RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
takut tidur


__ADS_3

Tiba-tiba Atalia pingsan membuat David panik melihat nya,"apa yang terjadi kenapa Atalia malah pingsan!!"tanya nya menatap Paul tajam.


"Jangan khawatir tuan,nona Atalia akan sadar sebentar lagi,dia pingsan karna cairan yang masuk dalam tubuh nya cukup banyak"jelas Paul membuat David sedikit tenang mendengar nya.


"Apakah sudah selesai?"tanya David melihat Paul yang meletakkan suntik nya.


"Untuk hari ini sudah cukup"jawab Paul sembari membersihkan bekas suntikan yang mengeluarkan darah,kemudian memegang sebelah bahu Atalia untuk membalikkan tubuhnya ke posisi terlentang.


"Apakah tidak apa-apa?"tanya David khawati melihatnya.


"Tidak apa-apa"ucap Paul kemudian menghampiri dokter-dokter lainnya yang tampak menguji ulang pil-pil yang akan di konsumsi Atalia.


David memperhatikan mereka sebentar kemudian kembali melihat kembali Atalia yang sekarang terbaring di depan nya.


"Kenapa harus kau yang mengalami nya kenapa bukan aku saja!"ucap David mengusap-usap wajah Atalia yang pucat.


"Apakah kau begitu kesakitan?biarkan aku yang menggantikan mu merasakan nya!"gumam David pada Atalia yang hanya diam saja seperti seorang yang tertidur lelap.


"Kenapa dia belum juga sadar?"tanya David berbalik melihat Paul.


"Bisakah sabar sebentar lagi,ini belum penuh satu menit nona pingsan"gumam pual menghela nafas berat.


"Tunggulah sebentar lagi tuan"ujarnya kemudian melihat kembali dokter yang sedang melakukan pengujian ulang.


Hingga benar saja,tak berapa lama Atalia mulai sadarkan diri dan melihat David yang masih setia di samping nya.


"Bagaimana perasaan mu,apakah masih terasa begitu sakit?dimana yang sakit?"tanya David akhirnya lega melihat Atalia sadar namun ia malah khawatir Atalia kesakitan di bagian punggung nya.


"Tidak ada yang sakit"jawab Atalia dengan menunjukkan senyum nya agar David tidak begitu khawatir.


"Karna nona sudah sadar,saat nya memakan obat"ucap Paul membawa obat yang sudah selesai di uji untuk di konsumsi.


"Apakah semua itu harus di makan sekarang?"tanya David melihat ada banyak butir obat yang di bawa Paul,sembari membantu Atalia untuk duduk.


"Benar tuan"jawab Paul,membuat David lagi-lagi merasa kasihan pada Atalia.


***


"Dimana Atalia?"tanya Italia yang baru saja sadar.


"Dia sudah ada di rumah sakit xxx bersama tuan Albert dan David"jawab Arkana.


Semalam tepatnya jam empat pagi ia baru sadar kalau Italia masih ada dirumah sakit tempat Atalia di bawa pertama,sehingga langsung menjemput Italia dan di bawa ke hotel yang cukup dekat dengan rumah sakit tempat Atalia di rawat,dan Italia baru saja sadar jam sembilan pagi ini.


"Bagaimana keadaan nya?apakah di sudah baik-baik saja?aku ingin bertemu dengan nya kak!"Italia bangkit dari tempat tidur nya menghampiri Arkana.


"Makanlah dulu,Atalia sedang menjalani kemoterapi hari ini mungkin baru bisa di temui nanti siang"jelas Arkana yang memang baru saja kembali dari rumah sakit

__ADS_1


"Kemoterapi?"tanya Italia menutup mulut tak percaya,ia fikir semalam itu hanyalah mimpi.


"Apakah Atali masih bisa disembuhkan kak?"tanyanya dengan menangis,membuat Arkana menghela nafas kemudian memeluk Italia.


"Ada banyak dokter yang menangani nya,dia pasti bisa sembuh!!''ucap nya.


"Sudah makanlah dan bersihkan dirimu kita akan pergi ke rumah sakit!"ucap Arkana melepaskan Italia dan berbalik akan keluar.


"Apakah pernikahanmu dan Xia sudah di batalkan?"tanya Italia tiba-tiba membuat Arkana langsung menghentikan langkah nya.


"Bukan apa-apa,aku hanya ingat kejadian semalam"ucap Italia menundukkan kepala dan berbalik dan mengambil makanan nya.


Arkana berbalik dan melihat Italia yang sekarang duduk di sofa bersiap-siap untuk makan."aku sudah membatalkan nya,kamu tenang saja"ucapnya.


"Baguslah"Italia berbicara tanpa mengangkat pandangan nya melihat Arkana.


***


Setelah selesai dengan kemoterapi Atalia,Paul sekarang berada di ruangan nya menelfon-nelfon Gladin dan Zacky namun hasil nya tetap sama seperti biasa mereka tak menjawab panggilan nya.


Karna emosi ia melempar ponselnya ke lantai,"apakah tidak bisa mengangkat telfon saja!!meskipun belum menemukan dokter itu apakah tidak bisa mengabari ku!!"gerutu Paul tidak bisa menahan emosi nya lagi pada Gladin dan Zacky.


"Jika terjadi apa-apa dengan nona,lihat saja di saat itu juga aku akan memutuskan persahabatan dengan kalian!!"ucap Paul,sebenar nya dia khawatir telah terjadi apa-apa pada kedua sahabat nya itu,ia juga takut akan di tinggal kan orang-orang yang beberapa tahun lalu sudah di anggap nya sebagai keluarganya,Atalia Gladin dan Zacky.


***


"Tapi aku tidak ingin punya anak!"ucap David lagi berhasil membuat Atalia terkejut mendengar nya dan membulat kan mata.


"Apa yang kau katakan!mana bisa pernikahan tanpa anak!pernikahan berarti membangun keluarga bagaimana bisa keluarga tanpa kehadiran anak!"jelas Atalia yang merasa pemikiran David sesat.


"Tapi aku tidak ingin cinta dan kasih sayangmu padaku terbagi,aku tidak bisa dengan itu!"ucap David dengan wajah serius membuat Atalia tidak habis fikir dengan pemikiran David.


"Kalau begitu aku tidak mau menikah dengan mu nanti!"ketus Atalia membuat David.


Beberapa dokter yang masih tinggal di ruangan itu dan mendengar pembicaraan mereka menahan tawa mendengarnya.


"Baiklah-baiklah bagaimana dengan satu anak?"tawar David dengan wajah polosnya.


Dengan wajah polos.


"Bagaimana bisa ada pria dewasa sepertinya!"gumam Atalia yang tidak habis fikir dengan David.


dokter-dokter yang masih ada disana dan mendengar itu,benar-benar merasa David ad


"Atali!"ucap Italia yang sudah ada di ruangan itu entah sejak kapan.


"Hiks..hiks..hiks.."Italia menangis melihat Atalia yang ternyata mengidap kanker stadium akhir itu,ia berlari ke tempat Atalia sekarang berbaring ingin memeluk Atalia namun David langsung menghentikan nya.

__ADS_1


''jangan coba menyentuhnya!"ucap David berubah menjadi serius dan tegas,perubahan wajah imutnya pada Atalia barusan seketika berubah menjadi tegas.


"kenapa?"tanya Italia menyeka air matanya.


"pokoknya tidak bisa,Atalia baru saja mendapat suntikan cairan di bagian punggungnya jadi tidak bisa asal disentuh!"jelas David.


"benarkah,hampir saja maafkan aku!"Italia melihat Atalia dengan merasa iba membuatnya kembali menangis.


"kenapa menangis begitu aku akan baik-baik saja sudah tidak apa-apa!jangan khawatir!"ucap Atalia menunjukkan senyumnya.


"lihat aku semakin baik!"ucap Atalia lagi membuat Italia benar-benar ingin memeluknya,ia bahkan belum menghabiskan banyak waktu satu tahun dengan Atalia sekarang ia baru terpikir untuk jalan-jalan bersama Atalia ke wisata-wisata.


"kalian berbicaralah dulu,aku akan keluar"ucap David bangkit dari kursinya,memberikan waktu berbicara pada kedua saudara itu.


***


David melihat jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul tujuh,tapi Italia belum juga keluar-keluar dari ruangan Atalia.


saat ia masuk terlihat Italia dan Atalia yang masih berbincang-bincang,ia tidak tahu apa yang mereka bahas sedari tadi siang hingga sampai sekarang.


"Atalia sudah waktunya tidur,pergilah"suruh David pada Italia.


"tapi,aku masih ingin bersama Atalia,atau kalau tidak biarkan aku menemani nya malam ini!"ujar Italia bangkit dari duduknya.


''tidak bisa!!"bantah David cepat melipat tangan nya.


Ingin sekali rasanya Italia memaki David yang merasa dirinya berkuasa atas Atalia,tapi ia menahan nya karna Atalia yang masih sakit,''baiklah''ucapnya mendegus kesal.


''Atalia aku akan kembali lagi besok,cepatlah istirahat''ucap Italia kemudian berlalu pergi.


David menutup pintu,kemudian kembali berjalan ketempat Atalia,''cepatlah tidur!"ucap David mengusap rambut Atalia.


''Aku belum mengantuk!"ucap Atalia.


''tidak bisa lihat para dokter saja sudah masuk ke kamar mereka dan mungkin juga sudah tidur!"ucap David memicingkan matanya pada Atalia.


''hm baiklah''ucap Atalia menghela nafas mengalah.


David mengambil alas tidur kemudian mengembangkan nya di bawah tempat tidur Atalia,kemudian meletakkan bantal dan mengambil selimut untuk di pakai nya baru saja ia bersiap untuk berbaring di lihatnya Atalia masih belum memejamkan matanya.


''tidurlah!"ucapnya kemudian mengecup kening Atalia,membuat Atalia tertegun dan langsung berdebar.


''baiklah''ucapnya seketika menutup mata.


David tersenyum melihatnya,tapi kemudian senyum nya hilang ia tidak ingin tidur karna sejujur nya ia takut saat tertidur Atalia akan pergi,ia benar-benar takut dengan hal itu.


''lebih baik aku tidak usah tidur!"gumam nya kemudian menggulung kembali tempat tidur nya dan menarik kursi duduk kembali di samping Atalia.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2