RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
pesta


__ADS_3

1 minggu kemudian


Atalia akhir nya sudah sembuh total,iya sudah berdiri di balkon apertemen David dengan menggunakan dres yang sangat longgar dan tipis dengan lengan pendek.


Rambut pirang putih nya di ikat memperlihatkan leher jenjang nya yang sangat putih bersih dan mulus,namun wajah nya yang cantik tak menunjukkan ekspresi apapun,mata nya yang di lapisi kaca mata,hanya fokus pada menara kerajaan yang memang menjadi daya tarik apertemen itu.


Tangan nya terkepal kuat memegang pagar pembatas Balkon itu,telinga nya berdengung saat bel menara itu berbunyi nayring di telinga nya,iya teringat kembali saat kecil dulu iya dan kembaran nya akan berlomba untuk membunyikan bel menara itun,namun tiba-tiba iya terkejut saat merasakan sesuatu yang hangat menimpa tubuh nya.


"Dasar wanita bodoh,apa kau tidak bisa menjaga kesehatan mu!,bahkan udara sedingin ini kau masih berani keluar dengan pakian tipis begini ha!?"ucap David terdengar kesal,sembari memasang kan jas nya di tubuh Atalia.


Atalia mengangkat pandangan nya,iya sedikit mendongak melihat pria yang lebih tinggi 14 cm dari nya itu berkomat-kamit.


"...kenapa kau melihat ku begitu?"tanya David melempar kan pandangan nya ke arah lain wajah nya memerah namun kesal di wajah nya sama sekali tak hilang.


David diam-diam melirik ke arah wanita di depan nya itu,Atalia sedang memperlihatkan senyum paksa nya namun masih terlihat begitu cantik.


"Jelek sekali"umpat David,kemudian berbalik dan pergi meninggal kan Atalia yang masih berdiri dengan memakai jas nya.


Perasaan Aneh kembali muncul di hati wanita berkaca mata itu,namun setiap kali perasaan itu muncul Atalia selalu menepis nya,senyum nya langsung memudar bersamaan dengan David yang pergi.


Sejak kematian keluarga nya,iya memutus kan untuk tidak percaya pada siapapun kecuali bawahan nya.


...


Malam hari Atalia keluar dari kamar nya,melihat ke ruang makan di sana sudah tersedia banyak makanan yang mengunggah selera.


Dan seorang pria tampan duduk sendiri di sana namun tak makan sama sekali,melain kan sibuk dengan sibuk dengan handphone nya, "Duduk dan makan lah"ucap nya dengan dingin.Atalia dengan enggan duduk dan makan bersama dengan pria itu.


Kedua nya hanya diam dengan menikmati makanan masing-masing,sehingga David memecah kan keheningan.


"Setelah ini kita akan pergi ke perjamuan di istana"ucap nya.


Tangan Atalia spontan berhenti,iya terdiam tak bergerak,mulut nya berhenti mengunyah.


melihat itu David mengerut kan kening nya,"kenapa?apa kau tidak ingin datang?tidak masalah kita tidak perlu kesana"ucap David menatap lekat ke arah Atalia yang menunduk.

__ADS_1


Atalia langsung mengangkat kepala nya,kemudian membuat gerakan isyarat,"tidak-tidak,kalau mau pergi ya pergi saja"ucap nya melalui gerakan isyarat tubuh.


"Hm"jawab David kemudian meneguk teh nya.


"Pakaian mu sebentar lagi akan datang,bersiap lah"ujar nya kemudian pergi meninggal kan Atalia yang masih duduk di meja makan.


Tak lama kemudian


Pitter masuk dengan paper bag di tangan nya,kemudian memberi nya pada Atalia.


"Ini adalah pakaian nona"ucap nya dengan sopan,Atalia menerima nya dengan senyum.


"Dan dia adalah orang yang akan mendandan nona"ucap Pitter lagi yang di anggukkan oleh atalia.


...


Setengah jam kemudian


"Apa semua wanita berdandan selama ini,aku bahkan selesai dalam 5 menit"Protes Davi pad Pitter yang duduk di depan nya memasang wajah tak tau.


Seorang wanita cantik dan anggun dengan gaun selutut dan rambut sebahu nya yang di gelombang kan,kaca mata nya di lepas mata nya di pakaikan soflen berwarna hitam pekat.


Pitter yang tadi nya duduk santai langsung berdiri bahkan menganga tak percaya dengan wanita cantik di depan nya itu.


David juga tak kalah terkejut nya,mata nya menatap Atalia dari atas sampai bawah,''apa dia wanita yang sama''gumam David.


Kaki jenjang Atalia yang mulus,kaki nya di pasang hels tinggi berwarna keemasan yang senada dengan gaun nya.


"Apkah dia wanita culun kolot dan kaca mata itu?"gumam Pitter hampir tak percaya,iya masih menganga.


Atalia tersenyum membuat kedua Nya tersadar,David bersamaan dengan Pitter memaling kan wajah.


"...kita berangkat sekarang"ucap nya memaling kan wajah nya yang sudah merah.


...

__ADS_1


Saat ketiga nya memasuki aula istana yang sangat luas dan mewah di sana sudah banyak tamu-tamu yang tentu nya bukan,orang-orang biasa.


Tatapan semua orang mengarah pada Ketiga orang itu,terlebih lagi pada wanita yang mungkin wanita tercantik di pesta itu malam ini,bahkan beberapa orang mulai bergosip kalau kecantikan wanita itu mengalah putri Zahra yang kecantikan nya sangat terkenal.


Orang yang di gosip kan itu mengepal tangan nya,"cih tidak ku sangka ternyata kau mempunyai wajah yang cukup cantik,hmph tapi kau bisa tersenyum bangga sekarang,tunggu sebentar lagi kau akan menanggung malu yang akan membuat semua orang jijik menatap mu"sinis Zahra yang duduk di samping Ratu.


Iya menghampiri David dan Atalia juga pitter,iya menyapa ketiga nya dengan anggun dan sopan.


"Wah kak Atalia sangat cantik sekali,bahkan lebih cantik dari ku"ucap Zahra dengan wajah penuh kekaguman.


Pitter adalah orang yang sangat pintar dalam hal menilai apapun,iya membuat ekspresi aneh,"bahkan kecantikan nya, tidak sebanding sedikit pun dengan Wanita culun ini,seperti 10 16 hihi"tawa Pitter dalam hati.


Sebenar nya saat pertama kali bertemu dengan Zahra di rumah sakit,iya bisa melihat kepribadian Zahra memang tidak baik namun saat itu iya memang kagum dengan wanita cantik itu,tapi setelah melihat Atalia yang berdandan kecantikan Zahra bukan apa-apa.


Atalia tidak segan-segan bersikap dingin pada Zahra di depan David dan Pitter,iya tidak suka berpura-pura di depan musuh nya.


Namun Entah kenapa David tak mempermasalahkan sikap Atalia yang dingin pada Zahra.


"Oh iya,apa aku boleh mengajak kak Atalia untuk memperkenal kan nya pada teman-teman ku?"tanya Zahra memeluk tangan Atalia,tinggi tubuh Atalia memang lebih tinggi dari nya.


David ragu-ragu,bagiamana pun Atalia bisu mungkin Zahra akan mempermalukan nya di depan banyak orang,namun Saat melihat Atalia yang tenang,iya juga tak bisa menolak apa lagi itu adalah Putri kerajaan itu.


"Baiklah,tapi Pitter akan menemani kalian"ucap nya dengan dingin kemudian berlalu meninggal kan tiga orang itu.


...


"Kalian maklum saja ya,kakak cantik ini memang tidak suka berbicara"ucap Zahra memperkenal kan Atalia pada teman-teman nya.


Karna Pitter ada di sana,dia juga tak ingin di anggap ingin mempermalukan Atalia,sehingga membuat kesan buruk bagi Pria asia teman David itu.


###


like...


komen...

__ADS_1


kakak-kakak vote...nya dong😢


__ADS_2