
sudah lima jam timsar dan yang lainnya mencari sosok tuan Albert di dalam hutan,tapi sampai sekarang mereka juga belum menemukan nya.
Jayn ikut mencari kedalam hutan bersama dengan timsar lainnya,ia terlihat sangat hancur dan sedih,ia tak berhenti berteriak memanggil,"ayah!!",timsar wanita tidak berhenti untuk menenangkannya.
"biarkan kami saja yang mencari,tuan ini lebih baik pulang"saran ketua Timsar dengan suara tegas dan dingin.
"tidak,saya akan pulang setelah ayah saya ditemukan!"ucap Jayn berisi keras.
"jika anda di sini,sama saja mengganggu kami!apakah anda sengaja melakukannya"ucap Ketua Timsar itu dengan nada tajam,membuat Jayn terkejut.
"sialan orang ini!apakah sengaja memancing ku,mungkin hanya menebak saja!"gumam Jayn tidak suka dengan ucapan Ketua Timsar itu.
"Tuan jangan tersinggung dengan ucapan ketua kami,dia memang orang nya seperti itu!"ucap seorang Timsar lainnya melihat wajah Jayn yang hanya diam saja.
"benar tuan,sebaiknya kami antar anda pulang!"tambah seseorang lagi,kemudian memandu Jayn untuk pergi menuju helikopter dan pergi dari sana.
"aku mengingat wajahmu!!,lihat saja jika aku sudah menguasai semuanya jangan harap kau bisa bekerja dimanapun!"gumam jayn geram.
"dan akan lebih baik,jika orang tua itu tidak ditemukan!"ucap Jayn lagi dalam hati.
kemudian helikopter itu mulai naik meninggalkan hutan.
"benar-benar dramatic"ucap seorang timsar wanita menunjukkan ekspresi dingin.
"aku tidak percaya masih ada orang yang begitu tidak tahu terimakasih!"tambah timsar lainnya.
"sudah jangan banyak bicara lagi,hubungi tim lain katakan kalau kita sudah menemukan korban!"ucap kepala timsar.
"oke!"ucap timsar wanita kemudian menghubungi tim lain yang mencari tuan Albert.
Timsar mereka terbagi menjadi 4 kelompok untuk mencari keberadaan Tuan Albert,dan tim no.3 adalah para bawahan Atalia dan semuanya sudah di atur sebelumnya.
setelah menginformasikan pada tim yang lain,mereka naik ke helikopter dan pergi dari sana.
***
__ADS_1
di rumah sakit
Tuan Albert masih belum sadarkan diri,membuat Atalia yang berada di samping nya sedikit khawatir tapi ia yakin kalau ayahnya itu pasti hanya belum sadarkan diri saja.
hingga saat tuan Albert sadar,ia merasakan tubuhnya sulit untuk digerakkan berfikir apakah dirinya benar-benar lumpuh membuatnya terkejut dan langsung membuka mata,melihat tangan dan kakinya di perban dan juga merasakan sebuah penyangga di lehernya.
baru saja ia akan menangis terlihat sosok Atalia yang tersenyum manis di samping nya,''hai ayah!"sapanya membuat tuan Albert terkejut.
''ayah tenang saja,bukankah sebelumnya aku mengatakan kalau ayah akan berpura-pura lumpuh!"ucap Atalia dengan wajah tanpa rasa bersalah.
"bagaimana bisa kau melakukan ini pada ayahmu sendiri,jatuh dari ketinggian itu membuat jantungku susah untuk berdetak"ucap Tun Albert.
''ayah tenang saja ketakutan akan tergantikan dengan kebabahagian''Atalia berkata dengan serius.
pada saa tuan Albert akan berbicara Atalia langsung memotongnya,''satu hal yang ayah harus ingat,hanya kita berdua yang tahu hal ini jangan beritahu siapapun tetaplah berpura-pura lumpuh terutama di depan Jayn'',Ucap Atalia sekarang begitu serius dan bersungguh-sungguh.
Tuan Albert bahkan terkejut dengan ucapannya,''terutama Jayn?"tanyanya masih tak mengerti.
''ayah,akan tahu sendiri nanti,seseorang akan datang jadi aku harus pergi''ucap Atalia perhi tanpa menjawab pertanyaan Tuan Albert.
Hal itu semakin membuat Tuan Albert terkejut dan tidak mengerti.
Tuan Albert teringat dengan kejadian di wisata tebing itu,ia ingat bagaimana Jayn memaksa nya untuk bermain Bunge jumping,dan ia tiba-tiba di dorong.
''apakah ada sesuatu yang ingin disampaikan Atalia padaku dan dengan menggunakan cara ini?''gumamnya melihat kaki nya yang di balut perban tapi yang membuatnya sangat tertegun adalah itu benar-benar tidak dapat bergerak,ia kemudian ingin menggerakan tangannya tapi itu juga sangat sulit di gerakan tapi masih bisa di gerrakan juga tapi itu benar-benar sangat sulit,begitupun dengan lehernya hanya bisa melihat kesatu arah dan tidak bisa memutar-mutar.
ia memejamkan mata tidak mengerti kenapa ia bisa sampai ke titik itu,tiba-tiba ia mendengar pintu di buka dan melihat sosok Jayn dan seorang dokter,jayn tampak sangat sedih dengan mata yang merah dan wajah yang kusam dan pakaian yang acak-acakan,itu benar-benar membuat orang prihatin dan kasihan.
"ayah!"ucap Jayn langsung menghambur memeluk Tuan Albert,tapi ia kemudian langsung melepaskan pelukannya dan melihat dokter yang datang bersamanya tadi.
"ada apa dengan ayah saya,kenapa dia tidak bergerak sedikitpun?"tanya Jayn dengan wajah panik,saat melihat perban-perban yang ada di tubuh tuan Albert dan penyangga leher yang terpasang air mata nya mengalir.
''benar seperti yang kamu duga,Tuan Albert mengalami kelumpuhan,tulang-tulangnya retak dan tidak bisa di satukan lagi,begitupun dengan tulang lehernya.."ucap sang dokter berbicara dengan nada sedih dan prihatin.
Jayn yang mendengar itu sangat terkejut dan langsung menutup mulut tak percaya.
__ADS_1
Tuan Albert melakukan yang seperti di ucapkan Atalia,hanya mata nya lah yeng bergerak,tapi memang itulah keadaannya sekarang memang hanya matanya lah yang bisa bergerak.
ia melihat dokter yang mengatakan tulang-tulangnya hancur dan retak,ia menghela nafas mengerti kalau dokter itu pastinya sudah di bayar oleh Atalia.
Jayn menyeka air matanya dan melihat dokter dengan tajam,''la..lalu apakah masih bisa sembuh?"tanya Jayn.
sang dokter menghela nafas berat,''maafkan kami tuan kalau masalah itu kami dari pihak rumah sakit benar-benar sangat minta maaf,dan hal ini harus di sampaikan kalau Tuan ini tidak akan pernah bisa bergerak lagi ataupun dia akan lumpuh seumur hidup"jelas sang dokter dengan sedih.
Jayn menangis dan memeluk Tuan Albert,"ini semua salah ku ayah!seharusnya aku tidak memaksa mu!!aku ingin menggantikan mu ayah berbaring dan tidak bisa bergerak seperti posisimu sekarang!"tangis Jayn membuat Tuan Albert berluluh hati dan sangat terharu.
Jayn merasa ada yang kurang,kemudian ia mencoba bertanya,''apakah ayah menyalahkan ku?"tanya nya melihat wajah Tuan Albert.
tapi Tuan Albert sama sekali tak menjawab,Jayn hanya melihat mata merah tuan Albert.
''kenapa ayahku tidak menjawab ku?"tanyanya lagi pada dokter.
''kelumpuhan ini juga mengakibatkan tuan ini kehilangan pita suaranya ataupun sangat sulit untuk berbicara,dan itu tidak akan bisa di obati lagi,dan tidak akan pernah bisa pulih"jelas sang dokter lagi.
Jayn melihat Tuan Albert dengan tatapan aneh,''maafkan aku ayah ini semua kesalahan ku!"tangis Jayn.
Tuan Albert ingin goyah dan berbicara mengatakan kalau dia baik-baik saja,tapi entah kenapa ia ragu dan memilih untuk melakukan seperti yang diminta Atalia,ia juga penasaran kenapa Atalia berbuat begitu.
***
bersambung.....
like...
komen...
vote...
rate...
terima kasih banyak makasih semua buat dukungan kalian dan masih tetap setia menunggu cerita Author🙏🙏🙏
__ADS_1