
Setelah mengatakan itu David menepuk pundak Pitter yang masih menyamping kan nya,kemudian ia berdiri dan melangkah kan kaki pergi meninggal kan Pitter sendiri di kafe itu.
hati Pitter terasa bergemuruh,apa setelah delapan tahun ia menjadi seketaris David,mereka selalu bekerja sama dan David selalu membutuh kan nya,akan berakhir sampai di sini,melihat David yang berjalan keluar dari Kafe ia tiba-tiba menyesal mengatakan hal itu.
"apa kau setega itu meninggal kan ku David!"gumam nya menangis seperti bocah.
***
David kembali ke mansion keluarga Jhon untuk membawa barang yang penting untuk nya,saat ia sudah membawa apa yang penting untuk nya tiba-tiba surat di atas nakas menarik perhatian nya,kemudian tangan nya terulur mengambil kertas yang ternyata kertas dari Tuan Albert.
ia kembali membaca surat itu,membuat nya diam beberapa saat kemudian memasukkan kertas itu ke dalam saku nya dan berlalu keluar dari kamar itu tanpa membawa koper atau pakain.
Saat ia sudah menuruni tangga,terlihat Qania sang mama menaiki tangga dan tersenyum ke arah nya,''David,mama cari-cari kamu tahu"ucap nya berhenti,menunggu David turun.
pada Saat David sudah berada di anak tangga yang sama dengan nya,ia merangkul putra nya itu,dan turun bersama,''David,malam ini kamu temanin mama ya ketemu teman-teman mama,mereka juga bawa anak-anak mereka lho dan teman-teman mama punya anak perempuan yang cantik-cantik"ucap Qania terus menuruni satu persatu anak tangga bersama David.
namun langkah David tiba-tiba berhenti,''maaf ma aku gak bisa,hari ini aku akan pergi ke amerika"ucap David membuat Qania terkejut menatap wajah putra nya itu.
''kenapa kau harus ke amerika?kau selalu pergi-pergi meninggal kan mama!''ucap Qania terlihat kecewa,dan melepas kan tangan nya yang merangkul David.
''aku ada urusan penting ma''ucap David kembali melangkah kan kaki menuruni anak tangga.
''kalau begitu tidak bisa kah malam ini temani mama sekali saja?,sebenar nya mama berniat memperkenal kan mu dengan putri-putri teman mama,karna..karna mama gak tega lihat kamu yang terus di kantor tanpa ada yang urus!"ucap Qania dengan nada memelas.
''kalau mama berniat seperti itu,aku benar-benar gak bisa ma aku gak akan nikahin siapa pun kecuali Atalia''jawab David dengan tegas,namun perkataan itu membuat Qania tertegun.
''kalian sudah bercerai,apa kau berniat untuk tidak menikah lagi?"tanya Qania.
''tapi aku masih mencintai nya ma,dan aku pasti akan mendapat kan nya kembali''jawab David dengan tenang.
hal itu membuat Qania terdiam,ia tahu siapa Atalia jika ia bisa menjadi menantu nya lagi,maka ia bisa memamer kan menantu bangsawan seperti Atalia dan pasti nya akan membuat teman-teman nya sangat iri.''akh baiklah mama akan setuju,semoga kau bisa kembali bersama Atalia''ucap Qania dengan lembut.
__ADS_1
***
di bandara,David yang akan masuk ke dalam pesawat tiba-tiba berbalik saat mendengar teriakan seseorang yang tidak asing bagi nya,ia terus mencari-cari siapa yang memanggil nya itu namun saat menemukan siapa yang memanggil nya itu sudut bibir nya melengkung.
"David!!!"teriak Pitter setelah dekat dengan pria yang melipat tangan bak boss itu.
''kenapa kau datang?"tanya David masih melipat tangan nya,dengan mimik wajah datar dan dingin.
''Cih,bagaimana bisa kau meninggal kan Seketaris permanen mu seumur hidup!"ucap Pitter dengan nada serius,yang pada akhir nya membuat David sedikit tertawa.
pada akhir nya kedua nya masuk ke dalam pesawat,sejak awal Pitter sudah memesan kursi di kelas bisnis yang berdampingan dengan David.
***
"Tuan,tampak nya perusahan Nona sudah mengetahui kita membantu perusahan Jhon,jadi dia mencoba untuk menekan perusahan Albert''lapor sang asisten pada Tuan besar Albert yang duduk di kursi kebesaran nya.
bukan nya marah,sang tuan besar malah merasa lucu dan senang,''kalau begitu ladeni saja,aku ingin lihat bagaimana dia menghancurkan perusahan ayah nya ini''ucap sang tuan besar.
''ini sudah hari ke berapa David pergi?"tanya Tuan Albert dengan serius,membuat sang seketaris menghela nafas.
''mereka baru saja kembali semalam tuan,dan masih ada empat hari lagi tuan untuk bertemu dengan Tuan David''ucap sang asisten dengan sabar,ia bisa tahu kalau tuan nya itu tidak sabar lagi untuk bertemu.
''begitu ya,kalau begitu kau bisa keluar''ucap sang Tuan besar dengan santai,ia sadar kalau ia tak sabar untuk bertemu dengan David dan juga Atalia,tapi yang membuat nya merasa aneh adalah David bukanlah siapa-siapa nya tapi membuat nya begitu merindukan nya seperti rindu seorang ayah pada anak nya.
***
''Tumben malam ini kau tidak lembur?"tanya Italia yang melihat Atalia duduk di ruang tamu dengan membaca sebuah dokumen.
''apa kau tidak lihat ini"ucap Atalia tetap serius membaca dokumen di tangan nya,sebenar nya isi dokumen itu adalah cara kerja perusahan Albert selama ini,ia ingin memahami setiap struktur dan prosedur kerja mereka,agar lebih mudah bagi nya untuk mencari celah perusahan Albert.
""Atali,besok kamu temani aku ya,besok kan hari libur"ucap Italia duduk di samping saudara nya itu.
__ADS_1
''kemana?"tanya Atalia tak melepas kan pandangan nya dari dokumen yang ia baca itu.
''Hari ini direktur Elen sakit jadi tidak datang ke perusahan,dan dia baru saja menelfon ku untuk mengantar berkas yang kata nya tinggal di ruangan nya''ucap Italia,yang tib-tiba membuat Atalia tidak senang.
''kenapa dia berani sekali menyruh mu?apa dia tidak bisa mengambil nya sendiri!!"kesal Atalia dengan berbicara cepat namun dingin,yang membuat Italia tertegun.
''apa yang kau katakan,aku mana berani menolak perintah di rektur lagi pula sehari-hari dia sangat baik pada ku"ucap Italiana menyambar kopi yang sudah di minum Atalia,ia meneguk nya sampai habis.
''jangan menolak ku,setelah itu nanti kita akan jalan-jalan,kau butuh refresing padahal cuma pekerja cadangan tapi mereka memberi mu pekerajaan yang banyak''ucap Italiana.
''mmm baiklah''jawab Atalia kembali fokus membaca dokumen nya.
♧♧♧
ke esokan pagi nya
Atalia dan Italia sudah ada di dalam mobil,dengan seorang supir yang mengemudi.
"pak,masuk gang ini"ucap Italia melihat GPS dari handphone nya,kemudian sang supir memutar stir dan memasuki gang perumahan itu.
Atalia yang sadar dengan jalan itu tertegun,"bukan kah ini jalan gang menuju perumahan itu juga"gumam nya dengan memperhatikan keluar bahkan membuka kaca mobil,sementara Italia sibuk mencari-cari rumah direktur Elen,karna perumahan-perumahan itu model nya rata-rata sama.
Atalia terus melihat keluar jendela,hingga saat melewati perumahan yang semalam ia kunjungi jantung nya berdegup kencang melihat seorang pria yang tampak duduk di atas balkon perumahan itu.
###
like...
komen...
vote...
__ADS_1