
setelah menutup telfon ia berbalik namun sangat terkejut melihat tuan Albert berdiri di belakang nya.
"a..ayah!"ucap nya menyapa tuan Albert yang tampak berwajah datar.
"ada apa dengan mu nak?"tanya Tuan Albert tiba-tiba,membuat Atalia mengerutkan kening dan berpura-pura bingung.
"apa yang Ayah katakan?,memang nya aku terlihat kenapa aku tidak apa-apa?"tanya Atalia diserta tawa ringan.
"jangan berbohong,ayah tahu bagaimana dirimu,kau tidak pernah menangis sebelumnya semenyakitkan dan semengecewakan apapun itu?"tanya Tuan Albert kini memegang bahu Atalia dengan tatapan yang sangat dalam dan tersirat rasa khawatir.
"a..aku tidak mengerti maksud mu ayah,aku tidak apa-apa,a..aku menangis hanya karna te..teman ku meninggal semalam!"jelas Atalia dengan berbohong tapi hal itu sama sekali tak membuat Tuan Albert percaya terlebih melihat ekspresi Atalia yang gugup dan seperti menutupi sesuatu.
"jangan berbohong pada ayah,ayah tahu kau tidak akan menangis karna itu,lagi pula ayah tahu siapa-siapa saja teman mu dan tak ada yang meninggal!"ucap Tuan Albert menatap lekat Atalia yang berkaca-kaca sekarang.
Atalia tak kuasa menahan rasa sakit dan sedih nya,hingga air mata yang di bendung berhasil lolos ia langsung memeluk sang ayah dan menangis tersedu-sedu membasahi pakaian tuan Albert.
"a..ayah"lirih nya menangis terisak masih di pelukan tuan Albert.
"katakan pada ayah sekarang,apa yang sebenar nya terjadi pada mu??"tanya Tuan Albert mengusap-usap rambut Atalia.
rasa nya Atalia tak bisa berbicara karna menangis tersedu-sedu,ia menumpahkan rasa sedih nya pada sang ayah.
"Atalia jangan menutupi apapun dari ayah,ayah tidak akan senang dengan itu!katakan pada ayah apa yang terjadi pada mu"ucap Tuan Albert lagi dengan nada lembut,mengusap pucuk kepala Atalia yang terus menangis.
"aku...ak...aku..sebenar nya..ak..aku"leher Atalia terasa tercekat untuk mengatakan nya di tambah tangis nya membuatnya susah berbicara.
"hik...aku sebenar nya mengidap kanker..."tangis nya semakin terisak-isak.
"usia ku tak panjang lagi..."Isak nya menangis dengan keras.
Deg...
__ADS_1
jantung tuan Albert terasa berhenti mendengar nya,rasa nya ia ingin yang ia dengar barusan hanya salah.
"Aku jahat ayah!!aku jahat pada David...aku akan menyakiti hatinya!!menghancurkan harapan nya!!"tangis Atalia terus terisak tapi Tuan Albert tidak bergeming sama sekali ia tidak ingin percaya tapi ia tahu kalau Atalia tidak akan pernah berbohong Padanya.
"kanker?kanker apa?"tanya Tuan Albert melepaskan Atalia dan memegang bahu wanita itu menatap nya dengan tajam dan mata yang berkaca-kaca.
dengan terisak dan wajah yang basah ia menunjuk dahinya,"kanker otak!!"isaknya menunduk.
"bagaimana bisa tiba-tiba ada kanker!!"tanya Tuan Albert dengan nada lirih namun tajam.
Author:Kanker merupakan jenis tumor yang memiliki kemampuan menyerang jaringan dan menyebar ke organ lain. Sedangkan tumor merupakan pertumbuhan sel baru yang belum tentu menjadi kanker”,sedangkan Atalia benar-benar mengidap penyakit kanker otak karna tumor di otak nya sudah di diagnosis oleh doktr memang benar kanker,jadi satu hal yang harus kita tahu kalau kanker dan tumor itu berbeda ya,ada sebagian tumor yang belum tentu kanker.
"sebenarnya...aku sudah mengidap nya sejak lama ayah!!!saat usia ku masih delapan belas tahun!!maafkan aku...aku menutupi nya dari ayah!"ucap Atalia terus menangis.
Tuan Albert menggelengkan kepala nya dan menitikan air mata nya.
"kenapa kau tidak mengatakan nya pada ayah dulu,dan jika kau sudah tahu kalau kau mempunyai penyakit kanker kenapa tidak mengobati nya?"tanya Tuan Albert dengan nada lirih tak sanggup.
"karna apa?katakan semua pada ayah jangan menutupi apapun lagi"ujar Tuan Albert dengn menangis.
"aku fikir setelah aku berhasil membunuh orang-orang yang membunuh keluarga ku,aku tidak akan keberatan jika aku mati dengan kanker ini, saat itu aku berfikir bahwa setelah menghabisi mereka semua tujuan hidup ku sudah tercapai"Isak Atalia lagi.
Tuan Albert tidak percaya mendengar nya,ternyata harapan Atalia sangat kecil pada saat itu dan hanya optimis pada balasan dendam tak mempunyai harapan hidup lain dalam hidup nya,ia menjadi menyesal telah mengajari Atalia seperti itu hingga membuat putri baptis nya itu sekarang menderita dengan penyakitnya dan tak bisa bahagia,ia menjadi terisak dan memeluk Atalia.
"maafkan ayah!!maafkan ayah!!ini semua salah ku!!"ucap nya terus meminta maaf pada Atalia,kedua nya terisak.
"jika saja ayah tidak mengajar mu dengan ketat mungkin kau akan berfikir luas,tidak mempunyai satu tujuan hidup saja!"ucap Tuan Albert tak henti-hentinya menyalah kan diri sendiri.
Atalia menggelengkan kepala nya melepaskan pelukan nya,"ini bukan salah ayah,aku lah yang salah karna begitu bodoh!!Ayah jangan menyalah kan diri sendiri!"ucap nya menghapus air mata sang ayah sedangkan diri nya tak bisa berhenti menangis.
"aku hanya menyesalkan satu hal,aku tidak akan bisa bahagia bersama David tidak bisa membuatnya bahagia!!"Isak Atalia.
__ADS_1
"Ayah aku tidak tahu sampai kapan aku akan bertahan,tapi aku ingin Ayah tidak memberitahu nya pada David!"ucap Atalia dengan tatapan memohon.
"bagaimana bisa David tidak tahu!!"ujar Tuan Albert tidak terima dengan ucapan Atalia.
"aku tidak ingin dia sedih ayah,aku ingin membuat nya bahagia di hari-hari terakhir ku!"mohon Atalia pada Tuan Albert dengan menyatukan tangan nya.
"kenapa kau begitu cepat menyerah!!mungkin kita masih bisa mengobati nya!"ucap Tuan Albert meyakinkan Atalia,tapi Atalia menggelengkan kepalanya.
"aku tahu itu tidak akan berhasil!"Atalia menyeka air mata nya mengusap wajah nya,dan berhenti menangis.
"kau bukan dokter apalagi tuhan yang tahu bisa sembuh atau tidak!!tahu akhir hidup!!"ucap Tuan Albert menekan ucapan nya.
"aku tahu itu,tapi aku yakin aku tidak akan sembuh,malam itu aku bermimpi aku bertemu dengan cahaya yang menyilaukan sampai aku menutup mata tapi setelah aku membuka mata ku ada dunia yang sangat indah disana dan melihat papa dan mama juga kakak hidup dengan damai dan bahagia di sana,dan seseorang yang tak terlihat mengatakan pada ku,inilah tempat mu yang sudah ku sediakan"jelas nya menceritakan dengan tersenyum dan menangis.
Tuan Albert menggoyangkan bahu Atalia,"ini bukan lah dirimu nak!!yang percaya dengan mimpi!!"pungkas nya meyakin kan Atalia.
pada saat Atalia akan berbicara,ponsel nya tiba-tiba berdering pada saat melihat nya ternyata itu dari David,ia menghapus air mata nya dan menarik nafas panjang-panjang kemudian mengangkatnya.
"ha...halo"ucap nya berusaha berbicara dengan netral dan tak terdengar menangis.
📞"sayang kau dimana,aku sudah menunggu mu di mobil"ucap David sengaja memanggil Atalia sayang.
jika biasanya Atalia akan marah jika di panggil sayang tapi tidak dengan kali ini.
"baiklah,tunggu aku disana aku sudah ada di ruang tamu!"jawab Atalia kemudian memutuskan panggilan.
"Ayah jangan memberitahu David!aku mohon pada ayah!"ucap Atalia kemudian berlalu pergi dari sana berjalan dengan cepat dan terburu-buru,takut jika David menunggu nya lebih lama lagi.
***
bersambung...
__ADS_1