
"Atalia!",panggil seorang pria dari arah belakang.
Atalia sangat tahu suara itu hingga ia langsung berbalik dan melihat David berdiri tidak jauh darinya,",David kau?,kenapa kau bisa berada di sini?", tanyanya dengan keheranan.
"aku?,aku yang harusnya bertanya sedang apa kau disini dan kemana mereka akan membawa mu?",tanya David balik.
"Mereka adalah keluarga ku,kau tidak ingat ini adalah ibu ku ayahku dan juga kakak keduaku,dan aku akan pergi bersama mereka!",ucap Atalia dengan tersenyum tapi membuat David terkejut.
"Kau akan pergi?,lalu bagaimana dengan ku?apa kau akan meninggalkan ku sendiri?", terlihat wajah David sedih.Atalia terdiam dengan pertanyaan itu tapi ia juga tidak tega melihat pria yang di cintainya sedih seperti itu.
"aku....",lirihnya.
hingga tiba-tiba Arkana muncul dari belakang David membuatnya tertegun,"kakak!", ucapnya.
"Atalia kau melupakan janji mu padaku,kau mengatakan akan kembali dengan selamat dan menghadiri pernikahan ku!,Atalia jangan pergi jangan tinggalkan kami",ucap Arkana dengan memohon.
"benar,tapi aku...",rasanya masih sulit untuk melangkah meninggalkan ibu ayah dan kakaknya itu.
"Atalia sayang,jika kau memilih pergi dengan mereka maka untuk seterusnya kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan kami lagi baik itu dalam mimpi atau ilusimu!,begitupun sebaliknya jika kau ikut kami kau tidak akan pernah bisa lagi bertemu dengan mereka",ucap sang ibu membuat Atalia menjadi lebih bimbang lagi.
"Atalia apakah kau lupa kalau kita berjanji akan menikah dan hidup bersama mempunyai keluarga kecil yang bahagia,bisakah kau tetap tinggal bersama ku aku tidak akan bisa hidup tanpa mu!",ucap David melangkah kan kakinya mendekati Atalia yang sekarang tertegun mendengar ucapan nya.
"menikah?",ucapnya melamun.
Hingga langkah David berhenti saat sudah tepat di depan Atalia,"jangan pergi jangan tinggalkan aku,aku sangat mencintai mu dan aku tahu kau juga mencintai ku kan?", Ucap nya dengan tatapan berharap.
Atalia menganggukkan kepalanya,"tentu saja aku sangat mencintai mu!"ucap nya.
"kalau begitu kau harus tetap tinggal jangan tinggalkan aku dan juga semua orang yang juga sangat menyayangi mu!",ucap David mengulurkan tangan nya kedepan Atalia.
__ADS_1
Atalia menatap mata David yang memberinya harapan dan kekuatan,tanpa ragu ia menerima uluran tangan David yang langsung di genggaman oleh pria itu.
tapi kemudian ia kembali berbalik melihat ibu ayah dan kakak nya itu,"Aku tidak akan ikut kalian pergi,aku akan tetap di sini tinggal bersama mereka!",ucapnya membuat ketiga orang itu tersenyum padanya.
kemudian ketiga orang itu secara bertahap hilang di bawa cahaya aneh."selamat tinggal putriku,hidup lah bahagia!",sang ibu meninggal kan suara itu sebelum Benar-benar menghilang.
setelah melihat kepergian mereka Atalia kembali berbalik melihat David dan langsung memeluk nya dengan sangat erat.
"kenapa kau bisa berada disini?",tanyanya tak melepaskan Pelukan David.
"aku berada disini karna aku mencintai mu,aku merasa kau akan meninggalkan ku jika aku tidak datang!",jawab David tak melepaskan Atalia.
"terimakasih sudah memilih untuk tetap tinggal,aku sangat mencintai mu jangan pernah berfikir untuk meninggalkan ku lagi!",ucap David dengan tegas namun dengan nada lembut.
"mm",jawabnya.
Arkana yang melihat itu tersenyum sempurna,tampak ia sangat bahagia melihat kebahagiaan adiknya.
Di sisi lain
Gladin dan semua orang merasa sedih dan takut karna sejak pukul empat pagi tadi kondisi Atasan mereka semakin buruk.
Gladin tak habis fikir,Nonanya yang bisa melawan sakit yang sangat parah sekali pun namun kenapa sekarang meskipun itu memang juga parah tapi kenapa sampai kritis dan membahayakan seperti itu, dokter bahkan berkali-kali memberikan kejut jantung padanya.
namun tiba-tiba saja keadaan Atalia membaik detak jantung yang tadinya tidak normal sekarang kembali berdetak dengan normal lagi dan aliran darahnya juga tadinya tiba-tiba berhenti sekarang kembali berjalan lebih lancar lagi.
kelima dokter itu sangat terkejut dan saling melihat satu sama lain mereka sungguh tidak percaya,"cepat keluar dan beritahu pada semua orang kalau nona sudah melewati masa kritis nya dan dia sekarang sudah baik-baik saja!",ucap salah satu dokter itu pada dokter rekan nya.
"baik!",ucap dokter itu dengan bersemangat keluar dan memberitahu semua orang di luar yang menunggu.
__ADS_1
Ia langsung berlari ke arah Gladin dan memberitahu nya."Kalian tidak perlu khawatir dan sedih lagi sekarang nona sudah baik-baik saja!", ucapnya dengan nafas terengah-engah.
Gladin dan semua orang yang mendengar itu langsung bernafas lega dan menangis bahagia, sungguh itu adalah kabar yang sangat ingin mereka semua dengar.
***
di tempat lain tepat pukul delapan pagi David bangun dari tidur nya,ia merentangkan tangan nya dan mengumpulkan nyawa sembari melihat ke samping nya,"kenapa rasanya aku baru saja bertemu Atalia", Ucap nya memperhatikan sekeliling nya.
"apakah dia sudah pulang?",tanya nya pada diri sendiri kemudian langsung turun dari tempat tidur nya keluar untuk mencari Atalia.
bukannya Atalia yang ia temukan tapi Pitter yang sudah ada di apertemen nya.
"selamat pagi tuan David tampak nya tidur anda sangat nyaman hingga lupa kalau sebentar lagi kita akan bertemu dengan klien!",ucap Pitter bermaksud menyindir David.
bukan nya menanggapi David malah bertanya padanya,"Dimana Atalia?",tanya nya membuat Pitter terkejut.
"apa yang kau katakan,nona Atalia tidak ada di sini dia berada di Inggris"ucap Pitter tidak mengerti dengan teman sekaligus bosnya itu.
"benarkah itu hanya mimpi tapi itu Terasa sangat nyata!",ucap David dalam hati ia benar-benar tidak percaya kalau semuanya itu hanya lah mimpi jelas-jelas ia bisa merasakan sampai sekarang tubuh Atalia dalam pelukan nya.
"David kau baik-baik saja?",tanya Pitter.
"aku baik-baik saja,aku akan segera bersiap-siap!", Setelah mengatakan itu ia langsung pergi begitu saja kembali ke kamar nya untuk membersihkan diri karna ia memang masih ada jadwal sebentar lagi.
setelah sampai di kamarnya ia mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Atalia lagi tapi hasil nya tetap sama seperti biasa Ponsel Atalia tetap tidak aktif.
"Atalia tidak
bersambung...
__ADS_1