
"Cepatlah bangun,aku ingin bertanya banyak hal pada mu!"David berbicara dengan menatap wajah Atalia lekat.
hingga berlangsung sampai 20 menit,David masih setia duduk di sana memandangi wajah Atalia yang masih memejam kan mata tanpa ada niat sedikitpun membuka matanya.
hingga saat tuan Albert masuk pun tidak di sadari olehnya,"David!kau sudah siap?"tanya tuan Albert memegang pundak David membuat pria muda itu tersadar.
"apakah kita akan pergi menemui orang itu sekarang?"tanya David yang di jawab anggukan.
David sedikit ragu,ia menatap Atalia yang memejam kan mata,jujur saja ia tidak ingin meninggal kan Atalia ia ingin menjaga nya takut jika seseorang menyusup.
"tenang saja,tidak akan terjadi apa-apa ada banyak orang yang menjaga Atalia"ucap Tuan Albert yang mengerti pikiran David.
"ya baiklah!"David akhirnya menganggukkan kepala dan setuju untuk pergi.
***
David terkejut saat melihat dokter tangan dewa sudah ada di helikopter duduk dengan santai dan tersenyum melihat ke arah mereka.
David bingung namun ia tidak begitu mempermasalahkan nya,ia duduk di samping pria tua itu sedangkan tuan Albert duduk di samping pilot yang mengemudikan helikopter mereka.
sebenarnya David penasaran orang seperti apa yang akan mereka temui,dan kenapa mereka menggunakan helikopter.
Sedangkan Tuan Albert sendiri tidak sabar untuk bertemu istrinya yang pernah ia kira sudah meninggal namun ternyata masih hidup,ia berfikir bagaimana rupa istrinya sekarang.
"Yoria,anak dan suamimu akan datang!"ucap dokter itu dalam hati.
***
diruangan Atalia
"oh iya,kemana kakak pergi waktu aku menjaga Atalia?"tanya Italia pada Arkana yang sekarng duduk di sebelah nya,sebenar nya selama semalam ini ia terus memikirkan dan mengingat-ingat kembali wanita yang berpura-pura menjadi dokter itu entah kenapa ia merasa dari proporsi tubuh dan mata nya mirip dengan wanita kakak nya,bahkan karna begitu curiga ia sampai-sampai membandingkan foto Xia dan memperhatikan matanya lekat dan memang terlihat persis.
",Aku..aku pergi menemui Xia!"jawab Arkan merasa bersalah.
__ADS_1
"benarkah?"tanya Italia menghela nafas.
"apakah aku sudah salah?..akh mungkin aku memang sudah salah bisa-bisa nya aku berfikir kalau itu adalah kak Xia!"gumam Italia menggelengkan kepalanya.
"iya,maafkan aku,mungkin kalau aku tidak pergi orang itu tidak akan masuk dan membahayakan nyawa Atalia!"ucap Arkana sangat merasa bersalah.
Italia tidak menjawab entah kenapa ia masih membayangkan wanita yang berpura-pura menjadi dokter itu sangat mirip dengan wanita kakak nya itu.
"ada apa?"tanya Arkana yang melihat wajah Italia tampak bingung dan aneh.
"tidak apa-apa!",jawab Italia tersenyum kemudian kembali melihat Italia yang terbaring di ranjangnya.
***
sudah jam delapan malam,akhirnya helikopter mereka mendarat di pegunungan,Tuan Albert dan David juga pilot itu tertegun melihat sekeliling mereka yang begitu gelap dan ada banya pepohonan.
"pa kenapa kita kehutan?"tanya David pada Tuan Albert yang sekarang juga bingung.
dokter tua itu tersenyum menghela nafas,kemudian merogoh sesuatu dan mengeluarkan sebuah remote kecil dan menekan tombol yang ada di remote itu.
"mari tidak apa-apa!"ajak dokter itu menginjak tangga yang baru saja terbuka untuk masuk kedalam tanah itu,awalnya ketiga orang itu ragu namun Tuan Albert memberanikan diri untuk masuk bagaimana pun juga ia harus mencoba.
David dengan wajah datar dan dingin namun dengan kewaspadaan yang tinggi mengikuti masuk kedalam tanah itu dengan menginjak satu persatu tangga di ikuti oleh pilot yang tadinya bersama mereka.
"selamat datang dirumah ku,tempat ini sudah kami huni selama 29 tahun lama nya,di sini cukup nyaman dan menyenangkan!"ucap tuan dokter tua itu dengan tersenyum.
ketiga nya dibuat kagum,ternyata di bawah hutan lebat itu ada rumah yang di dalam nya tentu saja itu sangat menakjubkan.
"Dimana dia?aku ingin bertemu dengan nya!"ucap Tuan Albert yang tidak mau basa basi.
"....ya tentu saja,ikut aku dia ada di lantai bawah!"
David semakin penasaran orang seperti apa yang akan mereka temui kenapa tampak begitu misterius,namun ia tidak mengungkap kan nya ia mengikuti tuan sang papa dan dokter tua itu yang sudah menuruni tangga terlebih dulu.
__ADS_1
hingga mereka sampai di depan pintu yang sangat besar berwarna putih.
deg...
jantung Tuan Albert seketika berdetak,istri yang sangat ia cintai dulu dan tidak di lihatnya selama 29 tahun,hatinya berdesir dan jantung nya berdetak tak karuan,David melihat itu dan menepuk pundak sang papa.
"ada apa?"tanyanya yang dijawab gelengan.
dokter tua itu membuka pintu itu dengan lebar namun perlahan,dan masuk dengan langkah perlahan membuat ketiga orang itu mengikutinya masuk kedalam.
didalam ruangan itu tak ada warna Selain warna putih,baik dinding dan semua barang-barang tak terkecuali langit-langitnya,dan semua itu terlihat sangat bersih.
namun yang membuat aneh,ada ayunan bayi disana.
pelayan-pelayan yang ada di ruangan itu membungkuk pada dokter itu kemudian mereka semua keluar,hingga menyisakan seorang wanita yang berpakaian putih berdiri di menghadap jendela tampak menggendong seorang bayi.
karna memang posisi rumah itu ada di pinggir gunung atau lebih tepat nya ada di lereng gunung.
rambut nya sangat hitam dan panjang,kakinya terlihat sangat putih hampir seputih kertas karna gaun nya yang memang hanya selutut.
''apakah dia Yoria?"tanya Tuan Albert memecah keheningan,dengan tatapan yang tak lepas dari wanita yang masih membelakangi mereka.
"ya,dia adalah Yoria!"jawab dokter itu membuat jantung Tuan Albert berdesir lagi.
David mengernyitkan dahinya memperhatikan wanita yang masih membelakangi mereka.
''Yoria"panggil dokter itu dengan nada pelan,mata nya sudah basah dan merah.
wanita itu perlahan berbalik menghadap mereka,di saat itu tuan Albert menitikan air matanya yang memang sedari tadi sudah di bendung Nya,''Yoria''ucapnya dengan suara bergumam.
wajah wanita itu sangat putih dan sangat bersih,itu karna selama 26 tahun ia selalu berada di ruangan itu dengan sesekali keluar mencari udar segar namun dalam 26 tahun itu bisa di hitung berapa kali ia melihat dunia dan merasakan udara segar.
namun karna itu juga ia terlihat sangat muda dan cantik seperti putri salju sungguhan.
__ADS_1
Melihat wajah perempuan itu David juga merasakan sesuatu getaran dari hatinya namun ia tidak mengerti apa itu.
bersambung....