
tib-tiba mata nya terbawa ke meja rias,dimana ada banyak sekali parafum-parfum dengan merk yang sama,kemudian mata nya berhenti saat melihat sisir yang terletak begitu saja di atas meja tampak nya itu baru saja di pakai oleh tuan nya.
''ini memang pikiran gila,tapi aku bisa gila jika terus penasaran dan terus merasa bingung,maafkan saya tuan melewati privasi hubungan Tuan dan Tuan muda Jayn,tapi saya harus melakukan ini hanya untuk mengobati rasa pensaran dan bingung saja"gumam Asisten itu mengambil sisir itu kemudian melihat baik-baik kalau di sana ada rambut.
pada akhir nya di sana ada beberapa helai rambut,dengan cepat ia mengambil nya dan kembali melatakkan sisir ke posisi semula.
***
di ruang tamu
Jayn yang baru saja akan menuruni tangga melihat David dan Pitter duduk di ruang tamu,ia merasa geram tapi saat melihat dua koper yang tidak jauh dari kedua orang itu ia tersenyum.
"bagus sekali"gumam nya dengan perasaan tenang sekarang,ia kembali melangkah kan kaki nya untuk menuruni tangga.
ia menghampiri kedua orang itu,"ternyata kau benar-benar pulang,ku pikir kau adalah orang yang tak tau malu dan tetap akan berada di sini untuk menggoyah kan hubungan ku dengan papa ku"ucap nya duduk di depan David dan Pitter.
"apa maksud mu?"tanya Pitter kesal dengan ucapam orang di depan nya itu.
"Pitter dia adalah putra Tuan Albert"ucap David menahan Pitter yang mencondong kan dada nya.
Pitter cukup terkejut mendengar itu,"jadi dia adalah pria yang menguping ucapan pelayan semalam"gumam nya menatap Jayn sinis.
"Kenapa?! kau tidak senang dengan ucapan ku?! kau ingin melawan ku!!aku takut kau tidak akan mampu"ucap Jayn dengan berbicara sombong,melipat mengangkat kaki nya ke meja tepat nya di depan David dan Pitter,sembari melipat tangan nya.
"aku akan menjadi pemimpin perusahan Albert,oh ia nama perusahan mu apa?mungkin aku bisa membantu mu nanti nya tapi setelah kau mencium betis ku"ucap nya dengan arogan,menunjukkan betis dengan jari nya.
"tidak perlu,melihat etitude Tuan Jayn saya yakin anda bukan lah orang hebat dan tidak bisa berbisnis dengan baik,takut nya juga bisa menurun kan posisi perusahan Albert di jajaran perusahan dunia,jadi saya tidak butuh bantaun Tuan Jayn"ucap David berbicara dengan dingin dan tajam.
__ADS_1
"Kau!!!"bentak Jayn dengan melotot kan mata nya,tapi ekspresi David sama sekali tak berubah wajah nya tetap datar tanpa menunjukkan rasa takut sedikitpun pada nya.
"Kau percaya jika aku bisa memutuskan keraja sama mu dengan papa ku!!!"bentak nya lagi tidak tahan melihat wajah David.
"Tidak"jawab David dengan wajah dingin dan tak peduli,membuat Jayn tak tahan lagi saat ia akan berdiri untuk menarik kerah kema David,tiba-tiba Albert muncul dengan Asisten nya.
"Apa yang ingin kau lakukan Jayn?"tanta Albert melihat Putra nya yang mencondong kan tubunya ke hadapan David.
"Cih!"decih Jayn muak melihat wajah David,dan langsung berdiri meninggal kan mereka.
Saat ia melewati papa nya ia berhenti sebentar,"aku hanya berbincang saja dengan mereka"ucap nya kemudian langsung berlalu.
Albert tidak tahu apa yang terjadi sekarang,tapi ia yakin kalau putra nya itu pasti mencari masalah jadi dia hanya bisa menghela nafas berat,dan menghampiri David dan Pitter yang duduk.
"Maaf atas sikap putra ku,dia memang seperti itu"ucap Albert.
"Dia tidak melakukan apapun,tidak perlu minta maaf tuan Albert"ucap David berbicara dengan tenang dan sopan.
Albert menoleh ke koper Yang sudah siap di sana,membuat nya merasa sedih."bukan kah kau sudah setuju untuk tinggal beberapa hari lagi"ucap Albert menatap David.
"Maaf kan saya Tuan Albert,tapi saya harus segera kembali "ucap David dengan sopan.
"saya juga tak bisa menahan mu,tapi sebagai tanda kerja sama kita kau harus setuju untuk berlibur dengan ku di Amerika lima hari lagi,kau tidak bisa menolak"ucap Albert berbicara dengan tegas dan terdengar tak bisa di bantah.
David mengerut kan kening nya dalam,itu terdengar aneh sangat jarang ada klien yang mengajak jalan-jalan bersama,tapi ia juga tak kuasa untuk menolak,''baiklah''ucap David membuat Albert tersenyum puas.
bahkan Pitter juga terkejut dengan permintaan Tuan besar Albert itu.
__ADS_1
Asisten yang melihat hal itu tersenyum juga,ia seperti melihat ayah dan anak,tapi kemudian ia terkejut saat mengingat sesuatu,''astaga aku melupakan rambut anak ini''gumam nya memukul kening nya pelan.
"kalau begitu kami harus segera pergi tuan"ucap David berdiri kemudian mengambil koper nya.
"baiklah,tapi biarkan aku mengantar kalian ke bandara"ucap pria itu.
"bagaimana sekarang,jika aku tidak mendapat kan rambut nya aku tidak akan bisa melakukan tes DNA"gumam seketaris itu befikir dengan keras.
"Siapkan mobil,kita akan mengantar mereka"ucap Albert pada Asisten nya yang sedari terus berfiikir itu.
"akh ia baiklah tuan,saya akan segera siap kan"ucap Asisten itu dengan segera keluar lebih dulu dari dalam rumah.
***
jauh dari pulau amerika,di pulau terpencil yang di kelilingi laut lepas hanya ada 2 orang manusia tinggal di sana,beberapa hari mereka sudah ada di sana,untuk bertahan hidup mereka harus terus berlari dari kejaran ular dan binatang-binatang buas lain nya.
"ma aku tidak tahan lagi,aku mau mati saja"tangis Zahra menangis dengan berteriak frustasi.
"apa yang kau katakan,kau mau meninggal kan mama sendiri di sini!"ucap sang ibu dengan air mata yang bercucuran.
saat Zahra akan bicara lagi,tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang menjalari kaki nya,dengan jantung yang berdegup kencang kedua nya perlahan menoleh ke bawah.
"ma!"ucap Zahra menangis dengan suara kecil dan dalam,ia tak berani bergerak,sang mama menangis menutup mata tidak sanggup melihat ular berwarna hijau sebesar betis nya menjalari kaki putri nya itu bahkan akan masuk ke dalam rok nya.
Zahra tak bisa tahan lagi saat ia merasakan ular itu menjalar di paha nya,dengan keberanian yang tersisa ia menangkap kepala ular itu.
"Aaaaaaaaakh!!!!"teriak nya dengan sekuat tenaga dan keberanian menghempaskan ular itu dan langsung berlari meninggal kan mama nya.
__ADS_1
"Zahra tunggu mama!!!"teriak nya berlari dengan kencang menghampiri Zahra.
###