
Aaakh!!!akhhh!!!!aaakh!!!teriak nya dengan sangat kesakitan yang menghantam di sana,air mata nya membasahi seluruh wajah nya merasakan seluruh dunia nya sudah hancur,ia sama sekali tak mempunyai niat hidup lagi.
"Cih tidak seru lagi!!"
Aaaaaaaaaakh!!!!!!kini teriakan histeris di nafas terakhir dari wanita itu,saat merasakan ketiga orang itu menusuk nusuk perut nya dengan pisau.
Tek...
Air mata gadis itu menetes ia menutup mulut nya dengan kuat agar bisa menangis tanpa suara.
Ia pelan-pelan keluar dari lemari,iya menatap punggung ketiga pria itu yang akan keluar.
"Mama!!"isak nya memeluk wanita cantik itu yang di penuhi darah dan tubuh nya yang tanpa busana lagi.
''mama bangun,jangan tidur begitu temani Atalia! atalia takut''tangis gadis itu menyembunyikan wajah nya di dada sang ibu dan memeluk nya dengan erat.
"Mama jangan tinggal kan ana sendiri"tangis nya,kini memegang jari sang mama sementara sebelah tangan nya lagi terus menghapus air mata nya yang jatuh.
Gadis itu sangat lama menangis di samping ibu nya yang hanya tinggal jasat itu,biasa nya jika ia memeluk sang ibu,ibu pasti akan menepuk-nepuk punggung nya.
pada akhir nya ia sadar sang ibu memang sudah tiada,ia menoleh ke arah pintu,dan bangkit dari duduk nya,tapi sebelum itu ia mencium kening sang ibu.
setelah itu ia berjalan mendekati pintu, berjinjit untuk meraih gagang pintu yang tidak bisa di jangkau karna badan nya yang kecil.
Ia mendorong kursi ke arah pintu dan naik ke atas kursi itu untuk meraih gagang pintu dan memutar nya hingga akhir nya pintu terbuka.
Sebelum keluar ia menoleh ke belakang,melihat tubuh ibu nya yang mengerikan,ia menghapus air mata nya dengan kuat,tangan nya terkepal kuat mata nya yang sendu dan lemah berubah tajam.
tak peduli lagi,ia berjalan di kegelapan,"ayah!!kakak arkana!!kak Italiana!!!kakek nenek!!!!kalian dimana"panggil nya memegang dinding untuk membantunya menuruni tangga.
__ADS_1
Ia sampai di lantai bawah dan mencari saklar lampu untuk menghidupkan nya.
Hingga akhir nya ia menemukan nya dan segera meraihnya.
Tak....
Seluruh lampu kembali hidup,ia berbalik dan melihat ruangan itu sangat berantakan ada begitu banyak pelayan,pengawal,yang berjatuhan bersimbah darah sangat mengerikan mereka meninggal di bunuh orang-orang itu.
Gadis itu mendongak melihat ke arah lampu besar yang tergantung kokoh di atas sana,terlihat tubuh kakak nya masih di sana semakin hitam,tak ada lagi air mata nya yang mentes bahkan ia tak merasakan apa-apa lagi di hatinya,ia tersenyum melambaikan tangan nya pada mayat sang kakak.''kakak yang tenang di sana''gumam nya tanpa ada rasa sakit hati lagi.
ia kemudian berjalan ke kamar lantai bawah 2 orang tua yang sudah cukup berumur mati di tembak,di bagian kepala dan jantung,"kakek nenek kalian yang tenang"ucap nya dan berlalu meninggalkan kamar itu.
Ia kemudian menoleh ke dapur istana,gadis itu berjalan ke arah gudang tanpa alas kaki,ia menoleh ke seluruh ruangan seperti nya orang-orang itu sudah pergi.
gadis itu melihat ke pintu gudang yang tertutup,dan mendorong kursi ke arah pintu dan naik untuk meraih gagang pintu agar bisa membukanya,ia memutar nya hingga akhir nya pintu bisa terbuka.
sang gadis kecil mendorong pintu itu, hingga saat pintu terbuka dengan lebar gadis itu terdiam sejenak melihat jengah ke arah jasat yang lebih menyedih kan lagi di sana.
Hingga akhir nya ia berhenti tetap di samping jasat pria yang tak lain adalah ayah nya,kedua tangan nya di potong kaki nya di bengkok kan seluruh tubuh nya memar,wajah nya di penuhi luka sayatan benar benar sadis,mata gadis itu turun ke dada sang papa.
Ternyata dada nya terbuka,ia berjongkok di samping pria itu,mata nya yang biru dan besar tak ada air mata yang keluar,ia fokus melihat dada sang papa yang terbuka,"jantung nya di ambil?"ucap nya,mengatakan itu wajah nya tak bergerak hanya mulut nya yang bergerak.
Tangan kecil nya memegang mata sang ayah yang masih terbuka tapi sudah tak bernyawa.gadis itu menoleh ke serpihan botol yang pecah dan mengambil nya.
Srak!!...
tanpa ragu Ia menyayat pergelangan tangan nya,hingga darah segar nya mengalir di dada sang ayah sang yang terbuka.
"Nyawa di bayar nyawa"ucap nya membiarkan darah terus mengalir di dada sang ayah.
__ADS_1
pandangan nya gelap ia merasakan tubuh kecil nya ambruk,namun saat ia kembali membuka mata seorang pria tampan dan bersinar mengulurkan tangan nya dengan tersenyum ke arah nya.
"Ayo aku akan membawa mu dari kegelapan"ajak pria itu dengan lembut,ia dengan percaya meraih tangan pria yang sangat lembut itu dan ikut bersama nya menuju jalan terang.
tap...
Mata biru Atalia terbuka,ia terkejut nafas nya terengah-engah mimpi itu lagi,itu adalah mimpi yang paling menakutkan dalam hidup nya.
nafas nya terus naik turun,ia ingin bangun namun ia merasakan sesuatu di atas perut nya,ia menoleh ke samping nya,dan langsung membulatkan matanya,"David!"gumam nya dengan terkejut melihat pria asia yang galak,sombong,dingin itu tidur di samping nya bahkan memeluk nya.
"kenapa dia tidur di sini?"gumam nya dengan wajah bersemu merah,berusaha mengangkat tangan David dari perut nya.
merasakan pergerakan,pria itu terbangun dengan mata berat ia membuka sedikit mata nya memperhatikan wanita cantik putih bersih bermata biru di samping nya,tanpa menggunakan kaca mata.
"Cantik sekali"gumam nya heran.
Atalia dengan cepat memaling kan wajah nya dan mengambil kaca mata nya dari nakas samping tempat tidur dan segera memakai nya.
David mengangkat tangan nya dari atas perut Atalia,ia duduk dan meregangkan otot-otot nya,kemudian menatap atalia dengan tatapan dinginnya,"semalam lampu mati kau sangat ketakutan hingga kau tidak membiarkan ku pergi"ketus David dan bangkit dari tempat tidur itu.
"oh ternyata mati lampu ya"gumam Atalia tersenyum sinis.
melihat David akan keluar,Atalia segera berdiri dan mengejar David,ia menangkap tangan david,membuat pria itu menoleh ke arah nya dengan mengerut kan kening nya.
Atalia membuat gerakan isyarat mengucap kan terimakasih,kemudian tersenyum tulus sebisa mungkin.
jantung David kembali berdetak kencang,ia bahkan merasakan wajah nya panas,dengan segera ia melepas kan tangan Atalia dari lengan nya dan keluar dari ruangan itu.
...
__ADS_1
"Ada apa dengan ku?kenapa jantung ku berdetak begitu kencang saat wanita itu tersenyum pada ku?"gumam David bertanya pada diri sendiri,ia masih bisa merasakan wajah nya panas.