
''Kenapa wajah mu tampak sedih begitu?"tanya Pitter tiba-tiba masuk ke ruangan David tanpa mengetuk pintu,dan langsung duduk di depan pria pemilik ruangan itu.
''Dari mata mana kau melihat ku sedih!"kesal David menatap Pitter.
''tsk,bukan hanya sedih dari wajah mu bahkan terlihat kecewa''gumam Pitter memutar bola mata nya malas.
"lalu kenapa kau menunjukkan ekspresi seperti itu"tanya Pitter dengan tersenyum profesional.
"tsk..Bukan urusan mu,cepat beri dokumen nya dan enyah lah dari hadapan ku!!"ucap David dengan berdecak kesal.
"Kau ini tega sekali!!tidak kah kau mengijin kan ku sehari saja menginap di rumah baru mu ini?"tanya Pitter dengan ekspresi menyedih kan.
"Tidak.keluar sekarang"ucap David dengan nada datar tapi terdengar dingin.
"hmph...ya sudah lah,aku tidak akan perhitungan dengan mu!!"kesal Pitter dan keluar dari ruangan itu dan nampak kecewa.
David kembali memakai kaca mata berbingaki perak nya,dan kembali fokus dengan laptob nya sesekali memperhatikan dokumen yang baru saja di antar Pitter.
tok...tok...
Namun suara ketukan pintu kembali menganggu fokus nya dan membuat nya semakin kesal."apa orang ini sangat hobby menganggu orang!!"decak nya berfikir itu adalah Pitter yang kembali lagi.
Namun saat pintu terbuka ternyata bukan Pitter tetapi Atalia yang mengulum senyum kecil nya,dan berjalan semakin dekat dengan tempat David yang sekarang nampak nya sibuk.
"ternyata dia"gumam David dengan raut wajah nya yang kembali kecewa.
"Ada apa?"tanya nya kembali fokus dengan laptob nya,tidak memperhatikan Atalia.
"Apa dia masih marah?"gumam Atalia dengan bingung,kemudian memberikan secarik kertas ke depan pria itu,membuat David melirik nya,kemudian mengambil kertas itu dan membaca nya.
#Boleh kah aku pergi keluar aku ada urusan hanya sebentar saja?#isi surat.
David mengangkat pandangan nya,"kemana kau akan pergi?biar kan aku mengantar mu"ucap nya bersiap-siap membuka kaca mata berbingkai perak nya dan menutup laptob milik nya,tapi Atalia langsung menghentikan nya.
__ADS_1
David mengerut kan Dahi nya,"kenapa?"tanya nya datar namun terdengar kecewa.
Atalia melambai-lambaikan tangan nya seolah mengatakan tidak perlu aku bisa sendiri,kemudian membuat gerakan memohon dengan wajah polos lugu.
David mendegus,''Baiklah,hati-hati"ucap David dengan perhatian,yang di balas senyum ramah oleh Atalia kemudian melambai kan tangan nya pergi dari sana.
David teringat dengan ucapan melalui gerakan Atalia semalam saat mereka berada di dapur.
flasaback off
"Apa kamu berfikir kita cocok?kita seperti langit dan bumi,kamu tidaklah pantas untuk ku!dan mungkin suatu hari kita akan berpisah!"ucap Atalia melalui gerakan tubuh,tapi tiba-tiba David langsung menarik pinggang nya membuat posisi berpelukan,tapi Atalia memundurkan punggung nya dan menghindari tatapan David yang seperti nya sedang marah.
"Kamu berfikir kita akan berpisah suatu hari nanti!!?"ucap David dengan menekan ucapan nya semakin menarik pinggang Atalia,kini Atalia melihat dengan jelas wajah David yang nampak nya sedang marah.
"Aku bahkan sudah keluar dari keluarga ku dan pergi dengan mu!!apa kau fikir aku akan berpisah dengan mu!!hanya dalam mimpi mu kau hanya milik ku dan selama nya akan begitu!!!"ucap David menekan setiap kata-kata nya.
Atalia terkejut dengan pernyataan David,ia kemudian membuat gerakan isyarat lagi,"bahkan jika aku bisu selama nya?dan dengan wajah ku yang jelek ini?dan dengan identitas ku yang rendahan?"Tanya Atalia mata nya nampak penuh harapan.
Tiba-tiba David lagi-lagi mencium nya dengan serangan mendadak,namun kali ini hanya sekilas,"dasar bodoh!aku tidak peduli tentang itu jika aku mempermasalah kan nya!tidak mungkin aku memilih mu dan pergi dari keluarga ku!"ucap David dengan suara lembut,membuat jantung Atalia tak karuan.
"aku fikir semua orang itu memandang fisik...,tapi aku tidak bisa membuat hubungan ini semakin baik dan berkembang"gumam Atalia kemudian melepas kan tangan David dari pinggang nya,dan mundur beberapa langkah.
Ia membuat gerakan isyarat tubuh lagi,"Hubungan suami istri itu,harus dengan persetujuan keluarga,dan kita sama sekali tidak setujui"ucap Atalia berhenti membuat gerakan isyarat tubuh.
ia kemudian membuat gerakan isyarat lagi,"Aku merasa kita tidak akan pernah cocok!Jika kamu ingin kembali ke keluarga mu aku tidak masalah!"ucap nya melalui gerakan tubuh dengan senyum lebar,kemudian berbalik dan menyiap kan makanan mereka.
Flasback on
Ucapan melalui gerakan itu terus berputar di otak David,ia bahkan tak pernah berfikir untuk berpisah dengan Atalia.
...
Atalia sudah berada di dalam Taxi,Namun entah apa yang sedang ia fikir kan membuat nya melamun dan tidak fokus.
__ADS_1
"nona,Kemana saya akan mengantar anda?"tanya supir itu,membuat Atalia tersadar,kemudian menunjukkan alamat Apertemen.
"Jangan berfikir tengang pria itu!!sekarang misi ku hanya membalas dendam dan hidup bahagia bersama dengan Saudara ku"gumam Atalia tersenyum bahagia saat mengingat Italiana yang masih hidup.
"Aku harus membawa nya bersama ku sebelum orang-orang itu menyentuh nya!"gumam nya lagi,kemudian melihat hasil tes DNA nyan,ia tak bisa berhenti bahagia.
...
Taxi akhir nya sampai di apertemen Dimana Arkana Dan Talia tinggal,ia turun setelah membayar supir taxi itu.
Saat Taxi itu sudah berlalu pergi,Sebuah mobil berwarna silver berhenti di samping Atalia,Namun Atalia tidak peduli ia melangkah memasuki gerbang apertemen itu.
"Kamu!"Ucap seorang pria dari arah belakang Atalia,membuat wanita itu berbalik,namun belum sempat Atalia melihat berekspresi pria itu langsung menghambur memeluk nya bahkan sangat erat,seperti rindu seseorang yang sangat lama.
Atalia bahkan tidak tahu untuk berontak,pelukan itu serasa tidak asing bagi nya dan begitu hangat seperti pelukan keluarga yang sudah sangat lama tidak di rasakan nya.
Pria itu melepas kan pelukan nya,sekarang memegang kedua bahu Atalia wajah nya begitu berseri dan mata nya begitu merah dan basah,Atalia terheran hanya bisa mengerut kan kening nya karna bingung.
Sedang kan pria itu yang tak lain adalah Arkana,memperhatikan setiap inci wajah Atalia membuat wanita itu tidak suka.
Arkana menetes kan air mata dari pelupuk mata nya,bahkan mata nya begitu merah.
Atalia kemudian membuat gerakan isyarat menatap wajah Arkana dengan santai dan tegas,"Saya ingin berbicara empat mata dengan anda"ucap nya melalui gerakan tubuh.
Arkana sangat terkejut melihat Atalia membuat gerakan isyarat,"A...a...apa kamu bisu?"tanya nya dengan terbata-bata.
###
like...
komen...
vote...
__ADS_1