terbuka.


tapi setelah menunggu cukup lama Atalia belum juga membuka mata nya membuat senyuman David kembali sirna,tapi tiba-tiba keluar darah dari hidung Atalia membuat David sangat terkejut,"dokter dia mimisan!"ucap David membuat dokter itu mengambil tisu khusus rumah sakit,yang tersedia di ruangan itu,dan melap darah dari hidung Atalia.


tiba-tiba tubuh Atalia kembali kejang membuat David tertegun dan tidak tega melihat nya terlebih darah yang belum juga berhenti keluar dari hidung nya.


"Tuan tolong anda keluar dulu!"usul dokter dengan ramah,dan mengambil suntik.


David dengan tidak rela melepaskan tangan Atalia,tapi ia kembali terkejut saat tangan nya di pegangi Atalia,tapi saat dilihat nya mata Atalia sama sekali belum sadar kan diri juga,dan masih Saja kejang.


"tuan tolong segera keluar"pinta dokter itu lagi membuat David perlahan melepaskan tangan Atalia yang memegang tangan nya,saat tangan nya sudah terlepas Atalia yang tidak sadar kan diri tiba-tiba menitikan air mata nya,membuat David ingin melap nya.


"biar kami yang melakukan nya tuan"dokter itu menghentikan David,membuat David berjalan mundur terus melihat wajah Atalia hingga ia menabrak pintu keluar,"aku tahu kau akan bertahan untuk ku!untuk masa depan kita!!"gumam David kemudian berbalik dan keluar.

__ADS_1


"bagaimana apakah Atalia sudah sadar?"tanya tuan Albert yang langsung menyambut David yang baru saja keluar begitupun dengan Arkana.


"apakah sekarang dia baik-baik saja!?"tanya Arkana pada David,namun David menjawab kedua orang itu dengan gelengan kepala.


"dia belum sadarkan diri,dia kembali kejang dan mimisan"ucap David melewati kedua orang itu dan duduk di kursi dengan frustasi.


David kembali teringat dengan ucapan Atalia waktu itu.


''bagaimana jika nanti aku mati sebelum kita menikah?"


pertanyaan Atalia itu memenuhi pikiran David,ia mengutuki diri nya karna dulu tidak peka waktu itu,waktu ia juga sudah curiga kalau Atalia sakit tapi ia selalu teralihkan.


"David,kamu tidak boleh terpuruk begitu kamu harus yakin kalau Atalia masih bisa sembuh,kami sedang mencari dokter yang bisa menyembuhkan nya"ucap Tuan Albert kini duduk di samping David.


"Apakah ada dokter yang bisa menyembuhkan nya?"tanya David mengangkat pandangan nya melihat tuan Albert.


"ya benar"Tuan Albert mengangguk dengan senyum meyakin kan.


dokter kembali keluar,membuat Tuan Albert langsung menghampirinya.


"bagaimana kondisi adik saya?"tanya Arkana yang memang ada di depan pintu.


"pasien sudah kembali tenang tapi belum sadarkan diri"jawab dokter itu.


"aku ingin masuk apa boleh?"tanya Tuan Albert mendahului Arkana,dokter itu mengangguk dan mempersilahkan Tuan Albert.


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like..komen..vote..rate..


makasih


__ADS_2