
''prosedurnya sudah siap,kalian semua sudah boleh keluar !"ucap kepala pengurus kepolisian pada keempat orang di depan nya itu yang tak lain adalah anggota keluarga Jhon.
''selamat ya pak,setelah ini jadilah orang yang berprilaku baik dan hidup dan bebas dari kasus apapun''ucap sang polisi mengulurkan tangan nya pada Justin.
''ya terima kasih pak''Justin berkata dengan membalas jabatan tangan sang polisi.
kemudian sang polisi juga menjabat tangan Kakek Jhon nenek jhon serta Qania yang duduk di kursi roda karna masih sakit dan sangat lemah.
setelah itu Justin mendorong kursi roda Qania dan keluar dari sana di ikuti kakek Jhon dan juga nenek Jhon.
sang polisi menggelengkan kepala merasa cukup kasihan namun juga merasa semua yang terjadi pada keluarga Jhon memang pantas dengan apa yang sudah mereka perbuat.
...
''apakah kita akan berjalan sampai ke depan untuk mendapatkan taxi?''tanya kakek Jhon dengan nada sedih namun juga kesal.
''tidak tahu ayah,tapi sepertinya iya''jawab Justin terus melangkah kan kaki dengan mendorong kursi roda Qania.
namun pada saat mereka sudah berada di depan gerbang kantor polisi,sebuah mobil dengan ukuran besar sudah menunggu di sana tampak seorang pria dengan setelan jas rapi membukakan pintu dan menyuruh mereka masuk.
''silah kan masuk saya adalah utusan Tuan saya untuk mengantar kalian ke tempat yang sudah di siapkan!"ucap pria itu membantu Qania untuk naik,setelah mendudukkan Qania dalam mobil ia kemudian melipat kursi rodanya dan memasukkan kedalam bagasi.
melihat ketiga orang itu belum juga masuk membuatnya mendegus tidak sabar,''tolong kerja samanya,meski pun kalian tidak bersedia tapi tetap harus ikut,tidak peduli dengan cara paksaan!"ucap pria itu berbicara dengan dingin.
''baiklah''jawab justin menghela nafas kemudian membantu nenek Jhon untuk masuk,ia tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan orang-orang besar seperti mereka.
setelah mereka semua masuk sang supir menginjak gas meninggalkan kantor polisi itu.
...
__ADS_1
hingga setelah beberapa jam akhir nya mobil sampai dengan selamat ke sebuah perkebunan yang masih sangat hijau dengan banyak nya jenis sayur-sayuran bahkan sampai lebih dari 10 hektar lebih,itu seperti kebun milik pribadi.
sepanjang perjalanan menuju tempat itu dengan jalan yang begitu berlubang-lubang membuat seluruh tubuh begitu pegal dan ingin muntah terlebih orang-orang seperti keluarga Jhon yang selama ini dalam kehidupan mewah dan tidak pernah menghadapi jalan sekecil dan seburuk itu.
mobil itu berhenti di depan sebuah Vila yang cukup besar jika berada di lokasi perkampungan rumah itu sudah sangat cukup besar dan bagus,karna sudah begitu larut anggota keluarga Jhon tidak melihat lokasi itu tapi sangat ingin segera istirahat.
''ambil ini,ini adalah kunci Vila ini,nona saya berubah fikiran untuk memberi usaha kecil karna itu akan membuat kalian lelah''ucap pria itu sebelum keluar dari mobil.
''mulai sekarang kalian akan tinggal di sini dan mulai bertani,ini adalah kebun sayur milik Nona besar kami,kalian hanya perlu menjaga tempat ini tanpa bekerja karna setiap hari akan ada banyak penuduk sekitar yang bekerja di kebun ini,tugas kalian hanya perlu menjaga tempat ini dan jangan khawatir kalian akan tetap di gaji oleh nona kami''ucap pria itu kepada keluarga Jhon yang sudah berada luar mobil,setelah selesai mengatakan itu ia masuk ke dalam mobil dan meninggal kan tempat itu.
''mengenai perlengkapan kalian semua sudah siap di dalam,kalian hanya perlu tinggal di sana dengan baik''ucap pria itu sebelum benar-benar menancap gas.
''apakah kita sedang berada di perkebunan?"tanya nenek Jhon melihat kesekitar yang sangat gelap dan tak terlihat apapun.
''menurut ucapan nya sepertinya benar,kita berada di tengah perkebunan''ucap justin.
''maafkan aku,akulah yang membuat kita semua jadi seperti ini!"ucap Justin merasa sangat bersalah pada keluarga nya itu.
''Justin tidak apa-apa jangan menyalahkan dirimu sendiri nak,semua sudah terlanjur ya bagaimana lagi kita hanya bisa menerima dan menjalani nya''ucap nenek Jhon mengusap bahu Justin.
''jangan banyak bicara lagi,cepat buka pintunya hawa di sini sangat dingin dan tidak baik''ucap kakek Jhon berbicara dengan kesal dan seperti menahan amarah.
***
di sisi lain
pagi hari Atalia bangun dan menyadari Italia sudah tidak ada di samping nya,saat ia bangun dan melihat jam tangan nya dan sudah menunjukkan jam 11.23 membuat nya sangat terkejut dan langsung bangun.
ini adalah sejarah pertama kalinya ia bangun sudah hampir sesiang itu,dengan cepat ia pergi ke kamar nya dan membersihkan diri untuk segera bersiap ke perusahan.
__ADS_1
setelah semua sudah selesai sebelum pergi ia menyempatkan untuk sarapan.
***
''apakah CEO perusahan ini memang saudara mu?kalian terlihat begitu dekat sejak kau pertama kali datang kemari?''tanya salah seorang karyawan pada Italia yang satu kru dengan nya.
''bukan,kami hanya kebetulan kenal sebelum masuk ke sini''jawab Italia yang sudah terus di tanya orang-orang di perusahan setiap saat,dan ia lelah akan itu.
''apakah kau masuk ke perusahan ini karna bantuan nya?''tanya mereka lagi membuat Italia langsung menatap tajam kepada orang yang baru saja mengatakan itu.
''aku masuk keperusahan ini dengan kemampuan ku sendiri,lagipula sebelum masuk kesini kami juga belum kenal!jangan sembarangan kalau bicara!"ucap Italia menjelaskan dengan tatapan tajam nya.
''sebenarnya jika benar juga tidak apa-apa justru kalau kau adalah aku,aku pasti merasa sangat bangga''ucap mereka lagi.
''hei jangan membuatnya kesal atau kita akan di pecat!"ucap salah satu dari anggora kru lagi dengan meledek Italia.
''sepertinya kalian semua sudah bosan bekerja di sini''ucap seseorang berbicara dengan sangat dingin sampai menusuk ke tulang-tulang.
saat mereka yang meledek Italia berbalik,mereka semua langsung terkejut dan ketakutan melihat aura Atalia yang sangat kuat dan tatapan nya sangat menyeram kan seperti ingin menerkam orang.
''ma...ma...maafkan kami tu..tu..tuan nona!"ucap mereka dengan gemetaran.
sedangkan Italia hanya terpaku melihat bagaimana cara Atalia menindas orang-orang itu hanya dengan tatapan saja.
''kalian di pecat!"ucap Atalia dengan bericara datar,ucapan Atalia itu nyaris membuat para karyawan yang satu kru itu dengan Italia hampir pingsan.
kelima orang yang tadi menindas Italia langsung ambruk dengan kaki yang lemas dan tak mempunyai daya lagi.
***
__ADS_1