
rasanya Atalia tidak mempunyai cukup nafas untuk bersuara lagi,di hari terakhir nya ia hanya ingin melihat David tersenyum untuk mengantar nya kedua yang lain."tolong jangan menangis!"gumam nya melihat David,kemudian melepaskan selang oksigen yang terpasang pada mulutnya.
ia ingin mengangkat tangan nya,namun tak mempunyai cukup tenaga David yang menyadari itu langsung mengangkatnya dan meletakkan nya di wajah nya,"ku mohon jangan tinggal kan aku!!aku tidak bisa"tangis David.
gelombang di monitor itu terus bergerak,Bersamaan dengan itu nafas Atalia tak bisa bertahan lagi tapi ia berusaha menggerakkan jarinya dan meletakkan di sudut bibir David dan menarik nya ke atas.
"Ter..sen..nyum!"pinta nya kemudian nafasnya langsung memanjang lama,tubuhnya terangkat,
biiiiip....
suara monitor sama seperti nafas atalia yang sekali tarikan namun turun begitu lama.
David menggelengkan kepalanya kuat,"tidak!"ucapnya memegang wajah Atalia yang tampak seperti menarik nafas namun sebenar nya menghembuskan nafas-nafas terakhir.
hingga tubuhnya kembali turun dan langsung menutup mata,"Atalia!!!!!!"teriak David menangis histeris,ia langsung memeluk Atalia erat.
Tuan Albert dan asisten bersama Italia yang mendengar itu langsung masuk.
"buka mata mu!!atali buka mata mu,aku tidak mengijinkan mu pergi!!"tangis David menepuk-nepuk wajah Atalia dengan air matanya yang terus mengalir.
Italia langsung ambruk dan menangis,ia menggeleng-gelengkan kepalanya kuat dan menutup mulut,"Tidak!"ucapnya.
Tuan Albert yang melihat itu langsung menepuk-nepuk pundak David,sebenar nya ia sudah menyiapkan hati dari dulu karna ibunya juga meninggal karna kanker dan tidak bisa bertahan lama.
sesuatu yang di takutkan David sekarang terjadi Atalia berhenti bernafas.
''David!!"ucap Tuan Albert dengan menangis,sedangkan asisten yang berdiri tidak jauh dari kedu ayah anak itu menutup mulut tak percaya kalau Atalia yang baru beberapa waktu lalu mereka temui sekarang kembali pergi untuk selamanya.
"aaaakh"teriak David dengan hati yang sangat sakit.
__ADS_1
Paul tidak sanggup melihatnya,ia berbalik dan menangis memunggungi mereka ia menyumpahi dirinya yang tidak menjadi dokter hebat,ia berteriak dalam hati menangis.
hati David rasanya remuk dan hancur,ia kembali mengangkat tangan nya menepuk-nepuk wajah Atalia namun wanita itu tidak lagi bergerak sedikitpun,David memeluk kepala Atalia tak bisa menerima kenyataan.
di saat itu Arkana yang memang mendengar suara teriakan dari lorong langsung berlari keruangan Atalia dengan perasaan yang campur aduk,hinga saat ia sampai di ruangan Atalia ia terkejut melihat semua orang berkumpul dan mengelilingi ranjang Atalia dengan David dan Italia yang menangis.
seketika tubuhnya meremang dan lemah,kaki nya tiba-tiba tak bisa menahan beban tubuhnya,pikiran nya sudah menebak kalau Atalia adiknya sudah...
ia memegang dinding untuk menopang tubuhnya mendekati orang-orang yang tampak berduka itu,hingga saat ia sudah mendekat dan berangsur-angsur melihat wajah Atalia yang sudah hampir sepucat kertas,seketika ia langsung ambruk membuat perhatian megarah padanya kecuali David yang masih memeluk Atalia.
"kak!!!Atalia!!"tangis Italia langsung memeluk Arkana yang terjatuh di samping nya,ia menangis dengan tersedu-sedu.
Arkana menjadi kesusahan bernafas,memegang tempat tidur Atalia untuk bangkit,pada saat di lihat nya wajah Atalia ia menjadi menangis pecah.
Paul memperhatikan monitor ICU berhara ada keajaiban.
BRAK!!!!!!
di saat itu air mata Paul mengalir dengan deras,melihat orang yang sudah di anggap saudara sekarang sudah datang dengan dua orang asing yang bersamanya.
bibir Paul bergetar,mengepal erat tangan nya,kenapa di saat seperti ini kedua orang itu baru datang.
''dokter Dewa!!!"teriak asisten tuan Albert dengan suara terkejut dan meninggi membuat David dan yang lain menoleh bersamaan.
"keluar!"ucap orang asing yang di sebut asisten itu sebagai dokter dewa,semuanya menurut kecuali David,ia melihat aura orang itu tidak baik ia takut Atalia akan di apa-apakan,ia memeluk Atalia menatap pria asing itu dengan mata merah nya yang sangat waspada.
"dia tidak punya banyak waktu lagi,menyingkir segera!"ucap dokter tangan dewa itu dengan suara datar dan dingin tatapan nya hanya tertuju pada Atalia yang di katakan mereka sudah tak bernyawa lagi.
Gladin menangis melihat nonanya yang diam dan tak bernafas lagi,begitupun dengan Zacky yang tak sanggup melihat nya ia tetap takut apakah mereka datang terlambat.
__ADS_1
"David percayalah,dia dokter yang bisa membangunkan Atalia!"tuan Albert membantu David berdiri untuk segera pergi,David setelah mendengar nya tak melawan,Sekali lagi ia berharap pada dokter itu untuk menyembuhkan Atalia.
sebelum Tuan Albert benar-benar keluar,dokter tangan dewa itu melirik ke arahnya dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan,namun Albert tidak menyadari itu sama sekali.
hingga tinggallah kedua pria asing itu di dampingi oleh Paul dan dan dua orang dokter lainnya,tapi tak berapa lama mereka juga di suruh keluar.
***
Paul sekarang berada di ruangan nya dengan membelakangi Gladin dan Zacky yang sekarang saling memandang merasa bersalah.
"Katakan kenapa kalian tidak memberitahu keberadaan kalian?sekedar memberi kabar apa tidak bisa!!aku pernah bersumpah jika terjadi apa-apa pada nona maka di hari itu juga aku akan memutuskan persaudaraan kita!"ucp Paul dengan bersungguh-sungguh dan penuh penekanan ,belum sempat Mereka menjawab Paul berbalik dan menatap mereka tajam.
"kalian harus memberikan ku alasan yang jelas!"ucap Paul dengan mata yang masih merah dan hati yang belum juga tenang karna Atalia yang masih di tangani oleh dokter tangan dewa.
"baiklah,tapi kami tidak memberi tahu mu itu karna dokter tangan dewa ternyata tinggal di pegunungan Yang paling tinggi di China,meskipun kami menggunakan helikopter berkeliling di atas pegunungan itu berhari-hari kami juga tidak bisa menemukan nya!"jelas Gladin mulai menceritakan perjalanan mereka menemukan dokter itu.
"kami melakukan terjun payung beberap kali untuk turun ke dalam hutan,tapi beberapa hari kami terus melakukan itu kami bahkan tidak juga berhasil menemukan nya"cerita Gladin lagi dengan menjeda ucapan nya mengingat bagaimana usaha mereka menemukan dokter itu,mereka juga mendapatkan tantangan untuk menemukan dokter itu turun ke dalam hutan yang lebat bukan berarti tidak ada hewan buas disana dan itu adalah salah satu tantangan besar mereka.
"lalu bagaimana kalian menemukan dokter itu?"tanya Paul.
jangan lupa
like
komen
vote
rate
__ADS_1
terima kasih banyak semuanya