RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
membawa


__ADS_3

Dokter berjongkok membantu Arkana berdiri,"apakah kalian tidak tahu hal ini?"tanya dokter membuat Arkana menggeleng kan kepalanya.


"saya bukanlah dokter ahli kanker,dan rumah Sakit ini tidak mempunyai dokter permanen ahli kanker kita harus menunggu sampai besok jika membutuhkan dokter ahli kanker,atau apakah pasien mempunyai dokter pribadi?"tanya dokter itu.


Arkana terdiam,ia berfikir kemudian menggeleng kan kepalanya,"saya tidak tahu dok!"ucap nya dengan tatapan kosong.


hingga di saat itu tiba-tiba David muncul dan berlari ke arah mereka terdengar ngos-ngosan.


"dimana Atalia?"tanya David pada Arkana dan dokter yang berdiri di depan pintu dengan nomor 222.


Arkana menoleh ke Arkana begitupun dengan dokter, tapi sang dokter terkejut melihat wajah David yang sangat familiar hingga ia terkejut saat sudah mengingat wajah itu yang menjadi topik teratas kalau pria itu adalah putra Tuan Albert.


"dia adalah putra kandung tuan Albert,orang terkaya di negara ini"gumam sang dokter seketika menjadi gugup dan kaku.


"apakah wanita yang di dalam adalah tunangan nya yang di lamar saat acara itu putri kerajaan inggris?,kalau begitu orang ini apakah!!"gumam sang dokter melihat Arkana.


"apakah dia Raja dari kerajaan Inggris kakak pasien di dalam?"gumam sang dokter seketika menjadi keringat dingin bertemu orang-orang besar dan berpengaruh di dunia juga menangani seorang putri bangsawan,terlebih dia bukan lah dokter besar dia hanya dokter medis biasa.


"apakah Atalia ada di dalam?"tanya David dengan wajah khawatir seperti biasa,tapi bukan nya menjawab Arkana malah menangis membuat David menjadi tidak sabar dan menjadi tidak tenang.


sang dokter menjadi gugup untuk menjawab jadi dia hanya diam saja.


"...iya dia ada di dalam dav!"ucap Arkana tidak berdaya mengatakan nya pada David dengan mata yang merah.

__ADS_1


David merasa ada yang tidak beres tapi ia melangkah kan kaki nya untuk masuk ke dalam,dan betapa terkejut nya dia melihat Atalia yang berbaring di atas bad hospital hitam,saat ia berjalan semakin dekat ia semakin terkejut dan membola saat melihat wajah Atalia sangat pucat,pandangan nya kemudian turun ke pakaian Atalia yang memang belum di ganti karna mereka hanya melakukan pemeriksaan dan mengobati nya seadanya agar berhenti kejang dan memberikan selang oksigen karna Atalia yang tadinya kesusahan bernafas.


"darah?"ucap nya dengan suara bergumam dan dada yang naik turun tidak bisa menetral kan pikirannya yang sudah entah kemana-mana.


"darah apa ini?"tanya nya pada suster yang berdiri di sisi tempat tidur Atalia.


"itu adalah darah dari hidung nona ini,darah nya dari tadi mengalir bahkan sebelum kemari pakaian nya juga sudah terkena darah tuan"jawab sang suster menunduk.


"mimisan?apa yang terjadi padanya?"tanya David dengan tatapan tajam dan menipis pada sang suster.


"nona ini mengidap penyakit kanker otak stadium akhir tuan"Jawab suster lagi.


bagaikan di sambar petir,David sangat syok mendengar nya bahkan seketika ia mematung dan mundur beberapa langkah karna kaki nya melemas.


"kanker otak stadium akhir!"ulang nya dengan nafas nanar.


"lalu kalian hanya diam saja,kenapa tidak membawa nya segera kerumah sakit yang lebih besar!"teriak David marah dengan mata yang berair,membuat Arkana dan dokter yang berdiri di luar langsung masuk.


David tanpa peduli lagi,mengangkat Atalia membawa alat oksigen bersama nya yang masih terpasang pada Atalia.


"apa yang kau lakukan David!!"teriak Arkana ingin menghentikan David.


"minggir!!!rumah sakit ini tidak akan bisa membuat nya sembuh untuk apa masih di sini!!apa kau ingin melihat nya terus begini!!"David menekan ucapan nya kesal pada Arkana, dengan air mata yang mengalir dari pelupuk mata nya,kemudian melewati Arkana begitu saja.

__ADS_1


ia menendang pintu yang tertutup hingga pintu itu terbuka lebar bahkan rusak karna tendangan yang keras,ia berlari dengan menggendong Atalia yang sama sekali dari tadi tidak sadarkan diri,wajah pucat nya seperti kertas bibir nya juga seperti akan memutih.


di sepanjang koridor rumah sakit David berlari menggendong Atalia dengan membawa alat oksigen,tubuh Atalia terasa begitu ringan dari biasa nya.


"apa kau menyembunyikan penyakit mu selama ini dari ku?"tanya nya dengan bergumam menangis,ia berteriak kepada orang-orang yang menghalangi jalan nya.


di belakang nya Arkana ternyata mengejar begitu pun dokter dan suster di belakang Arkana khawatir dengan kondisi Atalia yang sudah di lepaskan selang infus oleh David.


David berhenti memikirkan apapun,sekarang ia hanya harus membawa Atalia kerumah sakit untuk segera di tangani oleh dokter ahli kanker otak,ia hanya optimis dengan hal itu.


hingga saat sudah sampai di mobil Ia mendudukkan Atalia di depan dan memasang sabuk penaman dengan baik dan membenarkan selang oksigen meskipun seperti itu Mata Atalia sama sekali tidak terbuka,Setelah merasa sudah aman ia mengitari mobil dan dengan cepat masuk.


Arkana baru muncul dan memukul-mukul kaca mobil David,namun David sama sekali tak menghiraukan ia menarik gas melajukan mobil cepat,membuat nya hampir terjatuh,tapi dengan cepat ia berlari ke arah mobil nya dan segera mengejar David.


meskipun dengan kecepatan penuh namun dalam mobil itu sangat tenang dan diam karna itu adalah mobil sport yang di berikan tuan Albert dengan harga fantastis dan masih satu-satunya di dunia karna itu adalah hasil rancangan tuan Albert sendiri dengan kualitas yang sangat canggih,sehingga tak membuat Atalia goyang sedikitpun.


ia menelfon Pitter dengan earphone yang terpasang di telinga nya.


"aku akan segera sampai di rumah sakit xxx,telfon pihak rumah sakit untuk segera siapkan dokter kanker otak,aku akan segera sampai di sana!satu lagi kabari papa"ucap David cepat tanpa menuggu Pitter berbicara lagi ia langsung menutup telfon untuk fokus menyetir,ia melirik Atalia yang di samping nya tak sadarkan diri dengan sangat pucat,ia tak bisa mengatakan apapun namun sekarang hatinya sangat hancur berkeping-keping saat mengetahui Atalia mengidap kanker otak stadium akhir,ia kembali melihat ke depan ia menguatkan hatinya,di pikiran nya setelah sampai di rumah sakit Atalia pasti akan sembuh,ia menghibur diri nya sendiri dengan itu,menyeka setetes air mata nya.


***


bersambung....

__ADS_1


jangan lupa like komen vote rate


terima kasih semua.


__ADS_2