
"Terima kasih banyak tuan Alebrt sudah mengantar kami,kami harus segera berangkat sekarang''ucap David pada Tuan besar albert dan sedikit menundukkan kepala ke asisten itu yang juga di balas tundukan kepala.
Pitter juga melakukan hal yang sama.
mata sang asisten itu langsung berbinar saat melihat di punggung David ada beberapa helai rambut yang tampak nya rontok,''ini adalah kesempatan terakhir ku,aku harus bisa mengambil nya"gumam nya dengan tekad besar.
"tunggu dulu tuan David"ucap nya tiba-tiba,membuat David dan Pitter berhenti kemudian menoleh ke belakang.
Asisten itu tanpa peduli tatapan tuan nya itu,langsung menghampiri David membuat Pitter mengerut kan dahi dalam.
Asisten itu mengulurkan tangan nya,ke pundak David,"di bahu anda ada beberapa helai rambut jadi saya mengambil kan nya untuk tuan,karna rambut rontok bisa membuat Wanita ilfil"ucap Asisten itu mencari alasan yang bodoh tapi hal itu sukses membuat David dan Pitter merasa lucu.
Tuan besar Albert memijat dahi nya melihat tingkah laku asisten nya itu,"Pesawat mereka sudah akan berangkat,biarkan mereka pergi"ucap nya membuat Asisten nya itu mengangguk cepat dan langsung menghampiri Tuan nya.
"yah tidak apa-apa terlihat bodoh di depan mereka,yang penting aku aku sudah mendapat kan nya"gumam Asisten itu dengam sangat bersyukur,kemudian dengan gerakan angin memasukkan helai rambu itu di saku nya.
"kau cukup perhatian juga"ucap Tuan besar Albert membuat Asisten itu hanya bisa cengengesan.
David tertawa kecil kemudian berbalik pergi.
Ada rasa sangat sedih yang sangat mendalam di hati Tuan besar Albert,"rasa nya seperti putra ku pergi lagi dari ku"gumam nya merasa sangat kesepian dan tak rela di hati nya.
"Tuan kau tampak nya sangat sedih melepas mereka"ucap Asisten itu dengan sengaja.
"jangan banyak tanya,ayo pergi hari ini aku masih ada rapat"ucap Tuan Albert mencoba mengalih kan pertanyaan asisten nya itu.
***
sementara Jayn sudah ada di depan rumah sakit,tapi ia masih berada di dalam mobil nya dengan membawa beberapa helai rambut yang sudah di masukkan dalam plastik ukuran kecil di laminating.
''bagaimana pun aku harus mengecek nya untuk berjaga-jaga"gumam nya melihat 3 plastik laminating kecil itu,masing-masing ada beberapa helai rambut David dan Albert juga rambut nya sendiri.
__ADS_1
ia kemudian menoleh ke samping nya,dimana seorang pria yang ia bayar,"berikan pada dokter dan suruh dia melakukan tes DNA,tapi jangan sampai kau menyebut nama ku,aku sudah membuat nama samaran di masing-masing plastik itu selain David Christoper,jadi jangan melakukan kesalahan sedikitpun mengerti"ucap Jayn pada orang di samping nya itu.
"baiklah"ucap orang bayaran itu.
"berikan ini pada dokter itu agar jangan banyak tanya!"ucap Jayn memberikan ampload kuning yang tebal.
kemudian orang bayaran itu keluar dan pergi begitu saja meninggal kan Jayn di dalam mobil.
setelah 30 menit,orang bayaran nya itu keluar dengan tangan yang sudah kosong,dan dengan melihat kiri kanan,masuk kembali ke dalam mobil nya.
"Bagaiaman?apa hasil nya sudah keluar?"tanya Jayn dengan tidak sabaran.
"hei tuan,dimana-mana tidak ada hasil tes DNA yang langsung keluar,bahkan dokter itu mengatakan kalau hasil nya akan keluar satu minggu lagi"ucap orang bayaran itu dengan mendegus.
"satu minggu!!apa kau gila?bagaimana bisa selama itu!!apa kau benar-benar memberi uang itu!!"geram Jayn menarik kerah orang bayaran nya itu.
"benar Tuan,saya memberikan semua nya"ucap nya dengan ketakutan melihat tatapan tajam orang itu.
namun orang yang ia bayar itu telah membohongi nya,orang itu hanya memberikan setengah dari isi ampload itu.
***
malam hari di kediaman keluarga Jhon
"Ayah apa kau benar-benar akan memberi tahu David?bagaimana jika setelah ia mengetahui nya ia tidak akan memperjuang kan perusahan lagi!!"ucap Justin tidak terima jika Ayah nya itu memberi tahu semua pada David.
"jika tidak memberitahu nya,ia juga akan membiarkan perusahan hancur dan angkat tangan,lagi pula jika perusahan itu hancur,kita juga masih ada perusahan kecil lain"ucap kakel Jhon membuat Justin terkejut.
"hah aku tidak terima jika perusahan itu hancur,perusahan kecil itu sama sekali tak menguntung kan!!"ucap Justin dengan membantah ucapan ayah nya itu.
"aku mohon pada mu ayah jangan beritahu David,dia akan sangat marah dan membiarkan perusahan hancur begitu saja"ucap Justin memegang tangan ayah nya untuk memohon.
__ADS_1
Namun belum sempat kakek Jhon mejawab,terlihat David yang sudah menyandarkan bahu di depan pintu,dengan memasukkan tangan nya ke dalam saku,menatap mereka dengan tatapan dingin nya,"Apa yang tidak perlu di beritahu pada ku"ucap nya dengan berkata dingin,membuat kedua orang itu menoleh bersamaan.
"David!!"ucap Justin sangat terkejut.
"sejak kapan kau ada di sana,ka...kapan kau pulang!"tanya Justin dengan suara panik dan khawatir.
David tanpa menjawab berjalan ke arah kedua orang itu,dan dengan santai duduk di depan kakek dan ayah nya itu.
"bagaimana apa CEO perusahan Albert setuju bekerja sama dan membantu perusahan Jhon?"tanya Justin duduk dengan baik di samping kakek Jhon.
''dia setuju''ucap David dengan bekata datar,tapi membuat Justin yang mendengar nya sangat senang dan sangat bangga pada putra nya itu.
''terima kasih,papa sangat bangga pada mu"ucap nya lagi menatap David dengan tatapan berbinar,tapi hal itu membuat David muak dan tak senang.
''Sebaik nya kakek tidak melupakan apa yang ku katakan terakhir kali sebelum aku pergi ke Swis!"ucap David membuang tatapan nya pada kakek nya yang sedari tadi terdiam itu.
Justin terkejut mendengar ucapan David,ia menoleh ke arah ayah nya itu,ia menatap sang ayah itu dengan memohon untuk tidak memberitahu nya,"ku mohon ayah jangan beritahu,jika ayah memberi tahu nya dia bisa saja menghentikan kerja sama dengan perusahan Albert"gumam Justin berharap ayah nya itu mendengar isi hati nya.
Saat kakek nya itu akan berbicara,justin tiba-tiba memotong nya,"akh biarkan ayah yang memberitahu pada semua nya"ucap Justin dengan cepat.
"apa yang akan di lakukan anak ini lagi!!"gumam kakek Jhon kesal dengan sikap Justin putra nya itu.
***
jangan lupa
like...
komen...
vote...
__ADS_1
makasih