
namun setelah beberapa langkah lagi,Atalia tiba-tiba ambruk membuat semua orang terkejut tak terkecuali Arkana dan juga Xia.
"Atali!!!"teriak Italia membola dan langsung berlari ke arah Atalia yang sekarang sudah di kerumuni orang-orang,ia duduk dan menanangis dengan menepuk-nepuk wajah Atalia.
Arkana melepaskan tangan Xia yang memegangi tangan nya,dan berlari kearah Atalia dan Italia yang sekarang di kerumuni orang-orang.
"minggir!!"gertak nya pada orang-orang yang mengelilingi kedua adik nya,di lihat nya Atalia yang tak sadarkan diri terkapar di lantai dengan darah yang masih mengalir dari hidung nya dan pakaian nya yang bernoda banyak darah,dagu dan leher nya juga banyak darah.
ia langsung mengangkat Atalia dan menggendong nya ala bridle styel berlari keluar menuju mobil nya,Italia langsung berlari mengikuti Arkana dari belakang ia terus menangis sesegukan,karna Arkana yang berlari menggendong Atalia akibat nya topi yang di pakai Atalia lepas dan jatuh.
Italia mengambil topi yang jatuh itu namun betapa terkejut nya ia saat melihat dalam topi itu ada begitu banyak rambut,ia langsung terdiam dan berfikir apakah rontok bisa sebanyak itu,ia mengambil rambut itu tangan nya bahkan penuh dengan rambut ****** pirang alami Atalia.
Ia melihat kepala Atalia dari jauh dan itu bisa terlihat karna di sekitar parkiran sangat terang dengan lampu-lampu yang di pasang,bagian ujung kepala Atalia tampak botak hanya ada tersisa sedikit rambut lagi,ia menutup mulut tak percaya ia kemudian berfikir kalau Atalia mengidap penyakit kanker,tebakan nya membuat nya menangis menjadi-jadi apalagi mengingat Atalia yang mimisan membuat nya langsung berlari sekuat tenaga mendekati Arkana yang sudah sampai di mobil memasukkan Atalia kedalam mobil.
Arkana yang tidak membawa supir menyuruh Italia cepat,setelah itu ia mengitari mobil nya masuk ke kursi kemudi untuk menyetir ia belum memperhatikan kepala Atalia yang hampir botak hanya tersisa sedikit rambut-rambut kecil.
Italia masuk dan mengangkat kepala Atalia yang tidak sadar lagi ke atas pahanya,ia terus menangis melihat pucuk kepala Atalia,tangan nya bergetar memegangi nya,karna tak ada tisu ia membersihkan darah yang keluar dari hidung Atalia dengan lengan baju nya yang kebetulan panjang menutupi jari-jarinya.
''Atali bangun,sebenarnya apa yang terjadi pada mu?"tangis nya memeluk kepala Atalia,Arkana yang melihat nya dari spion membuat mata nya menjadi sangat merah berkaca-kaca.
Atalia sama sekali tak ada respon apapun,wajah nya semakin pucat seperti kertas,tubuh nya semakin dingin sesekali ia kejang membuat Italia tak kuasa menahan tangis nya saat Atalia kesusahan bernafas bersamaan kejang ia takut terjadi apa-apa terlebih tubuh Atalia sangat dingin dan pucat.
"kak cepat!!!!!Atalia udah gini!!"tangis nya berteriak pada Arkana.
''ini sudah kecepatan penuh,sebentar lagi bakal sampai rumah sakit!"ucap Arkana mengusap air mata nya dengan lengan kemeja nya karna melihat kondisi Atalia dari spion.
__ADS_1
Nafas Atalia memanjang dan turun juga memanjang,seperti seseorang yang tidak mempunyai banyak nafas lagi,ia sangat menderita dengan itu meski ia pingsan ia dapat merasakan kesakitan,sakit nya kesusahan bernafas.
''pa__pa__ma__ma!akh!"kata itu terucap dari mulut nya dengan bibir yang pucat bergetar sedang kan dirinya tak sadarkan diri,membuat Italia menjadi semakin takut.
''Atali ku mohon bertahan!!aku belum sempat membuat mu bahagia!!ku mohon bertahan,jangan membuat ku takut!jangan meninggal kan ku,ku mohon!!"tangis Italia.
sedangkan Arkana yang mengendara terus menangis diam,ia terus memantau kondisi Atalia dari spion.
buk...buk...
ia memukul stir karna begitu lama,pegangan nya menguat memegang stir karna tidak sabar.
hingga tak berapa lama akhir nya mereka sampai di rumah sakit,Italia berteriak-berteriak kepada suster untuk segera membawa bad hospital sedangkan Arkana berlari menggendong Atalia di depan nya.
para suster yang melihat nya dengan cepat mendorong bad hospital ke arah Arkana,Arkana membaringkan Atalia di atas ikut mendorong Atalia bersama dengan suster-suster yang mendorong setengah berlari karna melihat pasien yang berdarah-darah dan kesusahan bernafas juga kejang.
hingga saat sudah sampai di ruang pemeriksaan,suster menghentikan mendorong bad hospital karna Arkana dan Italia yang juga ingin masuk.
"mohon maaf tuan nona,tidak boleh di ijin kan masuk mohon menunggu di luar''ucap sang suster kemudian mendorong Atalia masuk dengan salah satu suster yang sudah datang membawa dokter masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
Italia mematung memperhatikan Atalia yang bergerak karna kejang sebelum pintu di tutup,hingga membuat nya merosot ke lantai ia sudah yakin kalau saudara nya itu pasti mengidap kanker karna dirinya tahu ciri-ciri penyakit kanker.
Arkana memeluk nya,ia yang tidak tahu keadaan Atalia dan berfikir Atalia seperti itu semua karna diri nya membuat nya mengutuki dirinya yang begitu bodoh.
Italia menangis dan memeluk erat kakak nya,ponsel Arkana tiba-tiba berdering,ia sedikit terkejut tapi langsung merogoh saku nya dan melihat kalau yang menelfon adalah David,setelah berfikir beberapa saat ia mengangkat nya.
__ADS_1
📞"kenapa dari tadi kau tidak mengangkat telfon ku,dimana Atalia,dimana kalian makan malam?"tanya David menyosor sebelum Arkana sempat berbicara.
''Dav,sekarang kami di rumah sakit"ucap Arkana dengan tangis yang di tahan,tapi bisa di dengar oleh David ia juga mendengar tangisan seorang wanita membuat nya yang tidak tenang dari tadi menjadi lebih tidak tenang.
📞"rumah sakit?siapa yang sakit?"tanya David dengan nada rendah dan pelan.
"Atalia Dav.."jawab Arkana.
📞"....Atalia?"ulang David.
"ya,sekarang kami ada di rumah sakit xxxx ruangan nya nomor 222''ucap Arkana kemudian memutuskan telfon.
***
beberapa menit kemudian dokter keluar dengan nada panik.
''pasien mengidap kanker otak stadium akhir....apa kalian tidak tahu hal ini?"tanya dokter itu dengan nada panik.
Arkana sangat terkejut mendengar nya,bagai di sambar Guntur pikiran nya lutut dan seluruh tubuh nya seketika melemas dan jatuh ke kursi.
''kanker otak stadium akhir''ucap nya dengan suara bergumam.
''stadium akhir?"tanya Italia memegang erat lengan dokter dengan air mata yang mengalir deras.
''kalian tidak tahu hal ini?"tanya dokter terkejut,tapi seketika wanita di depan nya jatuh dan tak sadar kan diri membuat Arkana terkejut tapi tetap saja kaki nya sangat lemas sehingga saat ia ingin berjalan ke arah Italia ia langsung jatuh.
__ADS_1
"suster cepat Bawa dia keruangan sebelah!"ucap sang dokter pada suster yang ikut keluar.
bersambung....