RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Pria bermasker


__ADS_3

"ada lagi yang harus saya kerjakan nona?"Tanya Jayn.


"Ada,semua properti-properti dan saham milik keluarga Jhon ubah menjadi milik David tanpa ada satu pun yang tertinggal kecuali mansion kecil di dekat pegunungan,pastikan Justin harus menandatanganinya"ucap Atalia.


"Baiklah nona,kalau begitu saya permisi"jawab Zacky kemudian pergi dari sana.


Atalia menyatukan kaki nya kemudian berputar di atas kursi CEO ,"lihat bagaimana kalian bisa hidup tanpa kemewahan lagi nanti"ucap nya dengan memejam kan mata.


...


di sisi lain


Jayn sudah duduk menuggu kedatangan teman nya dan ketua gengster.


saat melihat kedatangan temannya dengan seorang pria berbadan tinggi besar berpakaian hitam dan masker.


"apa dia kakak mu?"tanya Jayn pada temannya itu setelah keduanya duduk di depannya.


"benar,dia berpakaian tertutup dan juga memakai masker karna ada banyak musuh yang sedang mengincarnya"ucap temannya itu dengan serius.ini juga adalah pertama kali ia bertemu dengan kakaknya itu setelah 5 tahun lamanya karna sang kakak khawatir ia menjadi target musuh-musuh nya jadi memilih untuk tidak saling bertemu bahkan menelfon demi kebaikannya sendiri.


"Aku tidak punya banyak waktu,katakan yang perlu di katakan!"ucap Pria bermasker itu dengan suara bariton.


Jayn cukup takut pada kakak temannya itu,jadi dia dengan cepat berbicara tapi tidak berani melihat pria bermasker itu.


''Seseorang mengirim video ini pada ku''ucap Jayn memperlihatkan clip video justin yang mengakui kalau David bukan lah putra nya dan menjelaskan masalah awalnya.


Temannya itu yang bernama Ricom juga tertegun setelah melihat keseluruhan video itu,''siapa yang mengirim ini pada mu?"tanya Ricom dengan raut wajah serius.


''Nomor asing''jawab Jayn.


''Dia mungkin hanya mengancam mu saja dan ingin meminta uang''ucap Pria bermasker itu,membuat Ricom dan Jayn langsung menoleh pada nya.


''Mungkin itu memang benar,apakah kau sudah bertanya pada orang yang mengirim video itu berapa nominal yang ia inginkan?"tanya Ricom melihat Jayn,Jayn menjawab dengan gelengan kepala.


''aku tidak yakin kalau dia meminta uang,aku bisa tahu kalau orang yang mengirim video ini bukanlah orang sembarangan''ucap Jayn dengan wajah serius,membuat Ricom juga berfikir.


''jadi apa rencanamu sekarang''tanya Ricom.


''orang yang mengirim video ini harus segera disingkirkan,jika tidak aku takut dia akan benar-benar jadi ancaman''ucap Jayn.

__ADS_1


''kak bagaimana,teman ku ingin yang mengirim video ini disingkirkan''ucap Ricom pada pria bermasker.


''itu bukan masalah besar,tapi setelah aku memikirkannya orang yang mengirim kan vidio itu tampak nya memang bukan orang sembarangan,aku harus mengetahui dan menyelidiki siapa orang itu lebih dulu setelah itu aku baru bisa bereaksi''ucap pria bermasker.


''5 hari,apa waktu itu untuk benar-benar menyingkirkan nya?''tanya Jayn dengan tidak sabaran.


''2 hari saja cukup jika dia hanya memang orang biasa''jawab pria bermasker itu dengan percaya diri.


''kamu tenang saja,kurasa orang itu tidak akan memberi tahu tuan Albert dalam waktu dekat ini''ucap Ricom meyakin kan Jayn.


''ya semoga saja,tapi jika dia sudah mengetahuinya nanti tidak ada cara lain lagi selain membunuhnya''ucap Jayn dengan ekspresi yang tidak di bisa di jelaskan.


''berikan nomor ponsel yang mengirim video itu aku akan menyuruh anak buah ku untuk melacaknya''ucap pria bermasker itu dengan suara baritonnya.


''baiklah''ucap Jayn.


***


Italia yang sedang berbelanja di supermarket tak lupa di kawal oleh pengawal Atalia.


namun Italia langsung memicingkan mata nya melihat lebih jelas pria tampan yang berbelanja,saat ia semakin dekat ia tertegun sekaligus senang melihat Pitter si pria asia tampan.


''haii...pitter''sapa Italia membuat Pitter menoleh dan langsung terkejut.


''kau sedang apa di sini?"tanya Italia membuat Pitter tertegun.


''haha apa kau tidak lihat aku sedang berbelanja?"ucap Pitter memaksakan tawanya.


''hahaha ia juga kalau datang ke sini ya pasti berbelanja''Italia memukul kepala nya karna merasa dirinya memalukan.


"apa kau tidak punya pacar sampai harus berbelanja sendiri?''tanya Italia membuat Pitter mengerutkan keningnya.


''apa hubungannya punya pacar atau tidak punya?"tanya Pitter merasa Italia cukup aneh atau sedikit melucu.


''kalau punya pacarkan bisa nyuruh dia yang berbelanja''ucap Italia.


''kau benar,tunggu sebentar aku harus mengangkat telfon dulu''ucap Pitter kemudian mengangkat telfon dari David.


Pitter yang melihat Italia masih di depan nya merasa gugup,kemudian ia menutup telfon.''aku ada urusan penting,aku pergi lebih dulu''uca Pitter menghindari Italia.

__ADS_1


''eh kau tidak jadi berbelanja,keranjang mu masih kosong"ucap Italia dengan polosnya.


''tidak perlu nanti aku memesan online saja''ucap Pitter.


''oh begitu baiklah,semoga kita bisa bertemu lagi nanti''Italia melambaikan tangan pada Pitter yang sudah melangkahkan kaki pergi.


"haish kenapa dia begitu tampan dan maco"ucap Italia menutup wajah nya dengan kedua tangan karna panas dan merah.


***


malam hari di Rumah utama Tuan Albert,di ruang tamu.


Tuan Albert terus menelfon nomor asisten nya,karna sudah merasa itu keterlaluan tidak memberi kabar sampai lebih dari satu minggu,''apa dia tidak mau bekerja lagi?"kesal Tuan Albert bahkan sudah lebih dari 10 kali ia menelfon asisten nya itu tapi sama sekali tak di angkat padahal aktif.


Jayn buru-buru keluar dari rumah dan hal itu tidak lepas dari pandangan Tuan Albert,ia ingin bertanya tapi Jayn berlari dengan cepat keluar.


''kenapa dia terburu-buru?''gumamnya heran,kemudian menghela nafas.


sedangkan Jayn yang sudah berada di garasi langsung masuk ke dalam mobilnya dan langsung menancap gas untuk keluar dari lokasi rumah itu.sebenarnya ia mendapat telfon dari Ricom untuk bertemu malam ini juga karna ada hal yang sangat penting mengenai si pengirim video itu.


***


Jayn sampai di tempat yang mereka janjikan,dan melihat Ricom dan kakak nya yang tetap memakai masker dan pakaian sama seperti tadi siang,ia menghampiri dua orang yang sudah duduk,dan duduk di depan kedua orang itu.


Ricom menoleh ke arah kakak nya,"sebaiknya kakak ku saja yang memberitahu pada mu"ucap Ricom membuat Jayn bingung dan cukup khawatir.


Pria bermasker menarik nafas panjang,"aku sudah mencari tahu si pengirim video itu"belum sempat pria bermasker melanjutkan ucapan nya Jayn langsung menyela.


"lalu apakah dia adalah orang yang mudah untuk di singkirkan atau bagaimab?"tanya Jayn dengan terburu-buru.


♧♧♧♧♧


jangan lupa


like..


komen..


vote..

__ADS_1


rate...


terima kasih banyak


__ADS_2