
...----------------...
baru saja Atalia selesai berbicara telfon nya tiba-tiba berdering,saat ia melihat nama si penelfon ternyata itu dari Italiana.
''halo,ada apa Itali?"tanya nya dengan menoleh ke pria di samping nya itu,dan memberikan kode agar keluar.
pria itu menunduk kan kepala nya kemudian keluar dengan penuh hormat,''baiklah saya permisi Nona"ucap nya.
📞''Atalia,kakak baru saja menelfon ku kata nya kau sama sekali tidak bisa di telfon tadi siang jadi dia khawatir,dan dia juga ingin mengatakan sesuatu pada mu"ucap Italia dari balik telfon.
''akh benarkah"ucap nya kemudian melihat riwayat panggilan telfon,Arkana bahkan sudah menelfon nya berkali-kali tadi siang,di saat ia berada di ruangan itu tadi nya.
📞"sebaik nya kau telfon kakak,seperti nya ada hal yang penting untuk di bicarakan pada mu"ucap Italiana lagi.
''iya baiklah''jawab Atalia menghela nafas.
📞''oke dan,oh ia cepat lah pulang jangan bekerja terus ingat istirahat sangat penting,dan ingat hati-hati di jalan tadi aku melihat banyak begal,kalau kau memang mau lembur ingatlah minum air putih yang cukup dan istirahatlah"tegas Itali dari balik telfon,dengan mulut nya yang tak bisa diam sedari tadi.
''baiklah,aku tutup telfon nya"ucap Atalia dengan heran mulut saudara nya itu sangat lancar berbicara.
saat telfon dengan Itali sudah terputus ia menelfon Arkana,dengan satu panggilan Arkana langsung mengangkat nya.
''halo kak!"ucap Atalia menyapa kakak nya itu.
📞''Atalia,kakak ingin mengatakan hal yang sangat serius dengan mu"ucap Arkana tanpa basa basi.
Atalia terdiam dan menunggu apa yang ingin di katakan kakak nya itu.
pada akhir nya Arkana menceritakan tentang kakek JHON dan justin ke istana dan mengatakan maksud dan tujuan mereka datang,bahkan mengatakan pada keluarga Jhon akan membuat Atalia dan David bercerai,tapi hal itu tidak membuat Atalia terkejut.
''Sebenar nya aku sudah tahu hal itu kak"ucap Atalia dengan serius.
__ADS_1
📞''jadi Kau sudah tahu sejak lama kalau keluarga Jhon dalang beredar nya infromasi palsu itu?"tanya Arkana dengan mengerutkan Dahi nya.
''mm...dan juga....sebenar nya...sebenar nya aku dan David sudah bercerai saat aku mengetahui keterlibatan keluarga Jhon''ucap Atalia memilih jujur dengan kakak nya itu,membuat Arkana sangat tidak percaya juga tertegun saat mendengar nya.
''ja..jadi kalian sudah bercerai?"ucap Arkana dengan masih tak percaya.
Atalia tak menjawab,ia hanya ingin mendengar apa pendapat kakak nya itu.
📞''Atalia dengar kan aku,haish... meskipun aku sudah mengatakan pada kakek Jhon akan membuat kalian bercerai,tapi aku tidak bisa membuat mu menyesal nanti nya,karna aku tahu kau juga sudah mencintai David... lagi pula David adalah orang baik ia tidak tahu semua perbuatan keluarga nya itu''ucap Arkana dengan menghela nafas pelan.
Atalia terkejut saat mendengar ucapa kakak nya itu,benarkah dia mencintai David,ia merasa itu tidak masuk akal.
📞''...tapi jika kau memang memilih dan merasa itu adalah pilihan yang tepat kakak akan selalu mendukung mu"ucap Arkana lagi.
''terima kasih kak''ucap Atalia sedikit merasa tenang,tapi meskipun begitu sebenar nya ada rasa tidak ingin bercerai pada saat itu.
***
pagi hari pesawat yang di naiki David dan Pitter akhir nya sampai dengan selamat di pelabuhan Kota Swis.
''aku sudah memberitahu asisten nya kemarin dan dia mengatakan kalau CEO itu setuju untuk bertemu malam ini di kota Xxx''jelas David juga menarik koper nya.
"bagus sekali tidak sabar aku akan bertemu dengan CEO legendaris itu!''ucap Pitter dengan sangat bersemangat.
namun saat mereka akan menaiki mobil yang sudah di pesan tiba-tiba mobil yang sangat mewah tiba-tiba menghampiri mereka dan tepat berhenti di depan kedua nya.
seorang supir turun dari dalam mobil itu,''Halo apakah benar dengan Tuan David?"tanya Supir itu dengan memakai bahasa inggris.
''ya''jawab David singkat menggunakan bahasa inggris.
''Tuan Besar Albert mengutus saya untuk menjemput Tuan''ucap supir itu lagi.
__ADS_1
''eh bukan kah kau mengatakan pertemuan nya nanti malam?"bisik Pitter di telinga David.
''baiklah"ucap David pada supir itu,kemudian menoleh ke arah Pitter.
''sebaik nya kau jangan banyak bertanya,ikut saja"ketus nya pada teman nya itu,kemudian masuk ke dalam mobil di ikuti Pitter.
setengah jam kemudian mereka sampai di Rumah yang Bak Kastil,dengan gaya khas benua itu gaya Eropa,membuat kesan yang sangat mewah,meskipun memang manison keluarga Jhon juga memang tidak begitu jauh ketinggalan,tapi ada perasaan akrab bagi nya melihat rumah itu di tambah dengan pria yang berdiri di ambang pintu.
seorang pria paruh baya bertubuh tinggi dan rapi dengan wajah hangat nya,menunggu di depan kastil nya itu,di dampingi oleh asisten pribadi nya itu.
melihat David yang melangkah semakin dekat ke arah mereka,ada getaran aneh tersendiri Tuan besar ALBERT,namun itu bukan perasaan khawatir ataupun takut tapi rasa bahagia yang tiba-tiba muncul.
bahkan asisten pribadi nya itu sangat tertegun melihat David dari dekat,''eh bukan dia sangat mirip dengan tuan saat Tuan muda dulu''gumam nya tak melepas kan tatapan dari wajah David.
Kini David berhenti tepat di depan kedua pria paruh baya itu dengan aura khas mereka masing-masing,David melepaskan tangan nya dari pegangan koper,itu kemudian menundukkan kepala nya kepada kedua orang itu,begitupun dengan Pitter melakukan hal yang sama seperti sahabat nya itu.
Tapi Tuan Albert dengan cepat memegang bahu David agar tidak menunduk,"kalian tidak perlu begitu sungkan dengan ku silah kan masuk"ajak nya pada kedua orang itu dengan sopan dan sifat hangat nya,membuat perasaan nyaman.
"dia benar-benar sangat mirip dengan tuan"gumam asisten itu masih tak berhenti memperhatikan wajah David,namun David sama sekali tidak mempermasalah kan hal itu.
2 pelayan membantu membawa koper David dan Pitter masuk ke dalam.
"sebenar nya aku mengajak kalian untuk menginap di sini, sembari kita bicarakan hal penting yang ingin kau sampaikan"ucap Tuan Albert pada David.
"itu mungkin merepotkan tuan Albert"ucap David dengan sopan.
''tidak sama sekali,justru saya senang bisa kembali bertemu dengan mu kembali,saya fikir kita tidak akan pernah berjumpa lagi,karna hal dulu''ucap Albert menatap David ada perasan yang dalam di hati nya saat melihat David.
###
like...
__ADS_1
komen...
vote...