RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Nomor asing


__ADS_3

Kakek Jhon sangat terpukul dan sangat sedih mendengar ucapan Arkana,selama 15 tahun ini ia sudah menganggap Arkana sebagai cucu nya sama seperti David,tapi ia mengerti perasaan Arkana yang sekarang begitu hancur dan merasa sangat kecewa.


Justin sedikit lega,tapi ia juga merasa sangat bersalah dan menyesal,"Mulai saat ini aku akan berubah,aku tidak akan melakukan hal-hal jahat lagi demi uang"gumam nya bersumpah dalam hati.


"Tuan-tuan mari kami antar keluar!"ucap kedua pengawal itu dengan wajah datar dan dingin mereka.


Justin berdiri dan membantu ayah nya berdiri,"baiklah,tapi kami bisa keluar sendiri"ucap Justin memegang bahu ayah nya sembari berjalan keluar dari istana itu.


"Maafkan aku Charles,aku juga tidak menyangka semua itu akan terjadi,ini semua salah ku tidak bisa mendidik putra ku dengan baik"gumam kakek Jhon di penuhi rasa bersalah.


***


Atalia yang sekarang sudah mengendarai mobil nya,mendapat telfon dari Zacky,Zacky menceritakan semua kejadian di istana malam ini,mendengar itu Atalia sedikit merasa lucu.


"meminta maaf,heh apa dia fikir kata maaf saja cukup,penghianatan akan berkahir dengan kesengsaraan dan penderitaan"ucap nya dengan sinis.


meskipun Keluarga Jhon tidak terlibat pembunuhan itu,tapi mereka lah yang menyebar luas kan kejahatan-kejahatan keluarga nya dan juga menuliskan sejarah itu membuat semua orang membenci keluarga nya,ayah nya yang di alam sana karna selalu mendapat sumpah serapah,tentu saja Atalia tidak akan membiarkan mereka bahagia hanya setelah kata minta maaf saja,ia memang tak berniat membunuh atau mencelakai mereka secaa fisik,hanya ingin membuat mereka jatuh miskin dengan menghancurkan sumber pendapatan utama mereka perusahan Jhon.


Tanpa terasa ia sampai di apertemen nya di mana Italia tinggal,ia memarkirkan mobil nya kemudian masuk ke dalam.


saat masuk ke dalam ia dikejut kan dengan pemandangan Italia yang di sandra oleh dua wanita.


kedua wanita yang melihat Atalia muncul merasa puas,"bagaimana?kau terkejut kan melihat kami di sini!"ucap wanita yang tak lain adalah Zahra dengan memegang pistol.


"lihat apa yang akan ku lakukan pada saudara kembar mu ini"ucap nya menodong kan pistol di kepala Italia yang sekarang ketakutan.


Atalia tersenyum mendegus merendah kan kedua orang itu,dengan gerakan santai ia menyentuh vas kecil di dekat nya.


"kenapa kau tersenyum,apa kau fikir kami bercanda,heh sebenar nya saudara mu ini bisa selamat asal kan kau memenuhi semua permintaan kami"ucap wanita paruh baya itu yang tak lain adalah ibu Zahra.


Atalia dengan wajah tanpa ekspresi menatap kedua orang itu,"aku penasaran apa kemauan kalian?"ucap nya tanpa melepas kan kan tangan nya dari Vas itu.

__ADS_1


"mudah,berikan uang tunai sekitar 1 miliar dollar"ucap Wanita paruh baya itu dengan wajah tak tau malu nya.


Italia yang terkejut mendengar jumlah uang yang mereka minta,dengan cepat ia menggeleng kan kepala nya,"jangan,jangan!!! berikan,mereka hanya mencoba memeras saja!"ucap nya pada Atalia,namun Atalia dengan santai dan tanpa ekspresi kembali mengangkat pandangan nya melihat wajah kedua wanita yang tak tau malu itu.


"1 miliar?uang yang hanya sebutir debu itu?,kalian cukup berani merendah kan ku dengan meminta uang dengan nominal kecil begitu!"ucap Atalia membuat ketiga orang itu terkejut.


"jangan banyak bicara,katakan saja kau tidak mempunyai uang sebanyak itu,apalagi Cas"ucap Zahra dengan senyum merendah kan,semakin mendekatkan pistol nya di kepala Italia.


"aku tidak suka membuang waktu ku dengan erang-orang bodoh seperti kalian,enyahlah!!"ucap Atalia dengan gerakan kilat melemparkan vas itu ke tangan Zahra hingga membuat pistol yang berada di tangan nya terlempar bahkan tangan nya terluka dan membiru.


"kurang ajar!!"bentak wanita paruh baya itu ingin mengambil pistol itu kembali,tapi Atalia dengan gerakan santai membuang vas lain ke arah kaki wanita itu membuat nya langsung terjatuh tapi vas itu sama sekali tak pecah.


Atalia berjalan untuk mengambil pistol itu,saat ia akan menyentuh pistol itu Zahra langsung berlari ke arah nya dan langsung mendorong nya,tetapi tidak membuat Atalia terjatuh hanya terdorong beberapa langkah.


Dengan cepat Zahra mengambil pistol dan berbalik langsung menodong kan nya ke arah Atalia,"diam!!jangan bergerak aku tidak akan segan-segan menembak mu!!"ucap Zahra menatap tajam Atalia.


Atalia mengangkat kaki jenjang nya dan langsung melayang kan ke arah tangan Atalia,membuat pistol itu lagi-lagi terlempar ke udara tapi dengan putaran cepat Atalia langsung menangkap pistol itu dan mengarah kan nya pada Zahra.


"kau kira aku tak..."belum sempat Zahra menyelesaikan ucapan nya,Atalia langsung melepas kan sebuah peluru.


dor...


peluru itu lewat tepat di samping telinga Zahra,hanya 1 cm lagi peluru itu akan mengenai telinga nya.


Italia memejam kan mata nya takut saat mendengar peluru itu,sedang kan wanita paruh baya itu membulat kan mata terkejut.


bruk!!!!


tubuh Zahra seketika melemas dan jatuh ke lantai,jantung nya yang tadi sempat diam beberapa detik karna syok sekarang langsung berdetak kencang ketakutan.


"Zahra!!!"teriak sang ibu berlari menghampiri Zahra dengan menahan kaki yang begitu sakit,

__ADS_1


Saat kedua nya masih duduk di lantai dengan ketakutan,dua pengawa muncul di belakang mereka.


"bawa dua manusia ini ke pulau terpencil di negara ini"ucap Atalia dengan tatapan datar nya.


"baik nona"ucap kedua pengawa itu dan langsung menyeret kedua wanita itu dengan paksa.


"Apa yang kalian lakukan!!lepas kan aku apa kalian tidak tahu siapa kamu!!"teriak wanita paruh baya itu memberontak tapi kedua pengawal itu tidak peduli.


"aku tidak mau ke pulau terpencil!!!"teriak Zahra setelah sadar dari keterkejutan nya,tapi mereka terus menarik nya keluar.


Saat mereka keluar Atalia dengan cepat menghampiri Italia yang sekarang ketakutan,"sudah tidak apa-apa,tidak perlu takut"ucap Atalia membuat Italia langsung memeluk nya dengan erat.


"Mulai besok aku akan mengatur kan pengawal di apertemen,dan juga bodygard untuk mu"ucap Atalia.


Namun tiba-tiba ponsel Atalia berdering,saat ia melihat nomor si penelfon ternyata itu adalah nomor asing.


tapi ia tetap mengangkat nya,"Halo"ucap nya dengan suara dingin dan datar,namun seseorang di balik telfon sama sekali tak menjawab sama sekali.


hingga berjalan beberapa detik saat baru saja Atalia akan mematikan nya,tiba-tiba suara yang tanpa sadar di rindukan nya beberapa hari ini terdengar.


📞"Aku merindukan mu"


jantung Atalia tiba-tiba berdetak lambat


***


like...


komen...


vote...

__ADS_1


__ADS_2