RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Tumor otak


__ADS_3

"benar,aku akan mengantar kan putri Itali nanti kau boleh kembali!"ucap pria itu dengan senyum nya.


"tidak bisa,ayo cepat kembali,aku tidak mau di salah kan jika terjadi sesuatu pada mu!"ucap Pitter memegang tangan Italia dan seketika menariknya.


"baiklah,aku akan kembali dulu!"ucap Italia dengan sopan pada pria itu.


"terimakasih atas waktu tuan putri,semoga masih ada kesempatan untuk bertemu dengan putri!"ucap Cleonis tersenyum dengan senyuman mempesona nya.


"ya bye!"ucap Italia melambaikan tangan nya saat Pitter sudah menarik tangan nya.


"hei bisakah kau menarik ku pelan-pelan,aku pakai hels nanti kalau jatuh bagaimana!"ucap Italia yang terus menarik tangan Pitter.


Pitter menghela nafas dan memperlambat langkah nya,membuat Italia merasa lega bukan hal lucu jika ia jatuh di tengah-tengah banyak orang.


***


"Nona!"ucap dokter Paul terkejut melihat Atalia ada di depan pintu rumah nya.


"mari silahkan masuk nona!"ucap Paul mempersilahkan Atalia dan Gladin masuk kedalam apertemen nya.


''tampaknya nona tidak baik-baik saja!''ucap Paul melihat wajah Atalia yang pucat.


"aku merasa kepala ku akhir-akhir ini semakin sering sakit,bahkan rasa sakitnya 2 kali lipat lebih sakit dari sebelum-sebelumnya''jelas Atalia setelah duduk di sofa tepatnya di depan dokter Paul.


''ijinkan saya memeriksa denyut nadi anda nona!"ucap Paul meminta ijin,saat Atalia mengulurkan tangan nya ia menyentuh pergelangan tangan Atalia memeriksa denyut nadi.


"denyut nadi nona sangat cepat dan tidak teratur!"ucap Paul sedikit merasa khawatir.


''apakah maksud dokter penyakit nona semakin parah?"tanya Gladin takut.


"Aku juga tidak yakin,bagaimana jika saya memeriksa nona dulu?"tanya Paul meminta ijin.


"ya"Jawab Atalia dengan singkat dan lemah.

__ADS_1


Paul mengambil peralatan medis yang di butuhkan untuk memeriksa penyakit Atalia,sedangkan Atalia sudah berbaring lemah di tempat tidur dengan memejam kan mata menekan rasa sakit kepalanya.


''semoga nona baik-baik saja!"gumam Gladin merasa iba pada nonanya yang mempunyai penyakit mematikan.


Paul memakai stetoskop di lehernya dan mulai memeriksa Atalia,ia meletakkan nya di dada Atalia detak jantung nya sangat lemah namun sesekali berdetak kencang.


"apakah nona akhir-akhir ini sering kejang-kejang?"tanya Paul setelah mengangkat stetoskopnya.


"tidak sering Hanya kepala ku saja yang semakin sakit setiap harinya!"jawab Atalia dengan adanya.


"apakah rambut nona rontok banyak?"tanya Paul lagi.


"benar,tapi tidak rontok sekali banyak!"jawab Atalia.


"lalu apakah ada masalah dengan kepribadian atau mental anda nona,yang anda rasakan!?"tanya Paul lagi.


Atalia tampak berfikir,perubahan apa saja pada dirinya akhir-akhir ini,hingga ia mengingat perubahan mental dan psikisnya."aku merasa mental ku semakin lemah dan mudah drop,mudah sakit hati hingga rasa sakit hati itu seperti menjalar ke otak dan membuat tubuh rasanya lemah!"jelas Atalia mengatakan nya tanpa mengedip kan mata memikirkan perubahan dirinya yang akhir-akhir ini berubah,tubuhnya juga sering lemah.


"nona!"ucap Gladin dengan nada bergumam.


"lakukan saja!"ucap Atalia tak berdaya,bibir nya sangat pucat wajah nya pucat Pasih seperti tak berdarah dia juga sangat lemah.


Paul meletakkan alat pendeteksi otak pada kepala Atalia dan memasangkan nya ke komputer khusus,yang akan memperlihatkan kondisi otak.


hingga setelah satu menit gambar yang awalnya buram-buram semakin jelas,kondisi otak Atalia terlihat di komputer itu,hingga membuat Paul dan Gladin langsung terkejut saat melihat kondisi otak Atalia melalui gambar.


"oh ya tuhan bagaimana bisa!!"ujar Dokter Paul tak percaya melihat komputer di depan nya,seketika hatinya terasa ngilu,mau tidak mau ia juga harus tetap menjelaskan.


"nona..ini...!"ucapnya melihat ke arah Atalia yang sekarang duduk di kasur dan bersandar,tatapan nya lurus dan tak berkedip.


"hmm...huh nona ini adalah kondisi otak anda sekarang,tumor nya sangat cepat bertumbuh semakin membesar bahkan hampir memenuhi otak anda!!maafkan saya nona yang tidak bekerja cepat ini!!tidak peka dengan kondisi anda!"ucap Paul tak kuasa menahan air matanya tapi dengan cepat ia menyeka nya.


Gladin langsung menutup mulut tak percaya matanya memerah dan mengalir bulir-bulir kristal,ia menutup mulut menahan suara tangis nya keluar.

__ADS_1


kedua pria yang menangis itu menoleh ke arah Atalia yang sekarang masih diam tak bergerak,namun mata yang sama sekali tak berkedip itu sangat merah dan berkaca-kaca.


Atalia meremas sprei itu,mengigit bibirnya,seketika bayangan David melamar nya memenuhi pikiran nya senyum nya,janji nya,wajah seriusnya,seketika air mata yang ia bendung sedari tadi membanjiri wajah nya.


"hiks.."seketika ia langsung menagis dengan mengeluarkan suara tapi dengan cepat menutup wajah nya dengan kedua tangan.


Gladin tak sanggup melihat nona nya yang selama ini tak pernah di lihat nya menangis,begitupun dengan Paul ia tak bisa berhenti menangis ia terus menyalahkan dirinya karna tidak memantau tumor Atalia.


"maafkan aku-maafkan aku!!maafkan aku!!maafkan aku!!"tangis Atalia terus meminta maaf pada David.


"aku adalah wanita kejam!!aku memang tidak pantas bahagia selamanya!!selama nya!!haaa!!hiks...!"tangisnya memukul-mukul kepalanya hingga membuat Paul dan Gladin panik.


"hentikan nona!!"ucap Gladin dengan suara serak karna menangis memegang sebelah tangan Atalia sedangkan Paul memegang satu tangan Atalia yang memukul-mukul kepalanya.


"hiks...ini adalah kutukan untuk ku!!!selamanya aku tidak akan pernah bahagia!!kenapa takdir ku harus seperti ini!!"tangis Atalia Berubah pilu,membuat Gladin tak kuasa menahan tangis.


"nona mungkin kita bisa mencari dokter legendaris!!dokter yang paling hebat di dunia!!anda mungkin masih bisa di sembuhkan!!"ucap Gladin menangis menenangkan Atalia.


Paul menunduk menangis menoleh ke arah lain,yang ia tahu jika tumor sudah sebesar itu sangat sulit untuk sembuh bahkan kebanyakan orang tidak bertahan dan meninggal dunia.


"aku ingin kembali!"ucap Atalia tiba-tiba berhenti menangis.


***


David mondar mandir di depan pintu utama sesekali melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 02.33 tapi Atalia belum juga kembali membuat nya sangat khawatir dan takut.


hingga saat mendengar suara mobil berhenti di depan dengan cepat ia membukanya,ia baru bernafas lega dan tenang melihat Atalia keluar dari mobil,ia memasang wajah marah.


"apakah kau tidak tahu ini sudah jam dua pagi,bagaimana jika ada begal atau gangster,kau membuat ku takut dan khwatir!"ucapnya.


namun Atalia tiba-tiba memeluknya membenamkan wajah nya di dada David,bahkan membuat David sendiri bingung.


bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2