
sudah berlalu tiga hari lagi,dokter mengatakan kalau seharus nya Atalia akan sadar hari ini dan tentu saja David tidak sabar akan hal itu.
"kira-kira jam dia akan sadar kek?"tanya nya pada dokter tangan dewa yang sekarang sudah di panggil nya kakek.
"haha...kau ini aku tidak tahu dia akan sadar jam berapa aku hanya memprediksi kalau Atalia akan sadar hari ini!"ucap sang kakek merasa lucu melihat David yang tidak sabar sejak pagi tadi.
"Aku keluar sebentar,nanti kalau Atalia sudah sadar segera panggil aku oke!"ucap sang kakek membuat David mengangguk.
"ok!"jawab nya.
tapi sudah berlalu hingga malam hari,Atalia juga belum sadar membuat David menjadi was-was.
"seharusnya dia memang sudah sadar,aku juga tidak tahu kenapa belum sadar juga sampai sekarang!"ucap dokter ahli pengobatan Tiongkok yang sekarang ada di sana bersam dokter tangan dewa dan juga David bersama tuan Albert Arkana dan juga Italia tidak lupa juga dengan Paul.
mereka kembali memeriksa keadaan Atalia,dan tidak ada masalah apa-apa,"seharusnya tidak ada masalah apa-apa!,kita tunggu saja nanti dia pasti sadar,atau mungkin besok!"ucap dokter tangan dewa itu memasukkan kembali steteskop nya kedalam sakunya.
karna sudah lewat sampai jam sebelas malam,mereka semua pulang tinggal David sendiri yang sekarang sudah tidur di ranjangnya yang tidak di satukan dengan ranjang Atalia,tapi sangat dekat dengan ranjang Atalia sehingga ia terus memperhatikan wajah Atalia sampai akhir nya terlelap.
"aku yakin besok pasti kau sudah membuka mata,aku yakin itu!"ucap David dengan setengah mata yang terbuka.
...
namun setelah pagi bahkan siang hari,Atalia masih setia menutup matanya membuat David tak berhenti untuk was-was,ia menjadi sangat khawatir lagi.
bahkan saat pintu terbuka ia tidak menyadarinya,ia masih memegang tangan Atalia dan menatap wajah wanita itu yang sepertinya sangat enggan untuk membuka matanya.
"David"panggil seseorang dari belakang,membuat David tertegun dan langsung berdiri kemudian berbalik melihat mama nya yang sudah berdiri di sana memasang senyumnya.
__ADS_1
"mama,...papa membawa mama kemari?"David tidak percaya apakah Mama nya sudah sembuh.
"Aku memberitahu mama mu tentang Atalia dan hubungan kalian,dan ingin bertemu dengan Atalia!"jelas Tuan Albert membuat David mengangguk paham dan tersenyum kepada Yoria.
Ia menyalam tangan mamanya,membuat Yoria mengusap bahunya.
kemudian tatapan Yoria berhenti pada Atalia yang terbaring di ranjang dengan beberapa alat rumah sakit yang masih terpasang pada tubuhnya.
cukup lama ia menatap Atalia dengan tatapan datar membuat David sedikit khawatir begitupun dengan Tuan Albert karna tatapan Yoria yang begitu tipis dan datar.
"Apakah dia calon menantuku?"tanyanya tiba-tiba tersenyum pada David,membuat David tersenyum canggung.
matanya kembali basah,membuat David menjadi khawatir.
"tidak menyangka aku akan mempunyai menantu,dan akan menggendong cucu pa!"ucapnya sebenarnya menangis bahagia memeluk Tuan Albert dengan perasaan yang sangat bahagia.
"tapi kenapa dia seperti ini?"tanya nya pada David.
"dia terkena kanker otak stadium akhir ma,tapi sekarang kanker di otaknya sudah di angkat oleh kakek jadi dia akan baik-baik saja sekarang hanya saja belum sadarkan diri!",jelas David.
Yoria terkejut mendengarnya,benar-benar wanita yang kuat bisa melawan penyakit paling berbahaya,ia cukup terkesan karna ia suka wanita yang kuat.
"apakah setelah dia sadar kalian akan menikah?",tanyanya tiba-tiba dengan semangat membuat David menjadi kikuk tapi juga mengangguk membuat Yoria sangat senang.
"bagus sekali,mama juga ingin menggendong cucu mama,dulu tidak mempunyai kesempatan menggendong dan memanjakan mu!"ucap Yoria membuat David tersenyum.
"Papa juga pasti ingin merasakan menggendong bayi lucukan dan memanjakan nya!"ucapnya melihat Tuan Albert dengan senyum ceria membuat Tuan Albert mengangguk.
__ADS_1
wajah David tiba-tiba waspada saat mendengar memanjakannya,itu artinya kedua orang tua nya itu akan merebut anaknya nanti.
"ahaha benar juga,sebagai ganti masa kecil David!"ucap Tuan Albert tidak kepikiran tentang itu.
di saat itu juga tiba-tiba tangan Atalia bergerak-gerak,tapi belum di perhatikan David karna ia membelakangi Atalia,tapi Yoria melihat nya dan sangat terkejut.
"Tangan nya bergerak!"ucapnya membuat David terkejut dan langsung berbalik melihat Atalia dan benar saja jari-jari Atalia bergerak ia sangat senang dengan cepat ia berlari memanggil dokter.
namun ternyata dokter tidak ada di ruangan itu jadi Ia keluar memanggil dokter bahkan tak terpikir oleh nya menelfon karna terlalu senang nya.
sedangkan Atalia perlahan-lahan membuka matanya dan melihat sosok wanita cantik dengan tatapan kaburnya tapi tatapan nya berangsur-angsur baik dan melihat jelas wanita itu yang ternyata sedang tersenyum padanya.
"halo sayang"sapa Yoria membuat Atalia yang memang tidak mengenal nya menjadi bingung,ia tidak bergeming sama sekali,hingga tatapan nya beralih pada pria di samping wanita itu.
"Atalia kau sudah sadar nak!"ucap Tuan Albert tersenyum senang melihat Atalia,Atalia seketika berfikir kalau ayah baptis nya itu mempunyai istri muda jadi ia tidak bergeming juga melihat sang ayah.
hingga saat pintu terbuka terlihat David dan dua dokter masuk dengan langkah terburu-buru.
David hampir menangis melihat Atalia yang sekarang sudah membuka matanya,ia langsung menghampiri Atalia dan duduk di samping nya,rasanya bibir Atalia susah di gerakkan jadi ia hanya bisa diam tanpa memberi senyum pada David.
dokter tangan dewa yang bernama kakek Chu itu memeriksa Atalia dan senang saat mendapati Atalia sudah baik-baik saja sekarang.
"Sekarang sudah baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi!hanya beberapa anggota tubuh nya akan mati rasa tapi tidak perlu begitu khwatir itu karna selama satu Minggu tubuh tidak bergerak!"jelas dokter Chu ikut senang dengan sembuhnya Atalia.
Atalia menggerakkan tangan nya dengan sangat perlahan,dan membuka selang oksigen yang terpasang karna ia merasa sesak mungkin karna ia sudah bisa bernafas dengan baik dan normal.
bersambung...
__ADS_1