RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
ketakutan Xia


__ADS_3

pagi menyingsing membuat cahaya matahari masuk lewat gorden hingga cahaya itu mengenai wajah Atalia hingga membuat nya mengerjap-ngerjapkan matanya.


saat ia membuka mata dan melihat ke samping tidak ada keberadaan David lagi membuat nya mengerutkan kening apakah David bangun sepagi itu,bahkan ranjang nya sudah di geser kembali dengan rapi.


"Atali!"sapa Italia tiba-tiba muncul membuat Atalia menoleh dan tersenyum.


''Kau sedang mencari David?tadi aku melihatnya di ruangan dokter Chu,mereka sepertinya sedang berbincang-bincang!"ucap Italia sembari duduk di kursi tepat nya di samping ranjang Atalia.


"kenapa kau datang sepagi ini?"tanya Atalia sembari duduk dengan cekatan Italia langsung membantunya.


''Aku tidak enak jika terlalu lama tidak keperusahan,jadi aku sekalian pamit pada mu datang kesini!"ucap Italia.


''aku tidak peduli mereka mengatakan aku mengandalkan mu masuk ke perusahan itu lagi!aku juga tidak akan peduli mereka mengatakan aku semena-mena karna kau adalah saudara ku!karna aku sudah tahu itu adalah keberuntungan untuk ku siapa suruh saudara ku begitu hebat,lagi pula jika aku masuk keperusahan itu karna bantuan mu apa salah nya!"jelas Italia melihat Atalia tampak terdiam.


sudut bibir Atalia melengkung mendengar nya,''baiklah,itu yang ingin ku dengar aku ingin bisa di andalkan oleh saudara ku!"ucap Atalia membuat Italia tersenyum,dan langsung berdiri kemudian memeluk Atalia.


''Aku sangat beruntung mempunyai saudar seperti mu,yang bisa ku andalkan dalam hal apapun,aku minta maaf tidak bisa kau andal kan hanya untuk menjaga mu saja sehingga membuat mu hampi celaka!"ucap Italia benar-benar merasa bersalah akan hal itu.


Italia menepuk pundak Italia,''itu bukanlah kesalahan mu,jangan menyalahkan dirimu sendiri!''


''cepatlah sembuh total,aku ingin menghabiskan banyak waktu dengan mu,aku ingin kita jalan-jalan bersama!"ucap Italia melepaskan pelukan nya.


''seperti saudara-saudara lain,mereka selalu menghabiskan banyak waktu dan bahagia bersama''ucap Italia lagi,kemudian melihat jam tangan nya.


''ini sudah hampir jam delapan,aku harus pergi satu jam lagi aku harus berangkat''ucap Italia terburu-buru.


''tidak perlu terburu-buru begitu,aku akan meminta seseorang mengantar mu nanti!dan itu akan menjadi pilot dan pesawat mu sendiri!"ucap Atalia membuat Italia terkejut.


"tidak perlu,aku bisa naik pesawat umum!"ucap Italia menolak secara halus.


"kau tidak bisa menolak,aku akan menelfon nya!"ucap Atalia dengan nada tak bisa di bantah kemudian mengambil ponselnya yang berada di atas nakas.

__ADS_1


Italia menghela nafas dan hanya bisa pasrah.


setelah setengah jam keduanya kembali berbincang-bincang David muncul dengan membawa nampan berisi makanan untuk Atalia.


"David sudah datang,aku pergi dulu jaga diri mu baik-baik,nanti kalau kalian nikah aku akan datang paling awal untuk mendandani hehe bye!"ucap Italia melambaikan tangan pada Atalia.


"Aku belum akan menikah!"degus Atalia,tapi Italia hanya tertawa kecil tanpa berniat membalas nya lagi.


"ingat jaga baik-baik saudara ku,jangan sampai kenapa-napa lagi!"ucap Italia pada David yang hanya di balas senyuman menyungging dari David.


"byee Atali!"ucap nya kemudian keluar,meninggal kan Atalia dan David.


"waktunya makan!"ucap David.


"apa tadi kau berbicara dengan dokter Chu,lalu apa dia mengatakan aku bisa pulang?"tanya Atalia dengan penuh harapan.


"Kakek Chu mengatakan kau sudah bisa pulang,lagi pula kakek Chu akan tinggal di rumah papa beberapa hari jadi dia bisa tetap memantau mu"ucap David membuat Atalia senang akhirnya ia bisa keluar dari rumah sakit itu teruma terus diam di ruangan itu benar-benar membuat seorang Atalia bosan dan jenuh.


''apakah aku bisa pulang hari ini?"tanya Atalia saking bosan nya.


David senang melihat Atalia yang begitu antusias dan tampak senang.


***


di sisi lain Xia sampai di bandara internasional Swiss,ia memakai kaca mata hitam dan topi dan dengan penuh waspada.


''semoga mereka belum mencurigai ku!"gumam nya dalam hati dengan melirik-lirk ke segala arah berfikir apakah ada orang yang memata-matai nya.


"Aku melakukan nya dengan mulus waktu itu,tidak mungkin mereka mengenali ku bukan!"gumam nya dengan terus melangkah kan kaki.


namun tanpa di sadari nya,ada dua orang yang terus mengikutinya dan menata-matai nya dia tak lain adalah anak buah Gladin sendiri,mereka mengikuti Xia dengan sangat waspada.

__ADS_1


"kerumah sakit xxx!"ucapnya pada supir taxi yang sudah di pesan nya.


setengah jam kemudian ia sampai di rumah sakit Xxx tepatnya rumah sakit dimana Atalia di rawat.


Ia melepaskan topi nya dan melangkah kan kaki memasuki rumah sakit itu,"permisi,apakah pasien yang sebelum nya ada di ruangan ___ masih berada di sana?"tanyanya pada resepsionis yang berjaga di sana.


"oh tunggu sebenta dulu ya mbak!"ucap resepsionis itu melihat komputernya.


"apa maksud anda pasien yang bernama Ataliana putri mbak?"tanyanya lagi melihat Xia.


"ahk iya benar!"jawab Xia langsung.


"pasien akan kembali hari ini,tapi jika anda ingin berkunjung beliau masih berada di sana sekarang"jelas resepsionis itu dengan lembut dan sopan.


deg...


jantung Xia rasanya hampir berhenti mendengarnya,"dia masih hidup?tidak,tidak mungkin jelas-jelas dia sudah akan mati dengan racun dingin itu!"ucap nya dalam hati dengan perasaan yang panik dan menjadi takut mengingat ancaman kakaknya.


"mbak apa anda baik-baik saja,anda terlihat pucat;"ucap resepsionis itu memperhatikan wajah Xia yang tiba-tiba memucat.


"akh tidak apa-apa saya baik-baik saja terima kasih!"ucapnya dan langsung berlalu pergi meninggal meja resepsionis itu dengan jantung nya yang terus berdebar karna ketakutan.


"tidak bisa,aku harus memastikan nya sendiri,mungkin nama nya saja yang sama!",gumam nya menguatkan dirinya.


ia melangkahkan kakinya melewati lorong untuk pergi keruangan Atalia,tapi ia sangat terkejut saat melihat sosok yang tidak asing di mata nya bahkan melihat sosok itu seketika ketakutan nya bertambah bahkan sangat syok.


"di...di..dia tidak mati,bagaimana mungkin jelas-jelas cairan beku itu sangat berbahaya!",gumam nya dengan sangat tidak percaya melihat Atalia yang sekarang berjalan bersama dengan David.


Dengan cepat ia berbalik takut jika Atalia dan David sampai melihat nya,"jangan takut,kak Lin Ji aku tahu dia pasti hanya bercanda dengan ucapan nya aku tahu itu!"gumam nya dengan kakinya yang sudah mulai lemas dan hampir tak bisa menopang tubuhnya sendiri.


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like komen vote rate dan bantu share


terima kasih


__ADS_2