
sore hari pesawat kerajaan sampai di negara Z,dan di sana sudah bejejer Ferrari yang akan membawa mereka ke kediaman Keluarga Cherly,mobil itu berkisar 10 sampai 15,dan satu mobil Lamborghini Veneno yang akan membawa Arkana Atalia dan juga Italia.
setelah memasukkan barang-barang berupa hadiah dan lainnya yang kedalam mobil,hingga semuanya sudah siap dan masuk kedalam mobil masing-masing,dan melaju satu persatu tapi tetap berjajar dengan rapi.
Arkana sangat gugup,ia tentu nya tahu salahnya dan pastinya tidak enak pada orang tua Cherly terlebih memikirkan jika ia di tolak.
di sepanjang perjalanan kota,tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian karna mobil-mobil mewah dengan jumlah banyak berjajar dengan rapi tampak mengawal satu-satunya Lamborghini Veneno.
***
di lain sisi
Cherly sudah mulai di dandani,sang papa mengatakan harus datang tepat waktu pukul delapan dan ini sudah hampir jam tujuh.
"wah anak mama cantik sekali!",puji sang mama mencoba menghibur putrinya yang beberapa hari ini tidak pernah tersenyum dan lebih banyak menangis dan melamun,bahkan sampai sekarang tak ada ekspresi di wajahnya sebagai seorang ibu tentu saja ia sangat khawatir.
Zen masuk bersama istrinya,dan melihat mamanya yang menghibur adiknya ada rasa yang sangat sedih di hati Zen,meskipun ia selalu kesal dengan tingkah Cherly dan mereka lebih sering bertengkar, tapi jujur saja ia tidak sanggup dan tega melihat adiknya yang ceria dan tidak bisa diam sekarang menjadi tak berjiwa lagi.
"Mama,aku sudah membawa gaun untuk Cherly!mama keluar saja aku yang akan membantunya",ucap wanita yang tak lain adalah istri Zen.
sang mama mengangguk,dan berjalan keluar dari sana meninggalkan menantu dan putrinya dengan dua orang perias,sedangkan Zen ikut keluar bersamanya.
"Cherly,jangan sedih lagi sebenarnya ada banyak wanita di luar sana yang sudah kehilangan keperawanan nya sebelum menikah bahkan ada banyak sekali,aku yakin pria itu juga akan bisa memakluminya!,"bujuk sang kakak ipar membuat Cherly menggeleng.
"Aku tahu kak tapi mereka berbeda,mereka bisa bebas tapi keluarga kita tidak.kita mempunyai peraturan dalam hal itu dan tentu saja pria yang akan menikah dengan ku itu mengharapkan aku masih bersih mengingat peraturan keluarga ini!,aku hanya akan membuat keluarga ini malu,"jelas Cherly menahan air matanya agar makeup nya tidak luntur.
peraturan keluarga mereka memanglah tersebar kepada orang-orang terlebih di negeri itu sendiri,dan memang selalu terbukti bahwa keturunan mereka memang selalu bersih belum kehilangan kesucian mereka bahkan sekalipun dia laki-laki.
__ADS_1
"sudahlah tidak apa-apa kamu jangan khawatir lagi tentang itu,semua sudah terjadi kakak yakin pria itu akan menerima mu dengan apa adanya!,itu adalah hal yang lumrah di kalangan anak muda jaman sekarang!",ucap sang kakak ipar mencoba membuat Cherly untuk tidak khawatir berlebihan.
hingga waktu sudah menunjukkan pukul 07.30,Zen dan sang papa juga mama sudah siap tinggal menunggu Cherly lagi,tak berapa lama Cherly dan menantu mereka keluar.
Cherly di dandani dengan sangat cantik terlebih dengan balutan gaun mewah berwarna hitam di taburi pernak-pernik sampai selutut,di tambah postur tubuh dan wajahnya yang memang sangat cantik.
"Kau sudah siap?",tanya papa pada Cherly,membuat Cherly memaksakan senyum nya dan mengangguk.
baru saja mereka akan keluar, penjaga gerbang tiba-tiba masuk dengan sangat terburu-buru,"Tuan di depan ada rombongan mobil yang ingin masuk!",ucap pengawal itu dengan terburu-buru.
"rombongan mobil apa?",tanya sang mama dengan penasaran.
''salah seorang dari mereka turun dan mengatakan kalau mereka dari kerajaan negara Inggris!,"jelas pengawal itu seketika membuat Cherly sangat terkejut bahkan bola matanya membulat sempurna.
"dari kerjaan Inggris?nona Atalia?",gumam Zen dengan suara kecil,dan langsung berlari keluar penasaran apakah benar orang-orang itu dari kerjaan Inggris untuk apa mereka datang.
sang papa juga ikut keluar meninggalkan Cherly bersama istri dan menantunya.
"Cherly ada apa?",tanya sang mama melihat wajah Cherly yang sekarang tampak memucat.
Cherly dengan cepat menggeleng kan kepalanya,"aku tidak apa-apa ma!,"ucapnya kemudian berlari keluar membuat sang mama berlari mengejarnya ikut keluar.
di sisi lain
Zen terkejut melihat Atalia yang keluar dari salah satu mobil itu,"Buka gerbangnya!!",ujarnya pada penjaga gerbang itu membuat mereka langsung membukanya dengan lebar.
Atalia melangkahkan kaki nya mendekati Zen asisten Ayahnya,kemudian satu persatu mobi itu memasuki gerbang,untung saja kawasan mereka lebar hingga dapat menampung semua mobil itu.
__ADS_1
"Zen ada apa ini?",tanya sang papa mendekati putranya yang sekarang berbicara dengan sosok yang ia kenal Ataliana putri.
"Aku juga tidak tahu pa!",ucap Zen yang memang tidak tahu.
"Selamat malam,maaf atas kehadiran kami yang tiba-tiba dan mengganggu aktivitas anda tuan!",ucap Atalia dengan sopan pada Ayah Zen.
"akh tidak mengganggu sama sekali tuan putri,justru saya senang kalian mengunjungi kediaman saya!",balas pria paruh baya itu.
"kalau begitu ayo silahkah masuk tuan putri!",ajak wali kota itu mengajak Atalia untuk masuk,kemudian berjalan ke arah Raja Arkana yang sekarang sudah turun dari mobil.
"selamat datang di kediaman saya yang mulia dan putri Italia!dan juga",ucap sang wali kota itu mempersilahkan keduanya masuk,ia berjalan bersamaan dengan Arkana dengan Italia yang berada di samping Arkana dan beberapa Mentri dan pengetua yang mengikuti dari belakang,sedangkan Atalia tampak masih berbicara dengan Zen.
sebenar nya walikota itu sangat terkejut dengan kedatangan mereka terlebih saat melihat para Mentri kerajaan juga ikut.
langkah Arkana terhenti saat melihat wanita yang akan ia lamar berdiri di ambang pintu dengan sangat cantik dan mempesona,jantung nya tiba-tiba berdegup saat tatapan mereka bertemu.
Wali kota yang menyadari hal itu langsung memperkenalkan nya,''yang mulia dia adalah putri saya!",ucapnya membuat Arkana tersadar dan mengangguk kemudian kembali melangkah semakin mendekat ke arah pintu dimana Cherly tak bergerak.
"Cherly apa yang kau lakukan, kenapa menghalangi jalan!",Tegur Wali kota itu pada putrinya.
dengan cepat sang mama muncul dan menarik tangan Cherly agar tidak menghalangi jalan.
"maaf yang mulia atas ketidak sopanan putri saya!", ucap wali kota itu merasa tidak enak.
Arkana masih melihat Cherly yang menatap nya dengan tajam,hingga Italia memukul pundaknya pelan membuatnya tersadar,''tidak masalah sama sekali!",ucap Arkana mengalihkan pandangan nya.
sang mama dan menantunya itu juga terkejut melihat kedatangan pemimpin kerajaan inggris ke kediaman mereka.
__ADS_1
bersambung....
makasih semua,nanti author lanjut kalau sempat