
seperti biasa Italia pulang bekerja akan menunggu supir dulu,namun tidak untuk hari ini terlihat Atalia sudah menunggu nya di dalam mobil,tentu saja hal itu membuat Italia senang dengan cepat ia menghampiri mobil Atalia.
tapi belum sempat ia mendekati mobil Atalia,Pitter lebih cepat berlari dan menangkap tangan nya tentu saja hal itu membuat Italia terkejut.
''Apa yang kau lakukan!!lepaskan aku!"Atalia mencoba menepis tangan Pitter namun dengan cepat Pitter menarik tangan nya dan pergi dari sana.
''ku mohon ikut aku sebentar,aku harus mengatakan sesuatu yang sangat penting!"ucap Pitter berhenti saat Italia memberontak dengan keras sampai tangan nya berhasil di tepis.
''maaf aku tidak punya waktu denganmu!",ucap Itali berbalik dan ingin pergi tapi Pitter kembalikan menangkap tangan nya, membuat Italia kembali berbalik ingin memberikan peringatan pada pria itu agar menjauhinya.
''Kau..."belum sempat ia menyelesaikan ucapan nya,Pitter langsung memotong.
''Italia aku mencintaimu!"ucapnya seketika membuat Italia bungkam dan sangat terkejut tidak percaya.
"Aku baru menyadarinya setelah kau memutuskan untuk menjauh dariku dan juga tidak memperdulikan ku lagi!"ucap Pitter dengan bersungguh-sungguh memegang kedua tangan Italia.
Mata Atalia berkaca-kaca mendengar nya,haruskah ia percaya atau bagaimana ia tidak bisa membohongi diri sendiri kalau juga sangat mencintai Pitter dan sama sekali tidak bisa membenci pria itu,semakin ia mencoba melupakan nya semakin lekat perasaan nya pada Pria di depan nya itu.
''tapi...tapi kau akan menikah dengan wanita lain,dan dia adalah pilihan ibumu sendiri",ucap Italia berusaha agar tidak menjatuhkan air matanya yang sudah menggenang.
"Tapi aku sama sekali tidak mempunyai perasaan padanya,aku sadar cinta tidak di boleh di paksakan dan aku hanya mencintai mu''jelas Pitter.
Italia bisa melihat dari mata pria itu kalau dia mengatakan nya dengan sungguh-sungguh,tentu saja itu membuat nya sangat bahagia ternyata cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.
''aku ingin menjadi kekasihmu"ucap Pitter membuat Italia sangat tertegun.
"..."
Italia tersenyum tipis dan menatap Pitter,''aku juga sebenar nya sangat mencintai mu,tapi aku minta maaf aku tidak bisa, bagaimana pun juga aku adalah seorang wanita aku tahu perasaan Sasha jika sampai pernikahan nya batal apalagi mengetahui kalau kau tidak mencintainya!",jelas Italia meski ia sendiri sangat sakit menolak Pitter orang yang ia cintai.
Pitter menggelengkan kepalanya,''tidak,aku tidak akan menikah dengan nya,aku hanya akan menikah dengan wanita yang ku cintai,apakah kau tidak peduli dengan ku yang tidak mempunyai keluarga sama sekali, terlebih jika aku menikah dengan wanita yang sama sekali tidak ku cintai kehidupan ku akan terasa kosong",ucap Pitter dengan wajah sedih.
__ADS_1
Italia menjadi kasihan mendengar nya,tapi jika ia menerima Pitter Sasha pasti akan meras sakit hati,hingga tiba-tiba Pitter kembali menggenggam kedua tangannya.
''Aku ingin mempunyai keluarga yang utuh lagi,dimana aku dan kau saling mencintai,aku akan menjelaskan pada kedua orang tua Sasha nanti dan mereka akan mengerti!"ucap Pitter meyakinkan Italia.
''Bagaimana dengan Sasha?"tanya Italia dengan raut wajah tidak tega,membuat Pitter tersenyum tipis.
''Cinta tidak boleh di paksakan'',Pitter menatap Italia dengan meyakinkan.
''tapi aku...'' Ucapan Italia menggantung saat Pitter tiba-tiba menarik tangan nya.
''Tidak ada alasan mu lagi untuk menolak ku!"Pitter tersenyum lembut pada Italia dan menariknya masuk kedalam mobilnya.
Atalia yang melihat dan mendengar itu tersenyum senang untuk saudaranya,ia bisa mendengar semua nya karna jarak mereka memang tidak jauh dari mobilnya.
''baiklah mungkin aku memang harus memberikan mereka waktu!",gumamnya dengan tersenyum tipis dan menghela nafas panjang.
"jalan!",ucapnya pada supirnya.
***
di tempat lain,Pitter tak bisa berhenti menatap Italia yang duduk di depan nya menyedot minuman kedalam mulutnya,perasaan nya sangat lega dan bahagia sekarang karna membuat keputusan itu yang menurut nya tepat dan bisa bersama dengan wanita yang benar-benar di cintainya.
tapi mendapat tatapan itu,tentu saja Italia menjadi salah tingkah ia tak berani menatap balik Pitter,sungguh sekarang ia sangat gugup dan merasakan wajah nya sangat merah juga panas.
"Aku ingin menikahimu!"ucap Pitter sontak membuat Italia langsung tersedak dengan minuman nya sendiri.
"uhuk...uhuk...bagaimana bisa tiba-tiba menikahi bukankah kita baru saja pacaran!"ucap Italia dengan tidak percaya.
"Aku bersungguh-sungguh,aku sudah memikirkan nya dengan baik-baik semalaman,sebenar nya aku ingin langsung menikahimu",jelas Pitter dengan bersungguh-sungguh sedikit pun tidak ada tanda kebohongan.
wajah Italia langsung merona,"Tidak-tidak Bagaimanapun juga kita baru saja berpacaran,dan aku belum siap jika harus menikah dalam waktu singkat ini!",Ucap Italia dengan jantung yang terus berdebar.
__ADS_1
"haha baiklah aku mengerti,kita akan berpacaran dulu beberapa saat setelah itu baru kita menikah,jika hari itu datang kau tidak bisa menolak ku!",Ucap Pitter dengan menipiskan tatapan nya pada Italia.
***
Atalia yang berbaring di kamarnya namun masih belum juga tidur karna menunggu Italia pulang,ia harus memberitahu saudaranya itu tentang yang dikatakan Arkana padanya tadi siang.
hingga pada saat pintu kamarnya di dorong,membuatnya langsung yakin kalau itu adalah Italia tapi pada saat pintu terbuka lebar ia tertegun karna itu adalah David.
''kenapa kau ada di sini?"tanya nya dengan tidak percaya.
''aku merindukanmu,dua hari ini aku tidak bisa berhenti memikirkan mu dan aku benar-benar sangat merindukan mu!"ucap David terdengar manja kemudian langsung naik ke tempat tidur Atalia dan menarik wanita itu agar berbaring.
''hari ini aku mau di peluk semalaman,sebagai ganti kau sudah membuatku sangat merindukan mu!",ucap David memanyunkan bibirnya menunggu Atalia memeluknya.
Atalia menatap pria itu dengan jengah,ia tidak yakin kalau itu adalah David yang ia kenal kenapa tampak begitu manja dan juga sedikit menggemaskan.
''cepat peluk aku!"ucap David lagi sekarang dengan wajah polos bak bocah kecil yang meminta di peluk oleh ibunya.
pfft...
Atalia benar-benar tidak bisa menahan untuk tidak tertawa,kemudian ada niat untuk mencubit pipi pria itu,sehingga ia langsung mencubit pipi putih bersih dan mulus David meski wajah David terlihat sangat jelas garis wajah tegasnya tapi masih bisa di cubit.
Ia kemudian memeluk pria itu,dengan renggang sudut bibir nya masih melengkung sempurna,ia benar-benar menyukai moment ini.
"tepuk-tepuk punggung ku!"ucap David berbicara dengan memejamkan mata sedang kan tangan nya memeluk pinggang Atalia dan wajah nya di sembunyikan di perut rata wanita itu.
oh yang benar saja,Atalia seperti merawat bayi besar tapi ia tetap melakukan seperti yang di minta David.
''Apa aku juga perlu menyanyikan lagu Nina bobok?"tanya Atalia menahan tawanya.
''Tidak perlu aku bukan anak kecil!,"ucap David semakin memeluk erat Atalia.
__ADS_1
bersambung....