
untung saja hanya meretas file-file perusahan yang bekerja sama dengan perusahan JHON,jika merteas jaringan Utma,ia tak yakin bisa.
***
''proyek untuk minggu depan lakukan minggu ini,dan informasi ini jangan sampai di ketahui orang-orang untuk beberapa hari ini,jika tidak kalian semua di pecat"ucap David dengan serius saat rapat akan berakhir.
semua direktur yang di sana menelan salvina,"baik Tuan"ucap mereka serentak,kemudian keluar.
"Di rektur Chi tinggal lah sebentar"ucap David pada direktur Umum dan juga penanam saham besar setelah Keluarga Jhon,direktur Chi adalah mantan gangster yang cukup berpengaruh bahkan sampai ke luar negri,ia berhenti karna mencalon kan diri menjadi walikota,setelah masa jabatan nya selesai ia memilih menanam seluruh aset nya di perusahan Jhon,dan meminta posisi tinggi.
Pitter berdiri di samping David sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Direktur Chi itu,yang selalu elegan bahkan meski usia nya sudah 50han,tubuh nya tetap begitu tinggi dan berotot.
"Saya bantuan anda tuan Chi"ucap David dengan wajah serius,yang di jawab kerutan dahi oleh pria itu.
"Tuan David butuh bantuan saya?jarang sekali"ucap nya dengan sedikit bercanda.
"Saya sedang berbicara serius,Saya butuh bantuan tuan Chi mencari tahu siapa orang di balik masalah perusahan Jhon"ucap David,seketika membuat pria itu terdiam.
"Aku tidak bisa melakukan nya"ucap nya setelah berfikir beberapa saat.
"Ini adalah pertama kali dan terakhir saya minta bantuan Tuan Chi"Ucap David dengan nada tegas melihat pria paruh baya itu angkat bangkit.
"...baiklah"ucap nya setelah beberapa saat ruangan itu hening.
"terima kasih tuan Chi"Ucap David dengan tersenyum profesional.
setelah di ruangan itu tinggal kedua nya,David memberikan map pada Pitter,"besok jam 08 siap kan rapat dengan seluruh penanam saham"ucap David setelah Pitter melihat isi map itu,yang tak lain adalah data lengkap penanam saham di sana lengkap no masing-masing.
"baiklah"ucap Pitter.
***
malam hari David yang baru pulang hari ini ia sengaja cepat pulang karna ingin menemui kakek nya.
sekarang ia berdiri di depan pintu ruangan kerja kakek Jhon,ia dengan perlahan memutar gagang pintu sehingga kakek Jhon tidak menyadari nya.
"Benar dia memutuskan hubungan dengan keluarga Jhon,juga tak ingin mendengar kata maaf "ucap kakek Jhon pada istri nya yang duduk di samping nya saat ini dengan ekspresi tak percaya.
__ADS_1
"Kakek nenek!"ucap nya membuat kedua orang tua itu terkejut dan langsung menoleh ke arah David yang sekarang berdiri di ambang pintu menatap mereka dengan tatapan aneh.
"David"ucap kakek Jhon dengan suara bergumam.
"Sejak kapan kau ada di sana?"tanya nya dengan ekspresi aneh.
"Baru saja,siapa yang memutus kan hubungan dengan keluarga Jhon?dan juga mendengar kata maaf"tanya David dengan ekspresi serius.
"tidak ada,kau salah dengar!"ucap kakek Jhon membuang tatapan nya ke ke segala arah.
"Apa ini ada hubungan nya dengan kau pergi ke inggris?kenapa kalian pergi kesana"tanya nya sekarang menatap kakek nya itu dengan tatapan tajam nya.
"tidak ada"ucap kakek Jhon dengan nada ketus.
David merasa itu semakin aneh,ia berjalan mendekati kakek nya itu,"sebaik nya katakan yang jelas,apa masalah perusahan Jhon sekarang,ada hubungan nya dengan kalian pergi ke inggris untuk meminta maaf?pada siapa kalian minta maaf?"tanya David dengan memicing kan mata nya.
Kakek Jhon terdiam,"Bukan urusan mu,dan ini tidak ada hubungan nya dengan perusahan Jhon"ucap kakek Jhon,sebenar nya ia takut jika David mengetahui nya,mungkin ia tidak akan membantu perusahan Jhon lagi.
David mengepal erat tangan nya,"meskipun kau tidak memberi tahu ku,aku juga akan tahu"ucap nya dan langsung keluar dari sana meninggal kan dua orang tua itu.
"jangan sampai David tahu hal ini,kau mengerti!"ucap kakek Jhon pada istri nya itu dengan tegas.
***
Di dalam kamar yang dulu nya tempat Atalia di rumah itu,David melepas kan jas nya kemudian merogoh saku nya menelfon seseorang.
"padahal perusahan dalam keadaan darurat tapi masih tidak memberi tahu ku akar masalah nya"decak nya dalam hati,sembari meletakkan ponsel di dekat telinga nya.
📞"halo"ucap seseorang terdengar dari balik telfon dengan nada santai.
"mark aku butuh kau"ucap nya dengan nada serius dan tegas.
📞"membutuh kan ku!!"ucap pria bernama Mark itu dengan nada antusias.
📞"apa yang harus ku lakukan untuk mu?"tanya nya lagi terdengar tak sabaran.
"aku butuh beberapa klien mu untuk perusahan ku"ucap David seketika membuat pria di balik telfon terdiam.
__ADS_1
📞"...kau serius?"tanya nya dengan tak percaya.
"aku serius"jawab David lagi.
📞"baiklah kau tenang saja,berapa banyak yang kau butuh kan,aku yakin dengan kemampuan mu mereka pasti akan puas dan sangat senang menemukan orang seperti mu "tanya Mark dengan nada sombong.
"berapa saja,sekalian aku juga kekurangan proyek akhir-akhir ini"
📞"kebetulan sekali,aku juga kelebihan banyak proyek,tenang saja aku akan mengalih kan nya pada mu"ucap Mark lagi.
"terimakasih"ucap David kemudian memutuskan telfon.
ia menelfon beberapa teman-teman kuliah nya dulu yang berada di luar negri,mereka juga memiliki perusahan dan kekuasaan di negara dan kota mereka masing-masing,sehingga dengan mudah dapat membantu David.
***
1 minggu kemudian
Atalia menatap nanar ke layar laptop nya,tangan nya terkepal namun ekspresi dingin wajah nya tak berubah,"Cukup hebat"ucap nya.
padahal ia sudah membeli saham dari beberapa penanam saham di perusahan Jhon dengan harga yang tinggi,meski hanya ada beberapa orang yang bersedia.
ia juga sudah memblokir perusahan-perusahan yang bekerja sama dengan perusahan Jhon,dan melemparkan proyek yang di tangani perusahan Jhon ke perusahan lain.
"apa yang akan kita lakukan nona?"tanya Asisten pribadi Gladin itu.
"aku tidak menerima kekalahan!"ucap Atalia dengan nada tajam dan dingin,kemudian berdiri dan berjalan keluar dari sana dan lanagsung di ikuti pria itu dari belakang.
pada akhir nya Atalia berhenti di depan sebuah ruangan yang sangat jarang di buka,tapi setiap hari akan selalu di bersihkan oleh Gladin,tapi karna Gladin sedang dalam perawatan asisten nya lah yang melakukan semua nya.
"apa yang akan di lakukan nona di sini,apa sebenar nya fungsi ruangan ini,setiap hari aku membersihkan nya tapi sama sekali tidak tahu guna nya sama sekali"gumam pria itu mengikuti Atalia masuk.
###
like...
komen...
__ADS_1
vote...