RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
perumahan


__ADS_3

☆(alur santai,suasana tenang)☆


***


"Nona,kemana saya akan mengantar nona"tanya Asisten Gladin yang melihat Atasan nya itu hanya diam dari tadi tanpa memberitahu alamat nya.


Saat mereka melewati sebuah gang,Atalia tiba-tiba teringat sesuatu,''bukan kah ini gang menuju tempat itu"gumam nya dengan terkejut.


"putar balik!"ucap Atalia membuat Asisten itu menghentikan mobil kemudian beputar.


saat mobil sudah putar arah Atalia langsung menyuruh nya untuk masuk ke gang yang tadinya sempat mereka lewati,sepanjang memasuki gang itu Atalia terus memperhatikan rumah-rumah dengan model yang sama di sepanjang jalan gang itu.


hingga jantung nya berdegup saat melihat sebuah rumah yang akrab bagi nya,"berhenti di sini"ucap nya,membuat sang asisten langsung berhenti.


"apa ini adalah tempat tinggal nona,wah sederhana tapi sangat bermakna sekali, seperti tempat tinggal untuk keluarga"gumam Asisten itu memperhatikan Rumah itu dari dalam mobil.


Sedang kan Atalia yang sudah keluar dari mobil,melangkah kan kaki nya menuju gerbang itu,setiap ia melangkah kan kaki jantung nya tak berhenti berdegup kencang entah apa yang terjadi.


hingga langkah nya berhenti di depan gerbang itu,tangan nya terulur memegang pagar besi itu,ia memperhatikan kondisi rumah itu dari sela-sela pagar itu.


pohon-pohon di sana tampak gugur,dedaunan cokelat berterbangan ke bawah,bunga-bunga di dalam sana tampak layu dan kering.


ia ingat pertama kali David membawa nya kesana,buah-buahan tampak rimbun dan bunga-bunga nya begitu mekar dan indah,mengingat hal itu tiba-tiba sudut bibir nya sedikit melengkung,sebenar nya tak ada moment indah bersama David di sana tapi perasaan rindu menjalar di hati nya,tapi perasaan rindu itu membuat hati nya pilu.


"semua tak bisa terulang lagi sekarang"gumam nya,senyum di wajah nya memudar menjadi sendu.


Sang Asisten yang melihat atasan nya itu hanya berdiri di depan pagar,ia merasa aneh kemudian ia turun dan menghampiri Atalia yang masih berdiam diri memperhatikan ke dalam sana.


"Nona,kenapa anda tidak masuk"tanya sang Asisten setelah berdiri di belakang Atalia.

__ADS_1


"Aku tidak boleh masuk lagi"jawab Atalia tanpa mengalih kan pandangan nya.


"kenapa nona,apa anda kehilangan kunci nya?"tanya sang asisten lagi dengan sopan.


"tidak,hanya saja aku sudah memutuskan untuk keluar dari sini pada saat itu"ucap Atalia tanpa sadar air mata nya menetes.


sang Asisten bingung mendengar ucapan nona nya itu.


Atalia menyeka air mata nya,setelah sadar kalau bulir bening membasahi wajah nya.


saat kedua nya dalam keadaan diam,tiba-tiba seorang wanita paruh baya menghampiri mereka bahkan menyapa mereka,"halo nona,saya melihat anda cukup lama berdiri di sini,ada apa ya?"tanya wanita paruh baya itu dengan sopan.


Atalia memutar pandangan nya pada wanita itu,"tidak apa-apa,hanya tertarik saja"jawab Atalia dengan datar.


"ooh begitu,saya adalah tukang bersih-bersih di perumahan ini,dan saya juga paling suka dengan rumah yang satu ini,bentuk dan penataan nya tampak begitu nyaman jika di tinggali,tapi beberapa waktu yang lalu pemilik nya sudah pergi,dan dia memberikan saya kunci gerbang dan juga rumah untuk membersihkan nya setiap minggu,pemilik nya orang Asia nona sangat tampan dan rupawan tampak nya dia adalah seorang aktor"ucap wanita paruh baya itu dengan sangat sopan.


Atalia tersenyum sempurna,setelah mengingat wajah David memang benar pria itu sangat lah tampan,namun sang seketaris yang melihat Atasan nya yang dingin itu tersenyum membuat nya sangat terkejut dan tak percaya,selama beberapa waktu ini ia bekerja dan berada di sisi wanita itu,ia tak pernah melihat nya tersenyum sedikit pun hanya wajah dingin,datar,dan sinis yang selalu di lihat nya.


"tampak nya anda adalah orang baik,kebetulan hari ini saya akan membersihkan rumah ini,apa anda ingin ikut masuk untuk melihat-lihat ke dalam nona?"tanya wanita paruh baya itu.


Atalia terkejut mendengar ajakan wanita paruh baya itu,dengan cepat ekspresi wajah nya berubah,"tidak perlu,kami hanya ingin melihat-lihat saja"ucap nya,dengan cepat berbalik dan meninggal kan kedua orang itu.


tapi sang Asisten dengan sopan menundukkan kepala nya pada wanita paruh baya itu seperti memberi sapaan,kemudian berbalik dan ikut masuk ke mobil untuk mengemudi.


***


"Ternyata Ayah mu lah yang mencatat sejarah dan menyebar kan rumor itu!!?"ucap Pitter tak percaya saat mendengar cerita David.


"mm,karna itu lah saat Atalia mengetahui nya ia memberikan surat cerai"ucap David dengan suara lemah,kali ini ia berbicara dengan Pitter sebagai seorang sahabat yang mendengar keluh kesah nya.

__ADS_1


Pitter tampak mengangguk-anggukan kepala nya,"itu cukup masuk akal,siapa yang akan terima dengan itu,jika aku sendiri di posisi Atalia mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama dengan mencampakkan mu dan membalas dendam"ucap Pitter dengan serius.


"..."


"lalu bagaimana sekarang,lagi-lagi kau meninggal kan keluarga Jhon,apa rencana mu setelah ini?"tanya Pitter menatap David prihatin.


"aku ingin bertemu dengan nya,dan memperbaiki semua nya"jawab David.


"apa kau yakin dia akan memaafkan mu,dan akan kembali bersama mu?"tanya Pitter terdengar tak yakin.


"aku akan berusaha"jawab David dengan tatapan yakin.


"baguslah,jadi kita kembali ke amerika!"ucap Pitter dengan bersemangat.


"Oh ia,apa kita akan kembali membuka perusahan itu?"tanya Pitter,tiba-tiba menatap David serius.


"perusahan itu tidak pernah berhenti,bahkan terus beroperasi"jawab David,membuat Pitter tertegun.


"kenapa aku tidak tahu hal itu?!"tanya pitter menatap David dengan menyipit kan mata.


"kenapa aku harus mengatakan nya pada mu,lagi pula aku tidak punya waktu mengatakan nya karna masalah perusahan Jhon"ucap David menatap Pitter yang sekarang mendegus.


"itu arti nya kau tidak membutuh kan ku lagi,kalau begitu kau bisa pergi sendiri ke amrik"ketus Pitter membuang tatapan nya dari wajah David.


tiba-tiba suasana berubah mencengkam dan hening,ekspresi David juga berubah serius,"sudah saat nya kau menjalan kan usaha yang di tinggal kan paman,dan aku juga akan menjalan kan bisnis ku sendiri,lagi pula bisnis ku tak begitu besar dan pesat aku bisa mengurus nya sendiri"ucap David dengan serius,tapi membuat Pitter tertegun.


###


like...

__ADS_1


komen...


vote...


__ADS_2