
"Aduh!"David mendesis kesakitan,saat tiba-tiba Atalia mengigit lehernya dengan kuat.
Atalia langsung mendorong David menjauh darinya,"kita impas sekarang!"tuturnya dengan wajah cemberut memegang luka di dadanya bekas gigitan David.
David menyentuh bekas gigitan Atalia yang tampak begitu dalam,bahkan mengeluarkan darah."kau mengigit nya sampai berdarah!"ucapnya dengan berpura-pura kesakitan.
"Kau juga mengigit ku,kalau cium ya cium saja kenapa harus pakai di gigit!,bukan kah kita sudah impas jangan menunjukkan wajah kasihan begitu seolah-olah aku adalah orang jahat!"kesal Atalia sedikit melirik David yang meringis kesakitan,tapi ia sedikit khawatir melihat bekas gigitan nya yang berdarah.
David ingin sekali tertawa mendengar ucapan Atalia,"itu bukan gigitan biasa,itu namanya ****** meninggal kan jejak ku,aku mengigitnya sangat pelan dan hampir tidak terasa!"jelas David menahan tawanya.
Atalia yang mendengar nya sangat terkejut memang benar ia hampir tidak merasakan sakit saat David mengigit nya tadi bahkan tidak mengeluarkan darah sama sekali,ia melihat ke leher David dimana darah masih mengalir.
"A...a..aku minta maaf,aku tidak tahu itu tadi!"ucap Atalia seketika menjadi panik dan merasa bersalah dengan cepat meraih tisu yang ada di depan nya dan segera mendekat dan menghapus darah itu.
"Aku membuatnya terluka!"ucap Atalia merasa begitu bersalah tangan nya bergetar mengusap darah itu,ia biasanya tidak pernah merasa bersalah dan takut sedikitpun bahkan sampai bergetar membunuh orang dengan darah yang keluar begitu banyak nya,tapi melukai pria yang di cintainya membuat nya merasa sangat bersalah meski hanya sedikit saja.
David terkejut melihat mata Atalia yang berkaca-kaca bahkan merasakan tangan itu bergetar,ia langsung memegang wajah Atalia dengan kedua tangan nya,"kenapa kau menangis?"tanya nya dengan sangat khawatir.
"A..a..aku membuat mu berdarah maafkan aku,aku benar-benar minta maaf!aku tidak sengaja a..a..aku tidak tahu tadi!"ucap Atalia dengan tangan Yang masih bergetar menahan tisu itu di luka bekas gigitan nya yang cukup dalam.
Padahal David hanya berpura-pura itu sangat menyakitkan,nyatanya itu hanya sedikit sakit tidak menyangka membuat Wanita di depan nya itu sangat khawatir bahkan sampai menangis dengan rasa bersalah seperti itu.
David memegang pergelangan tangan Atalia yang memegang tisu,"aku baik-baik saja,itu tidak benar-benar sakit aku hanya berpura-pura saja!"ucap nya mengangkat dagu Atalia dengan satu jarinya.
"Tapi tetap saja aku sudah membuat mu berdarah!"ucap nya menghindar dari tatapan David,dan kembali ke posisi duduk nya.
David menjadi serba salah,padahal ia hanya berpura-pura saja tapi sudah membuat wanita itu menjadi merasa bersalah,ia menarik tangan Atalia sampai berbalik dan mendekat ke arah nya,dengan lembut ia memeluk wanita itu dengan penuh kasih sayang.
"Kau hanya memberi luka kecil saja,tidak begitu menyakitkan!"ucap David dengan mengusap-usap pucuk kepala Atalia.
Kemudian ia melepaskan pelukan nya dan menangkup wajah wanita itu dengan menatap wajah Atalia dengan tatapan kelembutan.
"Jika kau ingin mengigit ku lagi,aku bahkan sangat dengan senang hati memberikan nya,karna itu sangat menyenangkan!"ucap David tiba-tiba membuat Atalia menjadi kesal mendengar nya dan dengan cepat mendorong David menjauh darinya.
"Aku tidak akan melakukan nya!!gigit saja dirimu sendiri!"ucap Atalia dengan melipat tangan nya di depan dada.
"Bagaimana bisa aku mengigit diriku sendiri,begini saja aku akan mengigit mu dan kau akan membalas ku!"ucap David membuat Atalia langsung menoleh ke arah nya dengan tatapan tajam.
"Apakah kita tidak jadi makan siang?ini sudah hampir selesai jam makan siang!"ucap Atalia menekan ucapan nya.
__ADS_1
"Sebenar nya aku sudah kenyang,aku hanya akan menemani mu makan!"ucap david perlahan menarik pedal gas.
"Bukan kah kau mengatakan kau belum makan siang karna tidak nafsu!kau berbohong pada ku?apakah kau tidak tahu aku banyak pekerjaan di perusahan!"kesal atalia.
"Lalu aku harus Bagaimana,kau sudah membuat ku kenyang dan makanan tidak akan muat lagi di usus ku yang tidak berukuran besar ini!"ucap David dengan nada selo.
Atalia tidak percaya dengan ucapan David,"kau..kau sedang bercanda,mana mungkin aku bisa membuat mu kenyang!"ucap nya dengan melihat ke sembarangan arah.
"Tentu saja bisa,bukan kah kita barus..."
"Stopp!!"pungkas Atalia langsung menutup mulut David.
"Jangan banyak bicara lagi,aku sudah lapar dan kau juga harus makan jangan membuat lelucon yang tidak lucu!"ucap nya kembali menarik tangan nya.
"Pfft...baiklah-baiklah!"ucap nya kemudian menyetir dengan baik,menuju kerestoran.
***
Sesampainya direstoran mereka langsung dilayani dengan baik oleh pelayan restoran dengan hidangan mewah dan sangat mengunggah selera berdasarkan pilihan Atalia.
"Mm pilihan mu cukup bagus juga,membuat ku yang tidak lapar berubah menjadi lapar!"puji David dengan hidangan yang di pilih Atalia.
"Sebenarnya aku mendapat telfon dari tuan Albert,ekhem... maksud ku papa Albert dia meminta kita untuk ke Swis!"ucap David membuat Atalia langsung mengangkat pandangan nya.
"Lalu kenapa ayah tidak mengatakan nya pada ku,kenapa hanya mengatakan nya pada mu!?"tanya Atalia dengan perasaan iri pada David.
"Kenapa harus memberitahu mu juga,mengatakan nya pada ku sama saja sudah mengatakan nya padamu!"jelas David,tapi tetap saja Atalia iri akan itu.
David tersenyum melihat Atalia yang cemberut sambil mengunyah makanan nya,"bukan kah aku sudah memberitahu nya,kenapa masih cemberut begitu?"Tanya David dengan mengambil tisu dan menghapus noda makanan yang berada di sudut bibir Atalia.
"Kapan kita akan berangkat?"tanya Atalia membiarkan David mengusap mulutnya.
"Sebenar nya papa memberitahu nya tadi pagi,dan meminta kita untuk berangkat malam ini dia mengirim pilotnya untuk menjemput kita!"jawab David memegang bibir Atalia sekilas kemudian menurun kan kembali tangan nya.
"Apakah ayah ingin membuat pesta untuk mu untuk dikenal kan Kepada masyarakat luas dan koleg-kolega bisnisnya"ucap Atalia.
"Aku juga sudah menebak nya,sebenarnya itu tidak perlu!"tutur David,yang langsung mendapat tatapan sipit dari Atalia.
"Itu adalah keinginan ayah untuk memperkenal kan putra kandungnya pada semua orang,kau tidak boleh menolak nya!"ucap Atalia.
__ADS_1
David mendegus kemudian tersenyum,"aku tahu itu,aku tidak mengatakan menolak pesta itu,karna itu aku setuju untuk datang!"ucap David dengan mengusap-usap pucuk kepala Atalia.
Tiba-tiba ponsel Atalia berdering,membuatnya langsung menoleh ke ponselnya yang terletak di atas meja.
David melirik ponsel Atalia,ia melihat nama si penelfon Zacky,entah kenapa ia sedikit tidak senang dan cemburu pada saat Atalia dengan cekatakan mengangkat nya.
"Tunggu sebentar,aku akan mengangkat telfon dulu!"ucap Atalia meninggal kan David.
"Siapa pria bernama Zacky itu,sampai harus berbicara privasi begitu!?"gumam David dengan perasaan yang tidak tenang.
***
malam hari,David menjemput Atalia dari apertemen namun ia langsung menahan Italia yang akan naik kedalam mobil nya.
''kenapa tidak membiarkan ku masuk?"tanya Italia melihat Tangan David yang menghalanginya.
''aku khusus menjemput Atalia,kau mungkin bisa naik mobil asisten ku!"ucap David pada Italia,seketika Italia berubah semangat dan langsung gembira.
David membukakan pintu untuk Atalia,setelah itu ikut masuk dan melajukan mobil meninggal kan Italia yang masih menunggu kedatangan Pitter.
''kenapa Itali tidak bisa ikut dengan kita,bukan kah mobil ini masih begitu lebar!?"protes Atalia yang sekarang duduk di samping David.
''tentu saja,jalan kita berbeda mereka berdua akan naik pesawat umum''jawab David dengan datar.
''aku hanya ingin berduaan dengan mu!"ucap David lagi tersenyum.
Atalia mendegus,''terserah saja!"ucapnya dan memilih untuk bersandar dan memejam kan mata.
hingga mobil berhenti di kawasan pribadi,David membukakan pintu untuk Atalia sedangkan dua pilot dan seorang pramugari membuka bagasi mobil dan membawa barang-barang pasangan itu.
pesawat Tuan Albert sudah terparkir di Amerika sejak tadi siang di kawasan tanah yang sudah beberapa minggu lalu dibeli oleh Tuan Albert.
saat masuk kedalam pesawat yang berukuran sangat besar untuk ukuran pesawat pribadi ,Atalia benar-benar mengantuk dan mencari kamar di dalam pesawat luas itu.
tapi ia terkejut saat menyadari di dalam pesawat itu hanya ada 1 kamar,dan juga melihat di dalam kamar itu juga hanya ada satu tempat tidur dengan ukuran besar.
David tiba-tiba muncul dari belakang Atalia dan langsung memeluk pinggang wanita itu.
''Papa benar-benar pengertian!"ucap David dengan perasaan bahagia,berbeda dengan Atalia yang sangat gugup dan takut.
__ADS_1
bersambung...